xmlns:og='http://ogp.me/ns#' LPC- Lansia Preneurship Community: telinga
Showing posts with label telinga. Show all posts
Showing posts with label telinga. Show all posts

Thursday, 9 April 2026

Sering Menganggap Telinga Berdenging Hal Biasa? Siap-siap, Bahaya Ini Mengintaimu!

Pendahuluan

Telinga Berdenging Tiba-Tiba? Ini Penjelasannya

Pernahkah Anda merasakan telinga berdenging tiba-tiba, padahal tidak ada suara apa pun di sekitar?

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut tinnitus.
Perlu dipahami, tinnitus bukan penyakit, melainkan tanda bahwa ada gangguan pada telinga atau saraf pendengaran.

Tinnitus dapat terjadi pada segala usia.
(Sumber: foto-grup)

Bunyi ini bisa hanya sebentar, atau berlangsung lama. Ada yang ringan, ada juga yang sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini cukup sering dialami orang dewasa, terutama pada usia lanjut.

👉 Jangan Lupa Artikel Ini

Apa Itu Tinnitus?

Tinnitus adalah suara yang terdengar tanpa sumber dari luar.

Bunyi yang dirasakan bisa berupa:

  • Denging
  • Desis
  • Siulan
  • Gemuruh
  • Detakan seperti denyut

Suara ini bisa:

  • Hanya di satu telinga
  • Di kedua telinga
  • Atau terasa dari dalam kepala

Tonton di YouTube & Subscribe

Penyebab Umum Telinga Berdenging

Berikut beberapa penyebab yang sering terjadi:

1. Terlalu Sering Mendengar Suara Keras

Misalnya:

  • Musik terlalu keras
  • Suara mesin
  • Ledakan

Suara keras dapat membuat bagian halus di dalam telinga menjadi lelah atau rusak.

2. Kotoran Telinga Menumpuk

Kotoran telinga yang mengeras bisa:

  • Menyumbat telinga
  • Menekan bagian dalam telinga

Akibatnya muncul bunyi denging.
Biasanya akan hilang setelah dibersihkan oleh tenaga medis.

3. Perubahan Tekanan Udara

Sering terjadi saat:

  • Naik pesawat
  • Menyelam
  • Naik gunung

Gejalanya:

  • Telinga terasa penuh
  • Denging
  • Pendengaran agak berkurang sementara

4. Masalah Sendi Rahang

Letak sendi rahang sangat dekat dengan telinga.
Jika ada gangguan, bisa menjalar dan menimbulkan denging.

Contohnya:

  • Sering mengatupkan gigi saat stres
  • Nyeri rahang

5. Efek Samping Obat

Beberapa obat dapat memengaruhi pendengaran, terutama jika digunakan lama atau dosis tinggi, seperti:

  • Obat nyeri tertentu
  • Antibiotik tertentu
  • Obat khusus lainnya

6. Faktor Usia & Penyakit (Penting untuk Lansia)

a. Penurunan Pendengaran karena Usia
Seiring bertambahnya usia, pendengaran bisa menurun.
Ini sering disertai denging di telinga.

b. Tekanan Darah Tinggi
Aliran darah yang tidak stabil bisa menimbulkan bunyi seperti detakan di telinga.

Perbandingan-telinga-normal-dengan-telinga-berdenging(Tinnitus)
(Sumber: image-ai)

⚠️ Banyak lansia tidak sadar tanda ini…

👉 BACA PENJELASAN LENGKAPNYA DI SINI

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke dokter THT jika:

  • Denging hanya di satu telinga
  • Disertai pusing berputar
  • Tidak hilang lebih dari 1 minggu
  • Muncul setelah cedera kepala
  • Semakin keras atau mengganggu tidur

Lebih cepat diperiksa, lebih baik untuk mencegah gangguan yang lebih berat.

Misteri Lansia

Cara Sederhana Mengurangi Denging

Anda bisa mencoba:

  • Menghindari tempat yang terlalu bising
  • Mengelola stres (tarik napas dalam, relaksasi)
  • Tidak mengorek telinga dengan benda tajam
  • Mendengarkan suara lembut (misalnya suara alam)
  • Menjaga tekanan darah tetap stabil

Penutup

Telinga berdenging adalah hal yang cukup umum, terutama pada usia lanjut.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, dari hal ringan hingga kondisi kesehatan tertentu.

