xmlns:og='http://ogp.me/ns#' LPC- Lansia Preneurship Community: January 2020

Tuesday, 28 January 2020

IBU KOTA PINDAH, SIAPKAH LANSIA IKUT BERPINDAH? Kisah Adaptasi Besar yang Jarang Dibicarakan di Balik Megaproyek Nusantara

Pendahuluan

Bayangkan, Sobat Lansia. Anak-anak yang dahulu tumbuh dan dibesarkan dengan penuh perjuangan kini telah dewasa, berkeluarga, dan memiliki rumah sendiri. Ketika mereka pindah ke rumah baru, tentu banyak hal yang harus dipersiapkan: kursi, meja, tempat tidur, peralatan dapur, kamar mandi, taman, hingga garasi.

Semar simbol Lansia yang Bijak ,postur tubuhnya mirip Pulau Kalimantan
(Seword.Com)

Jika dana mencukupi, semua kebutuhan rumah dapat segera dilengkapi. Namun jika dana terbatas, perlengkapan tersebut biasanya hadir secara bertahap. Bahkan setelah rumah siap dihuni, masih ada satu tantangan yang tidak dapat dibeli dengan uang, yaitu proses beradaptasi dengan lingkungan baru.

Tetangga baru, budaya baru, akses layanan yang berbeda, hingga rasa aman dan nyaman yang belum tentu langsung dirasakan menjadi bagian dari proses penyesuaian.

Jika perpindahan rumah saja membutuhkan adaptasi, bagaimana dengan perpindahan ibu kota negara yang melibatkan jutaan orang, ribuan institusi, dan perubahan besar dalam kehidupan sosial, ekonomi, budaya, serta lingkungan?

Inilah pertanyaan penting yang perlu direnungkan oleh para lansia dan calon lansia Indonesia.

Ketika Negara Pindah Rumah: Proyek Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur merupakan salah satu proyek pembangunan terbesar dalam sejarah Indonesia.

Lokasi ibu kota baru berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Bagi sebagian masyarakat, perpindahan ini mungkin dipandang sebagai pembangunan fisik semata. Namun bagi lansia, perpindahan pusat pemerintahan juga berarti perubahan ekosistem sosial yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Perubahan besar sering kali membawa dua sisi sekaligus: peluang dan tantangan.

Tahapan Pemindahan Ibu Kota Negara

Berdasarkan dokumen perencanaan pemerintah, pembangunan ibu kota baru dilakukan secara bertahap.

Tahap Persiapan (2020)

Pada tahap awal pemerintah menyiapkan berbagai regulasi sebagai dasar hukum pembangunan ibu kota baru.

Selain itu dilakukan:

  • Pembentukan lembaga khusus pembangunan ibu kota.

  • Penyusunan master plan kota.

  • Perencanaan teknis kawasan.

Tahap ini menjadi fondasi yang menentukan arah pembangunan jangka panjang.

Tahap Penyediaan Lahan dan Perencanaan Teknis (2021)

Pemerintah mulai:

  • Menyediakan lahan pembangunan.

  • Menyusun Detail Engineering Design (DED).

  • Melaksanakan groundbreaking atau peletakan batu pertama.

Tahap ini merupakan titik awal transformasi kawasan hutan menjadi pusat pemerintahan modern.

Tahap Pembangunan Awal (2022–2024)

Pembangunan difokuskan pada:

  • Kawasan inti pemerintahan.

  • Infrastruktur dasar.

  • Fasilitas prioritas.

Pada periode ini juga dimulai proses awal perpindahan sebagian fungsi pemerintahan dari Jakarta.

Tahap Pengembangan Kawasan (2025–2029)

Pembangunan diperluas mencakup:

  • Perumahan ASN, TNI, dan Polri.

  • Kawasan diplomatik.

  • Rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

  • Sekolah dan universitas.

  • Pusat riset dan teknologi.

  • Museum dan pusat kebudayaan.

  • Sarana olahraga.

  • Pusat perbelanjaan dan layanan publik.

Pada fase ini kehidupan kota mulai terbentuk secara nyata.

