xmlns:og='http://ogp.me/ns#' LPC- Lansia Preneurship Community: 2020

Tuesday, 8 December 2020

Hindari Media Yang Menampilkan Komentar Permusuhan

        Dunia digital yang sudah merambah ke segala sendi kehidupan manusia, semua akses telah menggunakan jejaring yang prinsipnya memudahkan pergerakan roda kehidupan. 

Informasi mudah diperoleh dari genggaman tangan, hand phone atau gadget merupakan sarana keseharian.

         Namun kemudahan bukan berarti nyaman untuk  jiwa, kadang -kadang informasi yang dibaca isinya menyesatkan atau hoaks, judul berita tidak sesuai dengan isinya, tulisan menyesatkan, isi berita memiliki kecenderungan pada kelompok tertentu. 

Media daring yang membuka kolom komentar,  isinya penuh dengan permusuhan, caci-maki, rasis dan hal-hal negatif, sehingga mempengaruhi jiwa dan pikiran.

Perhatikan komentar di bawah ini.

Contoh komentar (Sumber kaltim.idntimes.com)

         Lansia harus cermat dalam memilih media on line, pilih media yang sehat dan bertanggungjawab untuk pembacanya. Jangan membuka atau membaca media on line yang isinya tidak  dapat dipertanggungjawabkan. 

Jangan membaca komentar dari warganet yang saling menghujat karena isinya sampah dan menggangu pikiran.

        Lansia harus pandai memilih bacaan untuk tetap sehat pikiran dan jiwanya. Cari bacaan yang enak dan nyaman, hindari yang merusak pikiran lansia hebat.💁

Monday, 2 November 2020

Bantu Lansia Belanja Online

              Saat ini bukan hanya anak-anak dan remaja yang menghabiskan seluruh waktu mereka untuk online. Lansia  juga ikut  terhubung melalui jaringan  internet  untuk online. 

Sebagian besar memanfaatkan Google, Youtube, situs hosting video , serta media sosial. Lebih dari setengahnya untuk berbelanja online, sisanya mencari penawaran dan diskon. 

Kemampuan untuk berbelanja online dapat menjadi kenyamanan yang sangat besar bagi para lansia. Ada banyak  alasan mengapa orang lanjut usia tidak dapat pergi ke toko atau mal secara langsung.

Mungkin mereka tidak bisa lagi mengemudi. sehingga mereka memiliki ruang gerak yang tidak nyaman dan tidak dapat keluar sendiri,  juga tidak ingin merepotkan anggota keluarga. 

Malas berkerumun dan antrean panjang karena melelahkan untuk mereka pada tahap ini.  Apa pun alasannya, kemampuan untuk menelusuri rak virtual dan berbelanja dari kenyamanan sofa dapat menjadi kenyamanan besar bagi banyak lansia.

Kebiasaan dan kebutuhan belanja lansia dapat mencakup banyak hal, seperti resep dan perlengkapan medis lainnya, bahan makanan, pakaian, sepatu, dan barang-barang rumah tangga lainnya. 

Untungnya, semua barang ini dapat dibeli secara online dan dikirim langsung ke rumah. Ada banyak layanan pemesanan lewat surat untuk resep.  

 BANTU LANSIA BELANJA ONLINE

Salah satu batu sandungan potensial yang dapat menghalangi kemampuan lansia untuk berbelanja online adalah ketidaktahuan mereka dengan teknologi. 

Ada situs web daring yang menyediakan kelas yang ditujukan untuk orang tua sehingga mereka dapat mempelajari dasar-dasar menjalankan  internet.  Atau keluarga yang lebih muda mengajarkan cara-cara belanja online.  

Belanja adalah kebutuhan setiap orang, tetapi berbelanja bahan makanan bisa menjadi salah satu jenis belanja yang paling sulit bagi lansia. 

Diperlukan perjalanan ke dan dari toko, membungkuk untuk meraih barang-barang di rak rendah, mendorong kereta belanja yang berat, dan membawa tas yang berat ke dalam rumah saat kembali ke rumah. 

Belanja bahan makanan secara on line sedikit lebih rumit daripada berbelanja pakaian atau blender baru, meskipun tetap bisa dilakukan.

BELANJA ONLINE MENGURANGI RESIKO TERPAPAR VIRUS CORONA

Daftar yang  baik dari banyak layanan belanja bahan makanan online dapat ditemukan di sini Belanja Online Selama Coronavirus,  segala sesuatu tentang hidup melalui pandemi COVID-19 itu menantang.

Tetapi tantangan khusus adalah mendapatkan bahan makanan  dan bukan hanya karena hal-hal seperti pembersih tangan dan tisu toilet tidak ada. 

Dengan semakin rentannya lansia terhadap virus baru ini, menghabiskan waktu di tempat-tempat ramai seperti toko bahan makanan tidak hanya merepotkan, tetapi juga berbahaya. 

