Bias Keyakinan pada Lansia: Mengapa Seseorang Sulit Mengubah Pendapatnya?
Seiring bertambahnya usia, seseorang memiliki semakin banyak pengalaman hidup, pengetahuan, serta keyakinan yang sudah lama tertanam dalam pikirannya. Hal ini membuat sebagian lansia menjadi lebih yakin terhadap apa yang mereka percayai, bahkan terkadang lebih percaya pada pengalaman pribadi dibandingkan penjelasan logis atau penelitian baru.
Dalam ilmu psikologi, kondisi ini dikenal sebagai bias keyakinan (belief bias). Bias keyakinan adalah kecenderungan seseorang untuk menilai suatu pendapat berdasarkan apakah pendapat itu sesuai dengan keyakinannya, bukan berdasarkan apakah pendapat tersebut benar secara logis atau didukung bukti yang kuat.
![]() |
| Pada lansia bias keyakinan lebih menonjol karena faktor penuaan. (Sumber: foto pens 49 ceria) |
Mengapa Bias Keyakinan Lebih Sering Terjadi pada Lansia?
Pada usia lanjut, otak mengalami perubahan alami. Kecepatan berpikir, kemampuan mengingat, dan proses menganalisis informasi baru dapat menurun secara perlahan. Karena itu, banyak lansia lebih nyaman menggunakan pengalaman hidup sebagai pegangan utama dalam mengambil keputusan.
Selain itu, pengalaman panjang selama puluhan tahun membuat sebagian lansia merasa:
- “Saya sudah mengalami banyak hal.”
- “Pengalaman hidup lebih penting daripada teori.”
- “Cara lama sudah terbukti berhasil.”
Perasaan seperti ini sebenarnya sangat manusiawi. Pengalaman hidup memang berharga. Namun, jika terlalu kuat mempertahankan keyakinan lama tanpa mau mendengar informasi baru, hal tersebut dapat menimbulkan masalah dalam kesehatan, hubungan sosial, dan pengambilan keputusan sehari-hari.
Bentuk Bias Keyakinan yang Sering Terjadi pada Lansia
Bias keyakinan tidak selalu terlihat jelas. Kadang muncul dalam ucapan sederhana atau cara seseorang menanggapi informasi baru.
1. Lebih Percaya pada Pengalaman Pribadi
Beberapa lansia merasa pengalaman hidup mereka adalah sumber kebenaran utama.
Contohnya:
“Saya sudah melakukan cara ini sejak muda dan selalu berhasil.”
“Pengalaman hidup saya lebih penting daripada teori.”
Pengalaman memang penting, tetapi kondisi zaman, kesehatan, dan ilmu pengetahuan dapat berubah.
2. Sulit Menerima Informasi Baru
Sebagian lansia merasa tidak nyaman ketika menerima informasi yang berbeda dari keyakinan lamanya.
Contohnya:
“Dulu tidak seperti itu, jadi saya tidak percaya.”
“Cara baru itu terlalu rumit.”
Hal ini sering terjadi karena manusia cenderung merasa aman dengan sesuatu yang sudah dikenal.
3. Mengutamakan Perasaan daripada Bukti
Kadang seseorang merasa sesuatu itu benar hanya karena “terasa benar” di hati.
Contohnya:
“Saya yakin ini benar walaupun orang lain bilang salah.”
“Perasaan saya tidak mungkin keliru.”
Padahal, perasaan manusia bisa dipengaruhi oleh emosi, ketakutan, pengalaman masa lalu, atau kecemasan.
4. Menolak Pendapat yang Berbeda
Bias keyakinan juga bisa membuat seseorang langsung menolak pendapat lain tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu.
Contohnya:
“Dokter boleh pintar, tapi saya lebih percaya cara lama.”
“Penelitian sekarang belum tentu benar.”
Sikap seperti ini kadang membuat lansia sulit menerima bantuan atau pengobatan yang sebenarnya bermanfaat.
![]() |
| Bahasa yang digunakan berdasarkan preferensi yang dikenal. (Sumber: foto LPC-Lansia) |
Mengapa Bias Keyakinan Bisa Terjadi?
Penurunan Fungsi Kognitif
Seiring usia, kemampuan otak dalam memproses informasi baru bisa melambat. Karena itu, otak lebih memilih informasi yang sudah familiar.
Pengaruh Pengalaman Hidup
Semakin lama seseorang hidup, semakin banyak pengalaman yang membentuk keyakinannya.
Kebutuhan akan Rasa Aman
Keyakinan lama memberikan rasa nyaman dan stabil. Mengubah pandangan kadang terasa menakutkan atau membingungkan.
Pengaruh Emosi
Perasaan takut, cemas, atau tidak ingin salah dapat membuat seseorang semakin mempertahankan keyakinannya.