Tahap Penyempurnaan (2030–2045)

Pada tahap akhir, pemerintah merencanakan:

  • Kawasan metropolitan Nusantara.

  • Taman nasional dan konservasi orangutan.

  • Pengembangan konsep Forest City.

  • Kawasan permukiman masyarakat umum.

  • Integrasi dengan wilayah sekitar Kalimantan Timur.

Target akhirnya adalah menciptakan kota berkelanjutan yang modern dan ramah lingkungan.

Mengapa Lansia Perlu Memperhatikan Perpindahan Ibu Kota?

Banyak orang berpikir bahwa pembangunan ibu kota baru hanya berkaitan dengan aparatur negara atau dunia politik.

Padahal dampaknya jauh lebih luas.

Bagi lansia, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan.

1. Adaptasi Sosial

Lansia cenderung memiliki ikatan emosional yang kuat terhadap lingkungan tempat tinggal.

Perpindahan ke daerah baru dapat menimbulkan:

  • Perasaan kehilangan komunitas lama.

  • Kesepian.

  • Kesulitan membangun jaringan sosial baru.

Penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas hidup lansia.

2. Akses Pelayanan Kesehatan

Salah satu kebutuhan utama lansia adalah kemudahan akses kesehatan.

Pertanyaan yang perlu dipikirkan:

  • Apakah rumah sakit mudah dijangkau?

  • Apakah tersedia dokter spesialis geriatri?

  • Bagaimana sistem rujukannya?

Fasilitas kesehatan yang baik akan menentukan kenyamanan hidup lansia.

3. Adaptasi Lingkungan Fisik

Perbedaan iklim, kondisi geografis, dan tata kota dapat memengaruhi kesehatan lansia.

Sebagian lansia mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk beradaptasi dibandingkan kelompok usia muda.

4. Kesempatan Baru

Di sisi lain, pembangunan ibu kota baru juga membuka peluang:

  • Lingkungan yang lebih hijau.

  • Infrastruktur modern.

  • Transportasi yang lebih tertata.

  • Fasilitas publik yang lebih ramah lansia.

Jika dirancang dengan baik, Nusantara dapat menjadi salah satu kota yang mendukung penuaan sehat (healthy aging).

Apakah Lansia Akan Tinggal di Nusantara?

Jawabannya sangat bergantung pada kondisi masing-masing keluarga.

Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi:

  • Tinggal bersama anak yang bekerja di Nusantara.

  • Pindah setelah pensiun.

  • Menjadi pengunjung atau wisatawan.

  • Tetap tinggal di daerah asal dan hanya sesekali berkunjung.

Apa pun pilihannya, lansia perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang mungkin terjadi dalam beberapa dekade ke depan.

Semar dan Filosofi Kebijaksanaan Lansia

Dalam budaya Jawa, Semar sering digambarkan sebagai sosok tua yang sederhana tetapi penuh kebijaksanaan.

Menariknya, sebagian orang melihat kemiripan bentuk tubuh Semar dengan siluet Pulau Kalimantan.

Terlepas dari simbolisme tersebut, Semar mengajarkan satu hal penting: kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

Pelajaran ini sangat relevan bagi lansia Indonesia dalam menghadapi berbagai perubahan zaman, termasuk pembangunan ibu kota baru.

Pelajaran Penting bagi Sobat Lansia

Perpindahan ibu kota bukan hanya proyek pembangunan gedung dan jalan raya.

Lebih dari itu, perpindahan ini adalah perubahan besar dalam kehidupan bangsa yang akan berlangsung selama puluhan tahun.

Sobat lansia perlu mempersiapkan:

✅ Kesehatan fisik yang baik.

✅ Kesehatan mental yang kuat.

✅ Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.

✅ Kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.

✅ Hubungan sosial yang tetap terjaga.

Karena pada akhirnya, kualitas hidup lansia tidak hanya ditentukan oleh tempat tinggal, tetapi juga kemampuan menghadapi perubahan dengan bijaksana.

Penutup

Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju masa depan. Namun di balik gedung pemerintahan, jalan raya modern, dan kawasan hijau yang direncanakan, terdapat kisah manusia yang juga harus beradaptasi.