Kemampuan untuk membeli bahan makanan secara on-line dan mengirimkannya telah menjadi sangat berharga, dan para lansia tidak perlu takut untuk menggunakannya dan terhindar dari virus corona.

 

 

Friday, 15 May 2020

Kemarau, Bahaya Untuk Lansia


Kemarau untuk lansia

Kondisi pandemic Covid -19  yang masih terus mengancam masyarakat  dan lansia khususnya tentu perlu mendapat perhatian ekstra. Lansia harus tetap dijaga kesehatannya baik dari pengaruh buruk datangnya Musim kemarau maupun serangan Covid -19


Datangnya musim kemarau berkait erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia). 

BMKG memprediksi peralihan angin monsun akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara pada April 2020, lalu wilayah Bali dan Jawa, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei 2020 dan akhirnya Monsun Australia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada bulan Juni hingga Agustus 2020.

Banyak tindakan pencegahan yang biasa digunakan orang untuk bersiap menghadapi kondisi perubahan cuaca. Begitu pula untuk  para lansia untuk melindungi diri mereka sendiri. 

Beberapa tindakan pencegahan begitu penting untuk lansia, mengingat sifat lansia yang lemah dan kecenderungan mereka terhadap komplikasi kesehatan. 

Pengasuh atau anggota keluarga, harus mampu mengatasi  kekurangan yang sering diabaikan untuk orang yang Anda sayangi karena hal ini merupakan perjuangan  hidup dan mati bagi mereka.

 Tetap Aman dalam Musim kemarau

Para lansia rentan terhadap gangguan panas yang mendorong tubuh mereka yang lebih lemah mendekati kelelahan yang berbahaya. 

Keletihan membuat mereka memiliki masalah jantung atau tekanan darah dan risiko yang lebih besar adalah komplikasi kesehatan. 

Memastikan para lansia terhidrasi dengan baik dan memiliki akses ke pendingin udara. Sebelum suhu tinggi tiba, lakukan tindakan pencegahan agar  orang yang Anda sayangi seaman mungkin, disarankan untuk :

 

·         Pasang  unit pendingin udara di kamar yang paling sering dikunjungi

·         Tutup semua celah di sepanjang pintu dan jendela untuk menahan udara dingin

·         Gantung atau tutup tirai yang ada yang menutupi jendela tempat sinar matahari masuk

·         Tutup kisi-kisi luar ruangan atau awning (pengurangan panas 80%!)

·         Sering mengunjungi lansia itu dan jika perlu tawarkan untuk membawa mereka ke suatu tempat untuk menenangkan diri untuk sementara waktu.







Baca : Hati-hati Virus menyerang lansia

           Lansia Keniscayaan


Wednesday, 1 April 2020

Stay At Home lansia



Lansia di rumah saja

Daftar isi

1. Kesepian
2. Kematian
3. Kesehatan



Tinggal di rumah dan tidak bepergian bila tidak ada keperluan dan kebutuhan yang mendesak untuk lansia harus diperhatikan dengan cermat. 

Mereka mungkin tidak memahami dan mengerti mengenai bahaya Covid-19, padahal lansia adalah kelompok yang sangat rentan terhadap serangan virus ini. 

Lansia berjalan ke taman-taman atau lapangan terbuka untuk mencari udara segar dan suasana yang nyaman. Namun kondisi buruk dengan hadirnya virus corona menjadi halangan untuk bepergian dan berkumpul dengan rekan lansia yang lain.

1.Kesepian

Umumnya masalah psikologis yang paling banyak terjadi pada lansia  adalah kesepian. Antara lain yang sering terjadi pada lansia yaitu, isolasi sosial, kehilangan, kemiskinan, perasaan ditolak, perjuangan menemukan makna hidup, ketergantungan perasaan, tidak berdaya dan putus asa, ketakutan terhadap kematian, sedih karena kematian orang lain, kemunduran fisik dan mental, depresi, dan rasa penyesalan mengenai hal-hal yang lampau.

Beberapa penelitian menemukan bahwa kesepian dapat menyebabkan seseorang mudah terserang penyakit, depresi, bunuh diri, bahkan menyebabkan kematian pada lansia (Ebersole, 2005). 

Menurut Probosuseno (2007), menyatakan bahwa orang yang menderita kesepian lebih sering mendatangi layanan gawat darurat 61% lebih banyak bila di bandingkan dengan mereka yang tidak menderita kesepian, memiliki resiko empat kali mengalami serangan jantung dan mengalami kematian akibat serangan jantung tersebut, juga beresiko meningkatkan mortalitas dan kejadian stroke dibandingkan yang tidak kesepian.

Salah satu cara untuk membantu mengurangi kesepian adalah dengan adanya dukungan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. 