Walaupun sering tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperhatikan.
Jika berlangsung lama atau mengganggu, sebaiknya segera diperiksakan.

Dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan yang tepat, tinnitus bisa dikendalikan agar tidak semakin mengganggu.

Responsive Grid Lansia Premium

#lpclansia

Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.

Tonton →

#lansiaSehat

Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.

Lihat →

#TipsSehat

Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Cek →

Jelajahi LPC Lansia

 Artikel Populer

Peran Mikrobioma Usus sebagai “The Second Brain”

Gangguan kesehatan mental yang terjadi pada usia lanjut dan sering kali tidak terdiagnosis,...

Baca Selengkapnya

DARI PENJARA ke PUNCAK KUASA: Rahasia Ketabahan Anwar Ibrahim, PM Malaysia yang Bangkit di Usia Senja

Perjalanan hidupnya bukan sekadar kisah politik, melainkan kronik keteguhan, ketabahan moral,...

Baca Selengkapnya

[STOP PAKAI KERAMIK BIASA!] Ini 5 Jenis Lantai Anti-Slip TERBAIK yang Jamin Kamar Mandi Lansia 100% Bebas Cedera Fatal

Lansia adalah kelompok yang paling rentan mengalami cedera akibat jatuh di kamar mandi,...

Baca Selengkapnya
Senior Berprestasi Di Seluruh Dunia

Siapa Saja Senior Berprestasi yang Anda Kenal!

Lansia Sukses
Senior Berprestasi Di Seluruh Dunia

Alat Ini Sering Dibutuhkan Oleh Senior!

Lansia Sukses

Sumber:

  1. Mayo Clinic.
    Tinnitus: Symptoms and Causes.

  2. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD).
    What Is Tinnitus?

  3. American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery.
    Tinnitus.

  4. Cleveland Clinic.
    Tinnitus (Ringing in the Ears).

  5. World Health Organization (WHO).
    Deafness and Hearing Loss.

  6. Harvard Medical School – Health Publishing.
    Understanding Tinnitus.








Sunday, 29 March 2026

8 Mitos dan Fakta Seputar Tinnitus: Jangan Salah Kaprah tentang Telinga Berdenging

 Pendahuluan

Telinga berdenging atau tinnitus sering kali menimbulkan kekhawatiran. Banyak orang langsung mengaitkannya dengan penyakit serius, gangguan saraf berat, atau bahkan “pertanda buruk”. Di sisi lain, ada pula anggapan bahwa tinnitus adalah kondisi sepele yang pasti akan hilang sendiri.

Tinnitus dapat terjadi pada orang muda maupun lansia.
(Sumber: foto grup)

Sayangnya, banyak mitos yang beredar di masyarakat justru membuat penderita salah mengambil langkah—baik terlalu panik maupun terlalu mengabaikan gejala. Artikel ini membahas mitos dan fakta seputar tinnitus berdasarkan pengetahuan medis terkini, agar Anda dapat memahami kondisi ini secara tepat dan mengambil keputusan yang bijak.

Tonton di YouTube & Subscribe

Apa Itu Tinnitus? (Pengingat Singkat)

Secara medis, tinnitus bukanlah penyakit, melainkan gejala berupa persepsi suara (denging, desis, siulan, atau gemuruh) tanpa adanya sumber suara dari luar.
Tinnitus berkaitan dengan gangguan pada:

  • Telinga dalam

  • Saraf pendengaran

  • Pusat pemrosesan suara di otak

Mitos-dan-fakta-tentang-Tinnitus-pada-telinga
(Sumber: image-ai)

Mitos dan Fakta Seputar Tinnitus

Mitos 1: Semua Tinnitus Pasti Berbahaya

❌ Mitos

✅ Fakta:
Sebagian besar kasus tinnitus tidak berbahaya dan bersifat sementara, misalnya akibat kelelahan, stres, atau paparan suara keras. Namun, tinnitus tetap perlu dievaluasi jika berlangsung lama atau disertai gejala lain seperti pusing atau gangguan pendengaran.

Mitos 2: Tinnitus Adalah Penyakit

❌ Mitos

✅ Fakta:
Tinnitus adalah gejala, bukan penyakit. Artinya, ada kondisi lain yang mendasarinya, seperti:

  • Penurunan pendengaran

  • Infeksi telinga

  • Tekanan darah tinggi

  • Efek samping obat

Menangani penyebabnya sering kali membantu mengurangi tinnitus.

