- "Setiap hari rasanya sakit."
- "Sekarang, berjalan sedikit saja membuat saya lelah."
- "Kegiatan sehari-hari terasa sangat berat sekarang."
- "Saya sering kali merasa menjadi beban bagi keluarga saya."
- "Sulit untuk tetap optimis ketika setiap hari rasanya sulit."
![]() |
| Penyakit kronis pada lansia berdampak penderitaan. (Sumber: foto Dwipatri club) |
Penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan namun dapat bertahan lama pada lansia
Harapan Hidup dengan Penyakit Kronis.
1. Diabetes Mellitus Tipe 2
2. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
3. Arthritis (Radang Sendi)
4. Penyakit Jantung
5. Alzheimer dan Demensia
6. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harapan Hidup
Pengelolaan Penyakit:
Dukungan Keluarga dan Sosial:
Akses ke Perawatan Kesehatan:
Penderitaan Fisik dan Emosional.
Penderitaan yang biasanya dialami oleh lansia dengan penyakit kronis
Diabetes Mellitus Tipe 2:
- Fisik: Kelelahan, infeksi yang lambat sembuh, neuropati (kerusakan saraf), masalah penglihatan, dan komplikasi seperti penyakit jantung dan gagal ginjal.
- Emosional: Stres terkait pengelolaan penyakit, kecemasan tentang komplikasi, dan depresi.
Hipertensi:
- Fisik: Sakit kepala, pusing, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ vital seperti jantung, otak, dan ginjal.
- Emosional: Kecemasan tentang tekanan darah tinggi yang bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.
Arthritis (Radang Sendi):
- Fisik: Nyeri kronis, kekakuan, dan keterbatasan gerak yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Emosional: Frustrasi, depresi akibat keterbatasan fisik, dan isolasi sosial karena kesulitan beraktivitas.
Penyakit Jantung:
- Fisik: Nyeri dada (angina), kelelahan, sesak napas, dan risiko serangan jantung atau gagal jantung.
- Emosional: Ketakutan akan serangan jantung, kecemasan, dan stres.
Alzheimer dan Demensia:
- Fisik: Penurunan kemampuan fisik seiring perkembangan penyakit.
- Emosional: Kebingungan, kehilangan ingatan, perubahan perilaku, serta stres dan depresi pada pasien dan keluarganya.
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK):
- Fisik: Sesak napas, batuk kronis, kelelahan, dan penurunan kapasitas fisik.
- Emosional: Kecemasan tentang kesulitan bernapas, depresi, dan perasaan tidak berdaya.
Cara umum dalam mengelola penyakit kronis
1. Diabetes Mellitus Tipe 2
- Diet dan Nutrisi: Mengkonsumsi makanan sehat dengan rendah gula dan karbohidrat, serta meningkatkan asupan serat.
- Olahraga: Aktivitas fisik yang teratur seperti berjalan kaki atau senam ringan.
- Obat-obatan: Menggunakan insulin atau obat penurun gula darah sesuai anjuran dokter.
- Pemeriksaan Rutin: Memantau kadar gula darah secara teratur dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
2. Hipertensi
- Diet dan Nutrisi: Mengurangi asupan garam, lemak jenuh, dan meningkatkan konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian.
- Olahraga: Aktivitas fisik yang teratur seperti berjalan, berenang, atau yoga.
- Obat-obatan: Mengkonsumsi obat antihipertensi sesuai resep dokter.
- Pengelolaan Stres: Menggunakan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau terapi.
3. Arthritis
- Olahraga: Latihan yang tidak memberatkan sendi seperti berenang atau yoga.
- Terapi Fisik: Terapi untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas.
- Obat-obatan: Penggunaan obat antiinflamasi dan analgesik untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
- Perangkat Bantuan: Menggunakan alat bantu seperti tongkat atau penyangga lutut.
4. Penyakit Jantung
- Diet dan Nutrisi: Mengkonsumsi makanan rendah lemak jenuh, kolesterol, dan natrium.
- Olahraga: Aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi kesehatan, seperti berjalan atau bersepeda.
- Obat-obatan: Mengkonsumsi obat-obatan yang diresepkan untuk mengelola tekanan darah, kolesterol, dan fungsi jantung.
- Pengawasan Kesehatan: Pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memantau kondisi jantung.
5. Alzheimer dan Demensia
- Lingkungan Aman: Menciptakan lingkungan yang aman dan mudah diakses untuk mengurangi risiko cedera.
- Stimulasi Mental: Melibatkan pasien dalam aktivitas yang merangsang kognitif seperti teka-teki atau permainan memori.
- Obat-obatan: Menggunakan obat-obatan yang dapat memperlambat perkembangan gejala.
- Dukungan Emosional: Memberikan dukungan emosional dan menjaga keterlibatan sosial.
6. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
- Penghindaran Asap Rokok: Menghindari asap rokok dan polutan udara.
- Terapi Oksigen: Menggunakan terapi oksigen jika diperlukan.
- Olahraga: Latihan pernapasan dan aktivitas fisik yang sesuai.
- Obat-obatan: Menggunakan bronkodilator dan obat-obatan lain sesuai resep dokter.
- Rehabilitasi Paru: Program rehabilitasi untuk meningkatkan kapasitas pernapasan.
7. Dukungan Emosional dan Sosial
- Konseling dan Terapi: Mendapatkan dukungan dari psikolog atau konselor.
- Kelompok Dukungan: Bergabung dengan kelompok dukungan untuk berbagi pengalaman dan strategi.
- Dukungan Keluarga: Keterlibatan keluarga dalam memberikan perawatan dan dukungan emosional.
Penutup
#lpclansia
Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.
#KesehatanLansia
Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.
#TipsLansiaSehat
Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.
Jelajahi LPC Lansia
Sumber:
1.https://www.ncoa.org/article/the-top-10-most-common-chronic-conditions-in-older-adults
2.https://www.qld.gov.au/health/support/end-of-life/care/conditions
4.https://www.webmd.com/depression/chronic-illnesses-depression
5.https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9288-chronic-illness-and-depression
6.https://www.cdc.gov/chronic-disease/living-with/index.html
.jpeg)
No comments:
Post a Comment