Bagi lansia, perpindahan ibu kota bukan sekadar berita pembangunan, melainkan refleksi tentang bagaimana menghadapi perubahan dalam kehidupan.

Mungkin sebagian dari kita akan tinggal di Nusantara, sebagian hanya berkunjung, dan sebagian lainnya hanya menyaksikan dari kejauhan. Namun satu hal yang pasti, perubahan akan terus datang.

Pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia siap pindah ibu kota, tetapi apakah kita siap beradaptasi dengan perubahan yang menyertainya.

Sebab lansia yang sehat bukanlah mereka yang menolak perubahan, melainkan mereka yang mampu menyambut perubahan dengan tenang, bijak, dan penuh harapan.

Responsive Grid Lansia Premium

#lpclansia

Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.

Tonton →

#KesehatanLansia

Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.

Lihat →

#TipsLansiaSehat

Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Cek →

Jelajahi LPC Lansia

Artikel Populer

HATI-HATI! Diamnya Orang Tua Bisa Jadi Tanda Depresi Geriatri yang Berakibat Fatal

Gangguan kesehatan mental yang terjadi pada usia lanjut dan sering kali tidak terdiagnosis,...

Baca Selengkapnya

DARI PENJARA ke PUNCAK KUASA: Rahasia Ketabahan Anwar Ibrahim, PM Malaysia yang Bangkit di Usia Senja

Perjalanan hidupnya bukan sekadar kisah politik, melainkan kronik keteguhan, ketabahan moral,...

Baca Selengkapnya

[STOP PAKAI KERAMIK BIASA!] Ini 5 Jenis Lantai Anti-Slip TERBAIK yang Jamin Kamar Mandi Lansia 100% Bebas Cedera Fatal

Lansia adalah kelompok yang paling rentan mengalami cedera akibat jatuh di kamar mandi,...

Baca Selengkapnya

Sumber

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.

  2. Kementerian PPN/Bappenas. Dokumen Perencanaan Ibu Kota Negara Nusantara.

  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Strategi Nasional Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia.

  4. World Health Organization (WHO). Decade of Healthy Ageing 2021–2030.

  5. United Nations Department of Economic and Social Affairs (UNDESA). World Population Ageing Report.

  6. Badan Pusat Statistik (BPS). Statistik Penduduk Lanjut Usia Indonesia.






 

Friday, 24 January 2020

Hati-hati Virus Menyerang Lansia


  Virus Menyerang Lansia      

           Berita hari ini yang sedang ramai dibicarakan  adalah serangan virus corona, semua media memberitakan virus yang  berasal dari Wuhan,  China. 

Seorang dokter di sebuah rumah sakit di provinsi Hubei China, pusat wabah virus corona, telah meninggal akibat virus tersebut, China Global Television Network melaporkan dalam sebuah tweet pada Sabtu (25 Januari).

Sungguh sangat mengkhawatirkan bila sampai masuk ke dalam negeri tercinta ini. Semoga para petugas ,khusus bagian kesehatan mampu membendung serangan virus corona tersebut.

Anggota staf kesehatan menggunakan baju pelindung di sebuah RS di Wuhan (photo:AFP)
 
Jangankan virus corona, virus influenza saja bila menyerang lansia dampaknya lebih parah dibandingkan dengan yang usianya lebih muda. Pada lansia bisa menyebabkan komplikasi lalu berakhir dengan kematian. 

Pada umumnya, setelah orang memasuki lansia kekebalan tubuh menurun. Itu sebab lansia lebih rentan terkena virus influenza seperti disampaikan Wakil Ketua Indonesian Influenza F, Samsuridjal Djauzi.(liputan6.com/health)

Super Lansia, Tidak Tangguh

Lansia Super Tangguh

       Lanjut Usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas (Permensos no.5 tahun 2018 ayat 1),Indonesia mengalami peningkatan jumlah lansia setiap tahun sehingga diperkirakan berdampak ,baik positif maupun negatif. 

Lansia tangguh adalah seseorang atau kelompok lansia yang tetap sehat (baik fisik, sosial dan mental), mandiri, aktif dan produktif. Mencapai optimalisasi masa tuanya secara berkualitas dengan rasa aman yang didukung lingkungan nyaman (BKKBN).