Dukungan informatif adalah dukungan yang berupa pemberian  informasi  yang dibutuhkan oleh lansia, informasi yang dibutuhkan seperti informasi tentang perkembangan keluarganya, tentang penyakit yang mungkin sedang dideritanya seperti: katarak, osteoporosis, asam urat, penyakit jantung, penurunan fungsi fisik serta pola makan yang baik untuk lansia. 

Dengan adanya informasi tersebut lansia merasa ada yang memperhatikan dan tidak merasa diasingkan, jadikan kondisi tinggal di rumah menciptakan suasana yang hangat dan akrab sehingga lansia merasa nyaman.


2. Kematian

            Covid -19 yang berbahaya untuk lansia makin memperbesar  kecemasan dalam menghadapi kematian pada lanjut usia. Rasa cemas terhadap kematian dapat disebabkan oleh kematian itu sendiri dan apa yang akan terjadi sesudah kematian, sanak dan keluarga yang ditinggalkan, atau merasa bahwa tempat yang akan dikunjungi setelah kematian sangat buruk.

Kecemasan dengan kematian akan semakin membuat para lansia tidak siap dalam menghadapi kematian. Kesiapan merupakan keseluruhan kondisi yang membuat seseorang siap untuk memberi respon terhadap suatu situasi.Keadaan lansia yang telah siap untuk menghadapi dan menerima kematian tidak menimbulkan penyesalan maupun ketakutan apapun ketika kematian terjadi.

            Spiritual merupakan aspek yang di dalamnya mencakup aspek-aspek yang lain, yaitu fisik, psikologi dan sosial. Spiritualitas merupakan hubungan yang memiliki dua dimensi, yaitu antara dirinya,  orang  lain dan lingkungannya, serta dirinya dengan Tuhannya.

Spiritualitas lansia yang sehat dapat membantu lansia dalam menjalani kehidupan  dan mempersiapkan dirinya dalam menghadapi kematian. Kesehatan spiritual yang terbangun dengan baik membantu lansia menghadapi kenyataan, berpartisipasi  dalam  hidup, merasa memiliki harga diri dan menerima kematian sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari. Untuk memiliki spiritualitas sehat, lansia harus terus dibantu melaksanakan aktivitas keagamaan di rumah.


            3.Kesehatan

Lansia memang sangat rentan dengan serangan Covid-19 karena selain penurunan daya fisiknya juga penyakit-penyakit yang sudah lama dideritanya, seperti: diabetes, hipertensi, kolesterol dan sebagainya. 

Kesehatan lansia dikaitkan dengan  status gizi mereka. Status kesehatan pada lansia ditentukan oleh kualitas dan kuantitas asupan zat gizi. Kondisi yang tidak sehat, aktivitas fisik dan asupan makanan yang kurang baik adalah faktor utama penyebab gangguan status gizi dan penurunan kualitas hidup .

Status gizi pada lansia perlu mendapat perhatian lebih agar dapat mengurangi kesakitan pada lansia. Status gizi juga dapat dipengaruhi oleh tingkat kemandirian lansia. Seiring dengan penurunan fungsi fisiologisnya, maka tingkat kemandiriannya juga akan semakin menurun. 

Tingkat kemandirian dalam melakukan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi lansia, baik ketergantungan dalam makan (menyuap makanan dan mempersiapkan makanan) maupun ketergantungan dalam mobilitas. Keluarga sangat berperan dalam menjaga kesehatan lansia agar tetap bertahan dalam serangan badai Corona.







           Lansia keniscayaan

Thursday, 12 March 2020

lansia Jaga Kesehatan, Jauh dari Covid -19

Lansia Jauhkan dari Covid -19

Sobat lansia dengan pengumuman WHO bahwa Covid -19 menjadi pandemi global.Harus disikapi dengan waspada dan hati-hati.Ikuti anjuran menjaga kesehatan dari semua instansi terkait,puskesmas,rumah sakit dan kementerian kesehatan Republik Indonesia yang terus-menerus menyampaikan perkembangan terkini virus corona.

Lansia dengan kondisi yang sangat rentan harus terus-menerus menjaga kesehatan,Resiko kematian terkait usia mungkin mencerminkan kekuatan, atau kelemahan, dari sistem pernapasan. Sekitar setengah dari 109 pasien Covid-19 (usia 22 hingga 94) yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Wuhan, peneliti di sana melaporkan, mengembangkan sindrom gangguan pernapasan akut (Acute Respiratory Distress Syndrome/ARDS), di mana cairan menumpuk di kantong udara kecil paru-paru. Itu membatasi berapa banyak udara yang bisa diambil paru-paru, mengurangi suplai oksigen ke organ vital, kadang-kadang fatal; setengah dari pasien ARDS meninggal, dibandingkan dengan 9% dari pasien yang tidak mengembangkan sindrom tersebut. 
Pasien ARDS memiliki usia rata-rata 61, dibandingkan dengan usia rata-rata 49 tahun bagi mereka yang tidak mengembangkan ARDS. Pasien usia lanjut “lebih mungkin mengembangkan ARDS,” tulis para peneliti, menunjukkan bagaimana usia dapat membuat Covid-19 lebih parah dan bahkan berakibat fatal: usia meningkatkan risiko sistem pernapasan pada dasarnya akan ditutup dengan serangan virus.(Statnews.com,By SHARON BEGLEY )