Lingkungan Sosial
Jika seseorang hanya bergaul dengan orang-orang yang memiliki pandangan sama, ia menjadi jarang mendengar sudut pandang berbeda.
Dampak Bias Keyakinan pada Kehidupan Lansia
1. Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan
Bias keyakinan dapat membuat lansia:
- Menolak pengobatan medis
- Percaya informasi yang belum tentu benar
- Mengikuti saran yang tidak ilmiah
Hal ini dapat memengaruhi kesehatan dan keselamatan mereka.
2. Sulit Beradaptasi dengan Perubahan
Sebagian lansia menjadi enggan menggunakan teknologi baru, belajar hal baru, atau menerima perubahan zaman.
Padahal, banyak teknologi modern justru membantu kehidupan lansia menjadi lebih mudah.
3. Konflik dengan Keluarga
Perbedaan pendapat dapat memicu pertengkaran kecil dalam keluarga.
Misalnya:
- Anak memberi saran kesehatan
- Orang tua merasa pendapatnya diabaikan
- Akhirnya muncul rasa tersinggung
4. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial
Jika merasa pendapatnya selalu berbeda, sebagian lansia memilih diam atau menghindari diskusi.
Hal ini dapat meningkatkan rasa kesepian.
5. Menurunnya Kesehatan Mental
Sulit menerima perubahan dapat memicu:
- Kecemasan
- Stres
- Perasaan tidak aman
- Mudah marah atau tersinggung
Contoh Kasus dalam Kehidupan Sehari-hari
Pak Rahmat berusia 72 tahun dan sudah bertahun-tahun percaya bahwa semua penyakit bisa sembuh hanya dengan ramuan tradisional. Ketika dokter menyarankan pengobatan untuk tekanan darah tinggi, beliau menolak karena merasa pengalamannya lebih benar.
Akibatnya, kondisi kesehatannya sempat memburuk. Setelah keluarga mendampingi dengan sabar dan dokter menjelaskan secara perlahan tanpa menyalahkan keyakinannya, Pak Rahmat akhirnya mau mencoba pengobatan medis sambil tetap menjaga pola hidup sehat.
Kasus seperti ini menunjukkan bahwa pendekatan yang lembut dan penuh hormat jauh lebih efektif dibandingkan memaksa atau menyalahkan lansia.
Cara Membantu Lansia Mengurangi Bias Keyakinan
Dengarkan dengan Hormat
Lansia ingin dihargai. Mendengarkan pengalaman mereka dengan sabar membuat mereka merasa dihormati.
Hindari Membantah Secara Kasar
Kalimat keras justru membuat seseorang semakin mempertahankan pendapatnya.
Lebih baik gunakan pendekatan seperti:
“Bagaimana kalau kita coba lihat pendapat lain juga?”
Berikan Penjelasan Secara Perlahan
Informasi baru lebih mudah diterima jika dijelaskan dengan sederhana dan tidak terburu-buru.
Ajak Berdiskusi, Bukan Dipaksa
Diskusi yang hangat membantu lansia merasa tetap dihargai dalam mengambil keputusan.
Tetap Aktif Belajar
Membaca, mengikuti kegiatan sosial, berbicara dengan orang lain, atau belajar teknologi ringan dapat membantu menjaga kelenturan berpikir.
Penutup
Bias keyakinan pada lansia adalah hal yang cukup wajar dan manusiawi. Pengalaman hidup yang panjang membuat seseorang merasa yakin terhadap apa yang telah ia pelajari selama bertahun-tahun. Namun, ketika keyakinan tersebut membuat seseorang menolak informasi penting atau sulit menerima perubahan, hal itu dapat memengaruhi kesehatan, hubungan sosial, dan kualitas hidup.
Karena itu, pendekatan terbaik bukanlah menyalahkan atau memaksa lansia untuk berubah, melainkan mendampingi mereka dengan penuh kesabaran, penghormatan, dan kasih sayang. Dengan komunikasi yang baik dan dukungan keluarga, lansia tetap dapat terbuka terhadap pengetahuan baru tanpa kehilangan rasa percaya diri maupun harga dirinya.
#lpclansia
Tonton info Singkat ini. Beberapa Penyakit memiliki Tanda
#KesehatanLansia
Jangan Lewatkan Info Kesehatan Lansia. Agar tidak terlambat ke dokter
#TipsLansiaSehat
Info Organ Tubuh Lansia. Memahami yang terjadi pada tubuh.
Jelajahi LPC Lansia
Sumber:
1.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6990430/
2.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32038362/
3.https://www.frontiersin.org/journals/psychology/articles/10.3389/fpsyg.2019.02940/full
4.https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/10691898.2009.11889501


No comments:
Post a Comment