Kemudian bila ada Lansia Tangguh tetapi memiliki kemampuan produktif secara nasional  maka menurut LPC ,Lansia tersebut layak dan kalau boleh disebut Super Lansia Tangguh. karena dengan usia di atas 60 tahun masih mampu mengabdi dan memimpin negara.

Indonesia memiliki banyak Super Lansia Tangguh. Saat ini pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, mereka sangat menonjol, Wapres Ma'ruf Amin, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Agama Fachrul Razi, Menko Maritim dan investasi Luhut Binsar Panjaitan

Mereka sangat inspiratif dan mendorong para lansia di tanah air untuk terus berkiprah meski usia sudah sepuh. Bukan halangan bila masih mampu mengabdi untuk nusa dan bangsa.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Menhan Prabowo Subianto (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Menteri Agama Fachrul Razi (Photo Kemenag for Times Indonesia)













Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan(CNBC Indonesia)





Baca: Hati-hati Virus menyerang lansia

Sunday, 19 January 2020

[MISTERI LAMA TERUNGKAP!] Mengapa Nenek Selalu Identik dengan “Nenek Sihir” Sejak Zaman Dahulu?

Pendahuluan

Sejak dahulu, banyak cerita rakyat menggambarkan sosok nenek sebagai tokoh misterius. Ada nenek tua tinggal di hutan, nenek yang dianggap memiliki ilmu gaib, hingga gambaran “nenek sihir” dalam dongeng anak-anak.

Mulai dari cerita Eropa, Asia, hingga Nusantara, sosok perempuan tua sering muncul sebagai figur yang menakutkan. Banyak lansia bertanya-tanya:

“Mengapa bukan kakek yang lebih sering disebut penyihir? Mengapa nenek selalu dikaitkan dengan hal mistis?”

Pertanyaan ini ternyata memiliki jawaban yang panjang, rumit, dan berkaitan dengan sejarah manusia selama ratusan tahun.

Nenek gayung    (sumber:ceritaseramhoror.blogspot.com)

Yang menarik, di balik citra “nenek sihir”, sebenarnya banyak perempuan lansia dahulu justru adalah penyembuh tradisional, penjaga pengetahuan herbal, dan orang bijak di desa.

Artikel ini akan membahas misteri tersebut secara tenang, ilmiah, dan mudah dipahami.

Asal Mula Gambaran “Nenek Sihir”

1. Perempuan Tua Dahulu Sering Hidup Sendiri

Pada zaman dahulu, angka harapan hidup tidak setinggi sekarang. Banyak perempuan menjadi janda di usia tua dan tinggal sendirian.

Karena hidup sendiri, mereka sering dianggap berbeda dari masyarakat umum.

Rumah yang terpencil, kebiasaan berbicara sendiri, memelihara kucing, atau meracik tanaman obat membuat masyarakat zaman dulu mudah curiga.

Di era ketika ilmu pengetahuan belum berkembang, sesuatu yang tidak dipahami sering dianggap mistis.

2. Perempuan Lansia Menguasai Ilmu Herbal

Dahulu, belum ada rumah sakit modern seperti sekarang. Banyak masyarakat bergantung pada perempuan tua yang memahami:

  • tanaman obat,
  • ramuan tradisional,
  • cara membantu persalinan,
  • pengobatan alami.

Namun ironisnya, kemampuan tersebut justru membuat sebagian orang takut.

Ketika ada pasien meninggal atau penyakit tidak sembuh, masyarakat kadang mencari kambing hitam. Perempuan tua yang memahami pengobatan tradisional sering dituduh memiliki ilmu hitam.

Pengaruh Dongeng dan Cerita Rakyat

3. Dongeng Lama Membentuk Imajinasi Anak-anak

Tokoh seperti:

  • penyihir tua,
  • nenek penjaga hutan,
  • perempuan tua pemakan anak,
  • nenek bertongkat dan berjubah hitam,

sering digunakan dalam dongeng untuk memberi pelajaran moral kepada anak-anak.