Mitos 3: Tinnitus Hanya Dialami Lansia

❌ Mitos

✅ Fakta:
Meskipun lebih sering terjadi pada lansia, tinnitus dapat dialami oleh semua usia, termasuk:

  • Remaja yang sering menggunakan earphone dengan volume tinggi

  • Pekerja di lingkungan bising

  • Individu dengan stres tinggi

Mitos 4: Tinnitus Tidak Bisa Diobati Sama Sekali

❌ Mitos

✅ Fakta:
Tidak semua tinnitus bisa “disembuhkan” sepenuhnya, tetapi banyak kasus dapat dikendalikan dan dikurangi melalui:

  • Penanganan penyebab medis

  • Terapi suara (sound therapy)

  • Manajemen stres

  • Alat bantu dengar (pada kasus tertentu)

Banyak penderita dapat hidup normal dengan tinnitus yang terkelola baik.

Mitos 5: Jika Dibiarkan, Tinnitus Akan Hilang Sendiri

❌ Mitos

✅ Fakta:
Tinnitus ringan memang bisa hilang sendiri. Namun, tinnitus yang menetap lebih dari beberapa hari hingga minggu perlu diperiksa, karena bisa menjadi tanda gangguan pendengaran atau kondisi kesehatan lain.


Mitos 6: Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud Bisa Mengatasi Tinnitus

❌ Mitos

✅ Fakta:
Membersihkan telinga dengan cotton bud justru:

  • Mendorong kotoran lebih dalam

  • Berisiko melukai saluran telinga

Jika tinnitus disebabkan oleh penumpukan serumen, pembersihan harus dilakukan oleh tenaga medis.

Mitos 7: Tinnitus Selalu Berasal dari Telinga

❌ Mitos

✅ Fakta:
Tinnitus juga dapat berasal dari:

  • Sistem saraf pusat

  • Pembuluh darah (tinnitus pulsatile)

  • Gangguan sendi rahang (TMJ)

  • Masalah leher dan postur

Artinya, sumber tinnitus tidak selalu berada di telinga.

Mitos 8: Menghindari Suara Sama Sekali Akan Menghilangkan Tinnitus

❌ Mitos

✅ Fakta:
Lingkungan yang terlalu hening justru membuat tinnitus terasa lebih jelas.
Pendekatan yang lebih efektif adalah menggunakan:

  • Suara latar lembut (white noise)

  • Musik instrumental pelan

untuk membantu otak mengalihkan fokus dari dengingan.

Kapan Tinnitus Perlu Diwaspadai?

Segera konsultasi ke dokter THT jika:

  • Tinnitus hanya terjadi di satu telinga

  • Disertai vertigo atau gangguan keseimbangan

  • Denging semakin keras

  • Tinnitus muncul setelah cedera kepala

  • Tinnitus mengganggu tidur dan kualitas hidup

Penutup

Tinnitus sering diselimuti berbagai mitos yang menyesatkan. Faktanya, tinnitus adalah gejala yang umum dan sering dapat dikelola dengan baik, terutama jika dipahami sejak awal.

Dengan membedakan mitos dan fakta, Anda dapat:

  • Menghindari kepanikan berlebihan

  • Tidak menyepelekan gejala penting

  • Mengambil langkah medis dan gaya hidup yang tepat

Pemahaman yang benar adalah langkah pertama untuk mengendalikan tinnitus dan menjaga kualitas hidup, terutama pada usia lanjut.


#LPCLansia  #KesehatanLansia  #TipsLansiaSehat


Artikel Populer

Peran Mikrobioma Usus sebagai “The Second Brain”

Gangguan kesehatan mental yang terjadi pada usia lanjut dan sering kali tidak terdiagnosis,...

Baca Selengkapnya

DARI PENJARA ke PUNCAK KUASA: Rahasia Ketabahan Anwar Ibrahim, PM Malaysia yang Bangkit di Usia Senja

Perjalanan hidupnya bukan sekadar kisah politik, melainkan kronik keteguhan, ketabahan moral,...

Baca Selengkapnya

[STOP PAKAI KERAMIK BIASA!] Ini 5 Jenis Lantai Anti-Slip TERBAIK yang Jamin Kamar Mandi Lansia 100% Bebas Cedera Fatal

Lansia adalah kelompok yang paling rentan mengalami cedera akibat jatuh di kamar mandi,...