Sobat lansia  mari kita jaga dan tingkatkan kesehatan masing-masing ,tetap semangat dan berdoa untuk negara tercinta agar terlepas dari pandemi global.
Menurut staf kepresidenan 
"Sampai dengan saat ini secara resmi World Health Organization (WHO) dan dunia belum menemukan obat yang spesifik untuk virus ini dan juga belum menemukan vaksin yang spesifik untuk virus ini. Tetapi sebagaimana layaknya virus pada umumnya, self limited desease," ucap Yurianto di Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020 (Tagar.id) 





Tuesday, 28 January 2020

IBU KOTA PINDAH, SIAPKAH LANSIA IKUT BERPINDAH? Kisah Adaptasi Besar yang Jarang Dibicarakan di Balik Megaproyek Nusantara

Pendahuluan

Bayangkan, Sobat Lansia. Anak-anak yang dahulu tumbuh dan dibesarkan dengan penuh perjuangan kini telah dewasa, berkeluarga, dan memiliki rumah sendiri. Ketika mereka pindah ke rumah baru, tentu banyak hal yang harus dipersiapkan: kursi, meja, tempat tidur, peralatan dapur, kamar mandi, taman, hingga garasi.

Semar simbol Lansia yang Bijak ,postur tubuhnya mirip Pulau Kalimantan
(Seword.Com)

Jika dana mencukupi, semua kebutuhan rumah dapat segera dilengkapi. Namun jika dana terbatas, perlengkapan tersebut biasanya hadir secara bertahap. Bahkan setelah rumah siap dihuni, masih ada satu tantangan yang tidak dapat dibeli dengan uang, yaitu proses beradaptasi dengan lingkungan baru.

Tetangga baru, budaya baru, akses layanan yang berbeda, hingga rasa aman dan nyaman yang belum tentu langsung dirasakan menjadi bagian dari proses penyesuaian.

Jika perpindahan rumah saja membutuhkan adaptasi, bagaimana dengan perpindahan ibu kota negara yang melibatkan jutaan orang, ribuan institusi, dan perubahan besar dalam kehidupan sosial, ekonomi, budaya, serta lingkungan?

Inilah pertanyaan penting yang perlu direnungkan oleh para lansia dan calon lansia Indonesia.

Ketika Negara Pindah Rumah: Proyek Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur merupakan salah satu proyek pembangunan terbesar dalam sejarah Indonesia.

Lokasi ibu kota baru berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Bagi sebagian masyarakat, perpindahan ini mungkin dipandang sebagai pembangunan fisik semata. Namun bagi lansia, perpindahan pusat pemerintahan juga berarti perubahan ekosistem sosial yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Perubahan besar sering kali membawa dua sisi sekaligus: peluang dan tantangan.

Tahapan Pemindahan Ibu Kota Negara

Berdasarkan dokumen perencanaan pemerintah, pembangunan ibu kota baru dilakukan secara bertahap.

Tahap Persiapan (2020)

Pada tahap awal pemerintah menyiapkan berbagai regulasi sebagai dasar hukum pembangunan ibu kota baru.

Selain itu dilakukan:

  • Pembentukan lembaga khusus pembangunan ibu kota.

  • Penyusunan master plan kota.

  • Perencanaan teknis kawasan.

Tahap ini menjadi fondasi yang menentukan arah pembangunan jangka panjang.

Tahap Penyediaan Lahan dan Perencanaan Teknis (2021)

Pemerintah mulai:

  • Menyediakan lahan pembangunan.

  • Menyusun Detail Engineering Design (DED).

  • Melaksanakan groundbreaking atau peletakan batu pertama.

Tahap ini merupakan titik awal transformasi kawasan hutan menjadi pusat pemerintahan modern.

Tahap Pembangunan Awal (2022–2024)

Pembangunan difokuskan pada:

  • Kawasan inti pemerintahan.

  • Infrastruktur dasar.

  • Fasilitas prioritas.

Pada periode ini juga dimulai proses awal perpindahan sebagian fungsi pemerintahan dari Jakarta.

Tahap Pengembangan Kawasan (2025–2029)

Pembangunan diperluas mencakup:

  • Perumahan ASN, TNI, dan Polri.

  • Kawasan diplomatik.

  • Rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

  • Sekolah dan universitas.