Contohnya:

  • nenek sihir dalam rumah permen,
  • perempuan tua penjaga hutan,
  • tokoh penyihir dalam legenda Eropa.

Tujuannya sebenarnya agar anak-anak:

  • tidak keluar malam,
  • tidak masuk hutan sembarangan,
  • tidak berbicara dengan orang asing.

Namun karena cerita ini diwariskan turun-temurun, citra “nenek menyeramkan” akhirnya melekat kuat dalam budaya populer.

Faktor Psikologis Manusia

4. Wajah Tua Sering Dianggap Misterius oleh Otak Manusia

Secara psikologis, manusia cenderung takut pada sesuatu yang:

  • tidak familiar,
  • sulit ditebak,
  • terlihat berbeda.

Keriput, mata yang dalam, tubuh membungkuk, dan ekspresi serius pada lansia kadang dianggap menakutkan oleh anak-anak kecil.

Padahal itu hanyalah proses alami penuaan.

Film-film horor modern kemudian memperkuat gambaran ini dengan menggunakan sosok nenek sebagai karakter menyeramkan.

Pada Kenyataannya, Banyak “Nenek Sihir” Adalah Perempuan Bijak

5. Banyak Ditakuti Karena Terlalu Pintar di Zamannya

Sejarah menunjukkan bahwa banyak perempuan tua dahulu sebenarnya:

  • tabib,
  • perawat,
  • ahli tanaman obat,
  • penasihat desa,
  • penjaga tradisi.

Tetapi pada masa tertentu, perempuan yang dianggap terlalu berbeda atau terlalu berpengetahuan bisa dicurigai.

Di beberapa negara Eropa abad pertengahan, ribuan perempuan tua bahkan dihukum karena dituduh sebagai penyihir, padahal banyak yang tidak bersalah.

Contoh Kasus Sosial di Kehidupan Nyata

Kisah “Mbah Sri” di Desa

Di sebuah desa kecil, tinggal seorang nenek bernama Mbah Sri. Ia dikenal pendiam dan tinggal sendiri sejak suaminya meninggal.

Karena memahami tanaman obat, warga sering meminta bantuannya saat sakit ringan.

Namun suatu hari, ketika ada warga jatuh sakit parah, muncul gosip bahwa Mbah Sri memiliki “ilmu aneh”.

Anak-anak mulai takut melewati rumahnya. Beberapa warga bahkan menjauhinya.

Padahal setelah diperiksa, penyakit warga tersebut berasal dari infeksi biasa, bukan hal mistis.

Beberapa tahun kemudian, masyarakat baru sadar bahwa Mbah Sri sebenarnya hanya seorang perempuan tua baik hati yang memahami pengobatan tradisional.

Kisah seperti ini pernah terjadi di banyak tempat dan menjadi contoh bagaimana ketakutan bisa mengalahkan logika.

Mengapa Sosok Nenek Tetap Muncul di Film Horor?

6. Karena Efek Psikologisnya Sangat Kuat

Industri film memahami bahwa sosok lansia dapat memunculkan rasa:

  • misterius,
  • sepi,
  • kesendirian,
  • kematian,
  • ketidakpastian.

Karena itu, karakter nenek sering digunakan dalam film horor psikologis.

Padahal di kehidupan nyata, mayoritas nenek justru:

  • penuh kasih,
  • sabar,
  • penyayang cucu,
  • sumber nasihat keluarga.

Pandangan Modern Mulai Berubah

Kini banyak masyarakat mulai memahami bahwa stereotip “nenek sihir” adalah hasil budaya lama, bukan kenyataan.

Banyak film dan buku modern mulai menggambarkan lansia sebagai:

  • sosok bijak,
  • kuat,
  • penyembuh,
  • penjaga keluarga,
  • sumber pengalaman hidup.

Kesadaran ini penting agar lansia tidak lagi dipandang dengan prasangka atau ketakutan yang tidak masuk akal.

Pelajaran Penting untuk Generasi Sekarang

Ada pelajaran besar dari cerita ini:

Jangan mudah menilai seseorang hanya dari usia, penampilan, atau gosip masyarakat.