Baca Selengkapnya
👉 Jangan Lewatkan Artikel Ini

Sumber

  1. Mayo Clinic.
    Tinnitus: Symptoms and Causes.

  2. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD).
    What Is Tinnitus?

  3. American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery.
    Tinnitus Overview.

  4. Cleveland Clinic.
    Ringing in the Ears (Tinnitus).

  5. World Health Organization (WHO).
    Deafness and Hearing Loss.

Wednesday, 13 December 2023

Lansia Mendengar Perkataan tetapi Beda Pengertian

        Istilah umum yang dapat digunakan untuk menggambarkan situasi ketika apa yang didengar berbeda dengan pengertiannya adalah "auditory processing disorder" atau "central auditory processing disorder" (Gangguan Pemrosesan Auditori atau Gangguan Pemrosesan Auditori Pusat). Gangguan ini terjadi ketika ada kesulitan dalam pemrosesan informasi auditif di otak, sehingga individu mungkin mengalami hambatan dalam mengenali, memahami, atau menginterpretasikan suara secara tepat.

Gangguan pemrosesan auditori dapat diderita oleh orang dewasa atau lansia
(Sumber: foto pens 49 ceria)

Jika memiliki gangguan pemrosesan auditori, lansia mungkin:

  • Butuh waktu lebih lama untuk membalas seseorang yang berbicara.
  • Sering kali membutuhkan orang lain untuk mengulanginya.
  • Tidak mengerti sarkasme atau lelucon.

Gangguan pemrosesan pendengaran adalah jenis gangguan pendengaran yang disebabkan oleh sesuatu yang memengaruhi bagian otak yang memproses cara mendengar. Kerusakan telinga menyebabkan gangguan pendengaran jenis lain.

Gangguan pendengaran dapat melibatkan kesulitan mendengar suara dengan jelas atau kurangnya pemahaman terhadap apa yang didengar. Sementara itu, gangguan kognitif seperti demensia dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk memproses dan memahami informasi dengan benar.

Faktor penyebab perbedaan antara apa yang didengar oleh lansia dan pengertian mereka:

Penurunan Pendengaran

Lansia cenderung mengalami penurunan pendengaran alami, yang dapat menyebabkan kesulitan mendengar atau memahami suara dengan jelas.

Gangguan Kognitif 

Gangguan kognitif, seperti demensia, dapat memengaruhi pemrosesan informasi dan interpretasi suara.

Keterbatasan Perhatian

Lansia mungkin mengalami kesulitan mempertahankan perhatian, sehingga pemahaman terhadap informasi yang didengar menjadi terbatas.

Lansia sulit mempertahankan perhatian sehingga terbatas pemahaman.
(Sumber: foto pens 49 ceria)

 Kurangnya Konteks atau Keterkaitan 

Kesulitan dalam menghubungkan informasi yang didengar dengan konteks atau pengalaman sebelumnya dapat memengaruhi pemahaman.

Efek Samping Obat

Beberapa obat yang dikonsumsi lansia dapat memiliki efek samping yang memengaruhi fungsi pendengaran atau kognitif.

Gangguan Proses Bahasa 

Gangguan seperti afasia atau gangguan pemrosesan bahasa dapat memengaruhi pemahaman terhadap kata-kata atau frasa.

Isolasi Sosial 

Isolasi sosial dapat menyebabkan kurangnya stimulasi dan pelatihan untuk pendengaran dan pemahaman yang baik.

💬Identifikasi penyebab spesifik perbedaan antara apa yang didengar dan dipahami oleh lansia, sehingga dapat diberikan dukungan dan penanganan yang sesuai. 

Cara mencegah lansia dari gangguan mendengar 

Pemeriksaan Pendengaran Rutin

Lakukan pemeriksaan pendengaran secara rutin untuk mendeteksi perubahan sejak dini. Segera konsultasikan dengan ahli audiologi jika ada masalah pendengaran.

Hindari Kebisingan Berlebihan

Upaya untuk mengurangi paparan terhadap kebisingan tinggi dapat membantu menjaga kesehatan pendengaran.

Menjauh dari kebisingan tinggi, baik untuk pendengaran.
(Sumber: foto pens 49 ceria)

Gunakan Pelindung Telinga

Saat berada di lingkungan berisik, seperti di dekat mesin atau di konser, gunakan pelindung telinga untuk mengurangi risiko kerusakan pendengaran.

Pahami Efek Samping Obat

Jika lansia mengonsumsi obat-obatan tertentu, periksa dengan dokter tentang kemungkinan efek samping yang dapat memengaruhi pendengaran atau pengertian.