  • Pusat riset dan teknologi.

  • Museum dan pusat kebudayaan.

  • Sarana olahraga.

  • Pusat perbelanjaan dan layanan publik.

Pada fase ini kehidupan kota mulai terbentuk secara nyata.

Tahap Penyempurnaan (2030–2045)

Pada tahap akhir, pemerintah merencanakan:

  • Kawasan metropolitan Nusantara.

  • Taman nasional dan konservasi orangutan.

  • Pengembangan konsep Forest City.

  • Kawasan permukiman masyarakat umum.

  • Integrasi dengan wilayah sekitar Kalimantan Timur.

Target akhirnya adalah menciptakan kota berkelanjutan yang modern dan ramah lingkungan.

Mengapa Lansia Perlu Memperhatikan Perpindahan Ibu Kota?

Banyak orang berpikir bahwa pembangunan ibu kota baru hanya berkaitan dengan aparatur negara atau dunia politik.

Padahal dampaknya jauh lebih luas.

Bagi lansia, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan.

1. Adaptasi Sosial

Lansia cenderung memiliki ikatan emosional yang kuat terhadap lingkungan tempat tinggal.

Perpindahan ke daerah baru dapat menimbulkan:

  • Perasaan kehilangan komunitas lama.

  • Kesepian.

  • Kesulitan membangun jaringan sosial baru.

Penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas hidup lansia.

2. Akses Pelayanan Kesehatan

Salah satu kebutuhan utama lansia adalah kemudahan akses kesehatan.

Pertanyaan yang perlu dipikirkan:

  • Apakah rumah sakit mudah dijangkau?

  • Apakah tersedia dokter spesialis geriatri?

  • Bagaimana sistem rujukannya?

Fasilitas kesehatan yang baik akan menentukan kenyamanan hidup lansia.

3. Adaptasi Lingkungan Fisik

Perbedaan iklim, kondisi geografis, dan tata kota dapat memengaruhi kesehatan lansia.

Sebagian lansia mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk beradaptasi dibandingkan kelompok usia muda.

4. Kesempatan Baru

Di sisi lain, pembangunan ibu kota baru juga membuka peluang:

  • Lingkungan yang lebih hijau.

  • Infrastruktur modern.

  • Transportasi yang lebih tertata.

  • Fasilitas publik yang lebih ramah lansia.

Jika dirancang dengan baik, Nusantara dapat menjadi salah satu kota yang mendukung penuaan sehat (healthy aging).

Apakah Lansia Akan Tinggal di Nusantara?

Jawabannya sangat bergantung pada kondisi masing-masing keluarga.

Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi:

  • Tinggal bersama anak yang bekerja di Nusantara.

  • Pindah setelah pensiun.

  • Menjadi pengunjung atau wisatawan.

  • Tetap tinggal di daerah asal dan hanya sesekali berkunjung.

Apa pun pilihannya, lansia perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang mungkin terjadi dalam beberapa dekade ke depan.

Semar dan Filosofi Kebijaksanaan Lansia

Dalam budaya Jawa, Semar sering digambarkan sebagai sosok tua yang sederhana tetapi penuh kebijaksanaan.

Menariknya, sebagian orang melihat kemiripan bentuk tubuh Semar dengan siluet Pulau Kalimantan.

Terlepas dari simbolisme tersebut, Semar mengajarkan satu hal penting: kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

Pelajaran ini sangat relevan bagi lansia Indonesia dalam menghadapi berbagai perubahan zaman, termasuk pembangunan ibu kota baru.

Pelajaran Penting bagi Sobat Lansia

Perpindahan ibu kota bukan hanya proyek pembangunan gedung dan jalan raya.

Lebih dari itu, perpindahan ini adalah perubahan besar dalam kehidupan bangsa yang akan berlangsung selama puluhan tahun.

Sobat lansia perlu mempersiapkan:

✅ Kesehatan fisik yang baik.

✅ Kesehatan mental yang kuat.

✅ Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.

✅ Kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.

✅ Hubungan sosial yang tetap terjaga.

Karena pada akhirnya, kualitas hidup lansia tidak hanya ditentukan oleh tempat tinggal, tetapi juga kemampuan menghadapi perubahan dengan bijaksana.

Penutup

Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju masa depan. Namun di balik gedung pemerintahan, jalan raya modern, dan kawasan hijau yang direncanakan, terdapat kisah manusia yang juga harus beradaptasi.

Bagi lansia, perpindahan ibu kota bukan sekadar berita pembangunan, melainkan refleksi tentang bagaimana menghadapi perubahan dalam kehidupan.

Mungkin sebagian dari kita akan tinggal di Nusantara, sebagian hanya berkunjung, dan sebagian lainnya hanya menyaksikan dari kejauhan. Namun satu hal yang pasti, perubahan akan terus datang.

Pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia siap pindah ibu kota, tetapi apakah kita siap beradaptasi dengan perubahan yang menyertainya.

Sebab lansia yang sehat bukanlah mereka yang menolak perubahan, melainkan mereka yang mampu menyambut perubahan dengan tenang, bijak, dan penuh harapan.

Responsive Grid Lansia Premium

#lpclansia

Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.

Tonton →

#KesehatanLansia

Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.

Lihat →

#TipsLansiaSehat

Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Cek →

Jelajahi LPC Lansia

Artikel Populer

HATI-HATI! Diamnya Orang Tua Bisa Jadi Tanda Depresi Geriatri yang Berakibat Fatal

Gangguan kesehatan mental yang terjadi pada usia lanjut dan sering kali tidak terdiagnosis,...

Baca Selengkapnya

DARI PENJARA ke PUNCAK KUASA: Rahasia Ketabahan Anwar Ibrahim, PM Malaysia yang Bangkit di Usia Senja

Perjalanan hidupnya bukan sekadar kisah politik, melainkan kronik keteguhan, ketabahan moral,...

Baca Selengkapnya

[STOP PAKAI KERAMIK BIASA!] Ini 5 Jenis Lantai Anti-Slip TERBAIK yang Jamin Kamar Mandi Lansia 100% Bebas Cedera Fatal

Lansia adalah kelompok yang paling rentan mengalami cedera akibat jatuh di kamar mandi,...

Baca Selengkapnya

Sumber

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.

  2. Kementerian PPN/Bappenas. Dokumen Perencanaan Ibu Kota Negara Nusantara.

  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Strategi Nasional Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia.

  4. World Health Organization (WHO). Decade of Healthy Ageing 2021–2030.

  5. United Nations Department of Economic and Social Affairs (UNDESA). World Population Ageing Report.

  6. Badan Pusat Statistik (BPS). Statistik Penduduk Lanjut Usia Indonesia.






 

Friday, 24 January 2020

Hati-hati Virus Menyerang Lansia


  Virus Menyerang Lansia      

           Berita hari ini yang sedang ramai dibicarakan  adalah serangan virus corona, semua media memberitakan virus yang  berasal dari Wuhan,  China. 

Seorang dokter di sebuah rumah sakit di provinsi Hubei China, pusat wabah virus corona, telah meninggal akibat virus tersebut, China Global Television Network melaporkan dalam sebuah tweet pada Sabtu (25 Januari).

Sungguh sangat mengkhawatirkan bila sampai masuk ke dalam negeri tercinta ini. Semoga para petugas ,khusus bagian kesehatan mampu membendung serangan virus corona tersebut.

Anggota staf kesehatan menggunakan baju pelindung di sebuah RS di Wuhan (photo:AFP)
 
Jangankan virus corona, virus influenza saja bila menyerang lansia dampaknya lebih parah dibandingkan dengan yang usianya lebih muda. Pada lansia bisa menyebabkan komplikasi lalu berakhir dengan kematian. 

Pada umumnya, setelah orang memasuki lansia kekebalan tubuh menurun. Itu sebab lansia lebih rentan terkena virus influenza seperti disampaikan Wakil Ketua Indonesian Influenza F, Samsuridjal Djauzi.(liputan6.com/health)

Super Lansia, Tidak Tangguh

Lansia Super Tangguh

       Lanjut Usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas (Permensos no.5 tahun 2018 ayat 1),Indonesia mengalami peningkatan jumlah lansia setiap tahun sehingga diperkirakan berdampak ,baik positif maupun negatif. 

Lansia tangguh adalah seseorang atau kelompok lansia yang tetap sehat (baik fisik, sosial dan mental), mandiri, aktif dan produktif. Mencapai optimalisasi masa tuanya secara berkualitas dengan rasa aman yang didukung lingkungan nyaman (BKKBN).

Kemudian bila ada Lansia Tangguh tetapi memiliki kemampuan produktif secara nasional  maka menurut LPC ,Lansia tersebut layak dan kalau boleh disebut Super Lansia Tangguh. karena dengan usia di atas 60 tahun masih mampu mengabdi dan memimpin negara.

Indonesia memiliki banyak Super Lansia Tangguh. Saat ini pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, mereka sangat menonjol, Wapres Ma'ruf Amin, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Agama Fachrul Razi, Menko Maritim dan investasi Luhut Binsar Panjaitan

Mereka sangat inspiratif dan mendorong para lansia di tanah air untuk terus berkiprah meski usia sudah sepuh. Bukan halangan bila masih mampu mengabdi untuk nusa dan bangsa.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Menhan Prabowo Subianto (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Menteri Agama Fachrul Razi (Photo Kemenag for Times Indonesia)













Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan(CNBC Indonesia)





Baca: Hati-hati Virus menyerang lansia

Sunday, 19 January 2020

[MISTERI LAMA TERUNGKAP!] Mengapa Nenek Selalu Identik dengan “Nenek Sihir” Sejak Zaman Dahulu?

