Pendahuluan
Pernahkah Anda duduk diam dalam suasana sangat tenang, lalu tiba-tiba merasa mendengar suara samar?
Bisa berupa dengungan, bisikan halus, atau nada panjang yang sulit dijelaskan.
![]() |
| Keheningan yang membuat lansia mendengar saat diam. (Sumber: foto-grup) |
Banyak lansia mengalaminya. Sebagian merasa khawatir, sebagian lagi menganggapnya misterius.
Padahal, ilmu pengetahuan memiliki penjelasan yang jelas dan menenangkan.
Artikel ini ditulis khusus untuk Anda—dengan bahasa sederhana, hangat, dan mudah dipahami.
Keheningan Bukan Berarti Tidak Ada Suara
Sering kita berpikir bahwa hening berarti tidak ada suara sama sekali.
Padahal, kenyataannya tidak demikian.
Di sekitar kita, selalu ada bunyi kecil seperti:
- Detak jam
- Angin yang bergerak
- Suara napas
- Bahkan aliran darah di dalam tubuh
Saat lingkungan menjadi sangat tenang, telinga kita justru menjadi lebih peka.
Akibatnya, suara-suara kecil yang biasanya tidak terasa, menjadi lebih jelas.
👉 Jadi, apa yang Anda dengar saat sunyi sering kali adalah suara alami tubuh dan lingkungan.
👉 Dengar Suara Mengunyah, Lansia Jadi Marah
Peran Otak: Mengapa Diam Terasa Seperti Suara
Dalam ilmu psikologi, ada konsep yang disebut
inner speech (suara batin).
Otak kita tidak pernah benar-benar “diam”.
Bahkan saat tidak ada suara dari luar, otak tetap aktif.
Penelitian menunjukkan:
- Otak bisa “mengisi” keheningan
- Diam bisa terasa seperti ada sesuatu
- Pikiran dapat menciptakan sensasi suara
Inilah sebabnya, saat sunyi, kita bisa merasa seperti “mendengar sesuatu”, padahal itu berasal dari aktivitas otak sendiri.
Apa Itu Dengungan di Telinga?
Sebagian lansia juga merasakan dengungan halus, terutama saat malam hari.
Kondisi ini dikenal sebagai
tinnitus.
Ciri-cirinya:
- Bunyi dengung, siulan, atau desisan
- Lebih terasa saat suasana sepi
- Biasanya tidak berbahaya
👉 Tinnitus ringan cukup umum terjadi dan sering bukan tanda penyakit serius.
Mengapa Lansia Lebih Peka?
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan alami, termasuk pada pendengaran.
Beberapa alasannya:
- Pendengaran luar berkurang → suara dalam tubuh lebih terasa
- Lingkungan lebih tenang (aktivitas berkurang)
- Waktu merenung lebih banyak
Selain itu, perasaan seperti kesepian atau pikiran yang aktif juga bisa membuat “suara dalam” terasa lebih jelas.
Contoh Kasus Nyata
🌿 Kasus Normal
Pak Budi, 70 tahun, sering mendengar dengungan halus saat malam.
Setelah diperiksa, ternyata itu hanya tinnitus ringan.
Ia mulai memahami bahwa itu normal, dan kini tidak merasa cemas lagi.
⚠️ Kasus Perlu Diperhatikan
Ibu Ani, 73 tahun, merasa ada suara yang seperti berbicara dan memanggil namanya.
Suara itu terasa nyata dan membuatnya takut.
Dalam kondisi seperti ini, penting untuk berkonsultasi, karena bisa berkaitan dengan gangguan seperti
skizofrenia atau kondisi lain.
Manfaat Keheningan untuk Lansia
Walaupun kadang terasa aneh, keheningan sebenarnya sangat bermanfaat:
🌼 1. Menenangkan Pikiran
Memberi ruang untuk istirahat mental
🌼 2. Membantu Doa Lebih Khusyuk
Hati lebih fokus dan damai
🌼 3. Ruang Refleksi Diri
Mengingat hal baik dan bersyukur
👉 Jika dipahami dengan benar, keheningan bukan menakutkan—justru menenangkan.
Tips Agar Tetap Nyaman Saat Sunyi
Agar tidak merasa cemas, Anda bisa mencoba:
- Nyalakan suara lembut (misalnya murottal atau musik pelan)
- Berdoa saat mulai merasa tidak nyaman
- Tetap berinteraksi dengan keluarga
- Hindari terlalu lama sendirian dalam keheningan total
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Segera konsultasi jika:
- Suara terasa seperti orang lain berbicara
- Muncul rasa takut berlebihan
- Mengganggu tidur atau aktivitas
- Disertai kebingungan atau stres
Penutup
Keheningan bukanlah kekosongan.
Ia adalah ruang di mana tubuh dan otak tetap bekerja dengan cara yang halus.
Bagi lansia, memahami hal ini sangat penting agar tidak merasa takut.
Jika Anda “mendengar” sesuatu saat sunyi,
itu sering kali adalah bagian alami dari tubuh dan pikiran.
Dengan pengetahuan yang tepat, keheningan bisa menjadi sahabat yang menenangkan, bukan sesuatu yang mencemaskan.
#LPCLansia #KesehatanLansia #TipsLansiaSehat
Jelajahi LPC Lansia
Sumber
- World Health Organization – Kesehatan mental lansia
- National Institute on Aging – Perubahan pendengaran pada usia lanjut
- American Psychological Association – Inner speech dan proses kognitif
- The Voices Within – Studi tentang suara batin
Johns Hopkins University. Silence is processed like sound in the brain. (2023).
American Tinnitus Association. Understanding tinnitus and hearing health.
Neuroscience News. The brain hears silence as it hears sound.

No comments:
Post a Comment