Stimulasi Kognitif

Latihan kognitif, seperti teka-teki, membaca, dan aktivitas yang merangsang otak, dapat membantu mempertahankan fungsi kognitif dan kemampuan pemahaman.

Promosikan Gaya Hidup Sehat

Menerapkan gaya hidup sehat, termasuk diet seimbang, olahraga teratur, dan tidur yang cukup, dapat mendukung kesehatan fisik dan kognitif.

Hindari Isolasi Sosial

Aktivitas sosial dan interaksi dapat membantu menjaga kesehatan mental dan memelihara kemampuan komunikasi.

Penggunaan Alat Bantu Pendengaran

Jika diperlukan, pertimbangkan penggunaan alat bantu pendengaran untuk memperbaiki atau mengatasi masalah pendengaran.

Latihan Pemahaman

Terlibat dalam latihan yang merangsang pemahaman, seperti membaca buku, mendengarkan cerita, atau berpartisipasi dalam percakapan, dapat membantu menjaga kemampuan pemahaman.

        Mengatasi masalah mendengar dan perbedaan dalam pengertian pada lansia melibatkan pendekatan yang holistik dan mungkin melibatkan berbagai metode terapi dan intervensi. 

Cara mengobati gangguan mendengar yang dapat dilakukan

Pemeriksaan Kesehatan Pendengaran

Konsultasikan dengan ahli audiologi atau spesialis pendengaran untuk pemeriksaan mendalam dan penentuan solusi yang sesuai, seperti alat bantu pendengaran.

Manajemen Kesehatan Fisik

Jaga kesehatan fisik secara menyeluruh, termasuk mengelola penyakit kronis yang mungkin memengaruhi pendengaran dan fungsi kognitif.

Terapi Wicara atau Audiologi

Terapis wicara atau ahli audiologi dapat membantu melatih kemampuan komunikasi dan memberikan dukungan dalam mengatasi masalah pendengaran dan pemahaman.

Pendidikan Keluarga dan Caregiver

Melibatkan keluarga dan caregiver dalam proses perawatan dan memberikan edukasi tentang cara terbaik berkomunikasi dengan lansia yang mengalami masalah pendengaran dan pemahaman.

Latihan Kognitif

Latihan kognitif seperti teka-teki, permainan memori, dan kegiatan intelektual lainnya dapat membantu menjaga fungsi kognitif dan kemampuan pemahaman.

Penggunaan Alat Bantu Teknologi

Memanfaatkan teknologi seperti perangkat lunak penerjemah suara atau aplikasi khusus dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi.

Gunakan IT untuk komunikasi yang baik.
(Sumber: foto pens 49 ceria)

Rehabilitasi Audiologi:

Program rehabilitasi audiologi dapat membantu lansia mengembangkan strategi kompensasi untuk mengatasi kesulitan pendengaran dan pemahaman.

Dukungan Psikologis:

Terapi psikologis atau dukungan konseling dapat membantu lansia mengatasi perasaan frustrasi atau isolasi yang mungkin timbul akibat masalah pendengaran dan pemahaman.

Penyesuaian Lingkungan:

Menyesuaikan lingkungan untuk meminimalkan kebisingan, menggunakan pencahayaan yang baik, dan memastikan bahwa komunikasi dilakukan dengan jelas dapat membantu dalam proses komunikasi.

Setiap individu memiliki kebutuhan unik. Konsultasikan dengan profesional kesehatan yang berkompeten untuk penilaian dan rencana perawatan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan spesifik lansia.


Responsive Grid Lansia Premium

#lpclansia

Tonton info Singkat ini. Beberapa Penyakit memiliki Tanda

Tonton →

#KesehatanLansia

Jangan Lewatkan Info Kesehatan Lansia. Agar tidak terlambat ke dokter

Lihat →

#TipsLansiaSehat

Info Organ Tubuh Lansia. Memahami yang terjadi pada tubuh.

Cek →

Jelajahi LPC Lansia

Sumber:

1.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/auditory-processing-disorder/symptoms-causes 

2.https://www.additudemag.com/auditory-processing-disorder-in-adults/

3.https://www.verywellhealth.com/auditory-processing-disorder-in-adults-1048289

4.https://auditorycenter.com/symptoms-of-auditory-processing-disorder-apd/adults-with-apd/

5.https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24938-auditory-processing-disorder