Pendahuluan

Sejak dahulu, banyak cerita rakyat menggambarkan sosok nenek sebagai tokoh misterius. Ada nenek tua tinggal di hutan, nenek yang dianggap memiliki ilmu gaib, hingga gambaran “nenek sihir” dalam dongeng anak-anak.

Mulai dari cerita Eropa, Asia, hingga Nusantara, sosok perempuan tua sering muncul sebagai figur yang menakutkan. Banyak lansia bertanya-tanya:

“Mengapa bukan kakek yang lebih sering disebut penyihir? Mengapa nenek selalu dikaitkan dengan hal mistis?”

Pertanyaan ini ternyata memiliki jawaban yang panjang, rumit, dan berkaitan dengan sejarah manusia selama ratusan tahun.

Nenek gayung    (sumber:ceritaseramhoror.blogspot.com)

Yang menarik, di balik citra “nenek sihir”, sebenarnya banyak perempuan lansia dahulu justru adalah penyembuh tradisional, penjaga pengetahuan herbal, dan orang bijak di desa.

Artikel ini akan membahas misteri tersebut secara tenang, ilmiah, dan mudah dipahami.

Asal Mula Gambaran “Nenek Sihir”

1. Perempuan Tua Dahulu Sering Hidup Sendiri

Pada zaman dahulu, angka harapan hidup tidak setinggi sekarang. Banyak perempuan menjadi janda di usia tua dan tinggal sendirian.

Karena hidup sendiri, mereka sering dianggap berbeda dari masyarakat umum.

Rumah yang terpencil, kebiasaan berbicara sendiri, memelihara kucing, atau meracik tanaman obat membuat masyarakat zaman dulu mudah curiga.

Di era ketika ilmu pengetahuan belum berkembang, sesuatu yang tidak dipahami sering dianggap mistis.

2. Perempuan Lansia Menguasai Ilmu Herbal

Dahulu, belum ada rumah sakit modern seperti sekarang. Banyak masyarakat bergantung pada perempuan tua yang memahami:

  • tanaman obat,
  • ramuan tradisional,
  • cara membantu persalinan,
  • pengobatan alami.

Namun ironisnya, kemampuan tersebut justru membuat sebagian orang takut.

Ketika ada pasien meninggal atau penyakit tidak sembuh, masyarakat kadang mencari kambing hitam. Perempuan tua yang memahami pengobatan tradisional sering dituduh memiliki ilmu hitam.

Pengaruh Dongeng dan Cerita Rakyat

3. Dongeng Lama Membentuk Imajinasi Anak-anak

Tokoh seperti:

  • penyihir tua,
  • nenek penjaga hutan,
  • perempuan tua pemakan anak,
  • nenek bertongkat dan berjubah hitam,

sering digunakan dalam dongeng untuk memberi pelajaran moral kepada anak-anak.

Contohnya:

  • nenek sihir dalam rumah permen,
  • perempuan tua penjaga hutan,
  • tokoh penyihir dalam legenda Eropa.

Tujuannya sebenarnya agar anak-anak:

  • tidak keluar malam,
  • tidak masuk hutan sembarangan,
  • tidak berbicara dengan orang asing.

Namun karena cerita ini diwariskan turun-temurun, citra “nenek menyeramkan” akhirnya melekat kuat dalam budaya populer.

Faktor Psikologis Manusia

4. Wajah Tua Sering Dianggap Misterius oleh Otak Manusia

Secara psikologis, manusia cenderung takut pada sesuatu yang:

  • tidak familiar,
  • sulit ditebak,
  • terlihat berbeda.

Keriput, mata yang dalam, tubuh membungkuk, dan ekspresi serius pada lansia kadang dianggap menakutkan oleh anak-anak kecil.

Padahal itu hanyalah proses alami penuaan.

Film-film horor modern kemudian memperkuat gambaran ini dengan menggunakan sosok nenek sebagai karakter menyeramkan.

Pada Kenyataannya, Banyak “Nenek Sihir” Adalah Perempuan Bijak

5. Banyak Ditakuti Karena Terlalu Pintar di Zamannya

Sejarah menunjukkan bahwa banyak perempuan tua dahulu sebenarnya:

  • tabib,
  • perawat,
  • ahli tanaman obat,
  • penasihat desa,
  • penjaga tradisi.

Tetapi pada masa tertentu, perempuan yang dianggap terlalu berbeda atau terlalu berpengetahuan bisa dicurigai.

Di beberapa negara Eropa abad pertengahan, ribuan perempuan tua bahkan dihukum karena dituduh sebagai penyihir, padahal banyak yang tidak bersalah.

Contoh Kasus Sosial di Kehidupan Nyata

Kisah “Mbah Sri” di Desa

Di sebuah desa kecil, tinggal seorang nenek bernama Mbah Sri. Ia dikenal pendiam dan tinggal sendiri sejak suaminya meninggal.

Karena memahami tanaman obat, warga sering meminta bantuannya saat sakit ringan.

Namun suatu hari, ketika ada warga jatuh sakit parah, muncul gosip bahwa Mbah Sri memiliki “ilmu aneh”.

Anak-anak mulai takut melewati rumahnya. Beberapa warga bahkan menjauhinya.

Padahal setelah diperiksa, penyakit warga tersebut berasal dari infeksi biasa, bukan hal mistis.

Beberapa tahun kemudian, masyarakat baru sadar bahwa Mbah Sri sebenarnya hanya seorang perempuan tua baik hati yang memahami pengobatan tradisional.

Kisah seperti ini pernah terjadi di banyak tempat dan menjadi contoh bagaimana ketakutan bisa mengalahkan logika.

Mengapa Sosok Nenek Tetap Muncul di Film Horor?

6. Karena Efek Psikologisnya Sangat Kuat

Industri film memahami bahwa sosok lansia dapat memunculkan rasa:

  • misterius,
  • sepi,
  • kesendirian,
  • kematian,
  • ketidakpastian.

Karena itu, karakter nenek sering digunakan dalam film horor psikologis.

Padahal di kehidupan nyata, mayoritas nenek justru:

  • penuh kasih,
  • sabar,
  • penyayang cucu,
  • sumber nasihat keluarga.

Pandangan Modern Mulai Berubah

Kini banyak masyarakat mulai memahami bahwa stereotip “nenek sihir” adalah hasil budaya lama, bukan kenyataan.

Banyak film dan buku modern mulai menggambarkan lansia sebagai:

  • sosok bijak,
  • kuat,
  • penyembuh,
  • penjaga keluarga,
  • sumber pengalaman hidup.

Kesadaran ini penting agar lansia tidak lagi dipandang dengan prasangka atau ketakutan yang tidak masuk akal.

Pelajaran Penting untuk Generasi Sekarang

Ada pelajaran besar dari cerita ini:

Jangan mudah menilai seseorang hanya dari usia, penampilan, atau gosip masyarakat.

Kadang orang yang terlihat “aneh” sebenarnya hanya:

  • kesepian,
  • berbeda,
  • lebih pendiam,
  • atau memiliki pengalaman hidup yang tidak dimiliki orang lain.

Lansia bukan simbol ketakutan.

Mereka adalah perpustakaan hidup yang menyimpan pengalaman panjang tentang keluarga, perjuangan, dan kehidupan.

Penutup

Mengapa nenek sering identik dengan “nenek sihir”?

Jawabannya berasal dari campuran:

  • sejarah,
  • ketakutan manusia,
  • budaya lama,
  • dongeng rakyat,
  • dan kurangnya pemahaman pada masa lalu.

Namun di balik semua itu, banyak perempuan lansia sebenarnya adalah sosok bijak yang berjasa besar dalam masyarakat.

Karena itu, penting bagi generasi sekarang untuk melihat lansia dengan rasa hormat, bukan prasangka.

Sebab sering kali, di balik wajah tua yang dianggap misterius, tersimpan hati yang lembut dan pengalaman hidup yang sangat berharga.

Responsive Grid Lansia Premium

#lpclansia

Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.

Tonton →

#KesehatanLansia

Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.

Lihat →

#TipsLansiaSehat

Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Cek →

Jelajahi LPC Lansia

Artikel Populer

[HACKING EMOSI] Bukan Cuma Perasaan! Ini Tombol Kimia di Otak yang 'Memaksa' Anda Terus Sedih

Kesedihan adalah emosi yang sangat manusiawi. Namun, di balik rasa perih di dada, ada cara untuk menyelesaikan...

Baca Selengkapnya

BUKAN AMBISI, TAPI TEKAD BESI: Benarkah Usia Joe Biden Justru Jadi Senjata Rahasia Kekuatan Politiknya?

Tidak semua orang menjadi besar karena hidupnya mulus, Sebagian justru tumbuh karena tekad yang membaja...

Baca Selengkapnya

[BACA SEBELUM FATAL!] 7 Penataan Furnitur yang Diam-Diam 'Mematikan' Lansia: Ubah Sekarang Juga!

Sebagian besar kasus jatuh pada lansia tidak disebabkan oleh penyakit serius, melainkan penataan furnitur...

Baca Selengkapnya

Sumber

  1. Women Who Run With the Wolves
  2. Caliban and the Witch
  3. Psikologi Sosial
  4. Antropologi Budaya
  5. Penelitian sejarah tentang perburuan penyihir di Eropa abad pertengahan.
  6. Kajian folklor dan cerita rakyat Eropa serta Nusantara.