Kadang orang yang terlihat “aneh” sebenarnya hanya:

  • kesepian,
  • berbeda,
  • lebih pendiam,
  • atau memiliki pengalaman hidup yang tidak dimiliki orang lain.

Lansia bukan simbol ketakutan.

Mereka adalah perpustakaan hidup yang menyimpan pengalaman panjang tentang keluarga, perjuangan, dan kehidupan.

Penutup

Mengapa nenek sering identik dengan “nenek sihir”?

Jawabannya berasal dari campuran:

  • sejarah,
  • ketakutan manusia,
  • budaya lama,
  • dongeng rakyat,
  • dan kurangnya pemahaman pada masa lalu.

Namun di balik semua itu, banyak perempuan lansia sebenarnya adalah sosok bijak yang berjasa besar dalam masyarakat.

Karena itu, penting bagi generasi sekarang untuk melihat lansia dengan rasa hormat, bukan prasangka.

Sebab sering kali, di balik wajah tua yang dianggap misterius, tersimpan hati yang lembut dan pengalaman hidup yang sangat berharga.

Responsive Grid Lansia Premium

#lpclansia

Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.

Tonton →

#KesehatanLansia

Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.

Lihat →

#TipsLansiaSehat

Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Cek →

Jelajahi LPC Lansia

Artikel Populer

[HACKING EMOSI] Bukan Cuma Perasaan! Ini Tombol Kimia di Otak yang 'Memaksa' Anda Terus Sedih

Kesedihan adalah emosi yang sangat manusiawi. Namun, di balik rasa perih di dada, ada cara untuk menyelesaikan...

Baca Selengkapnya

BUKAN AMBISI, TAPI TEKAD BESI: Benarkah Usia Joe Biden Justru Jadi Senjata Rahasia Kekuatan Politiknya?

Tidak semua orang menjadi besar karena hidupnya mulus, Sebagian justru tumbuh karena tekad yang membaja...

Baca Selengkapnya

[BACA SEBELUM FATAL!] 7 Penataan Furnitur yang Diam-Diam 'Mematikan' Lansia: Ubah Sekarang Juga!

Sebagian besar kasus jatuh pada lansia tidak disebabkan oleh penyakit serius, melainkan penataan furnitur...

Baca Selengkapnya

Sumber

  1. Women Who Run With the Wolves
  2. Caliban and the Witch
  3. Psikologi Sosial
  4. Antropologi Budaya
  5. Penelitian sejarah tentang perburuan penyihir di Eropa abad pertengahan.
  6. Kajian folklor dan cerita rakyat Eropa serta Nusantara.







Saturday, 18 January 2020

Kerajaan Baru, Runtuh Oleh Polri

Kerajaan Baru Runtuh

Fenomena munculnya kerajaan baru di Indonesia, banyak menarik perhatian masyarakat. Kerajaan baru yang bermunculan menjadi daya tarik masyarakat karena berharap mendapatkan kehidupan yang layak dan memiliki martabat. 

Bergabung dengan kerajaan untuk sebagian masyarakat merupakan kebanggaan. Beberapa daerah yang masyarakatnya dekat dengan masa kerajaan tentu saja banyak mendengar dari para sesepuh (lansia) secara turun-temurun, bagaimana kebesaran dan kemegahan kerajaan masa lalu.

Kerinduan pada masa itu mendorong masyarakat untuk menghidupkan kembali adanya ratu dan raja dengan istana yang indah.

Cerita tentang kerajaan Inggris dan keluarganya serta raja-raja yang masih berkuasa  di dunia tentu menjadi tontonan yang menarik masyarakat. Tayangan kebesaran dan kejayaan kerajaan  mudah mereka akses melalui berbagai media.

Dengan NKRI masyarakat harus menyadari apakah kerajaan baru yang bermunculan itu melanggar peraturan yang berlaku atau tidak.

Di Indonesia ada institusi penegak hukum, yaitu Polri, serahkan semua masalah kerajaan baru kepada Polri bila melanggar tentu saja kerajaan baru tersebut harus ditindak dan diruntuhkan sesuai dengan peraturan berlaku.

Namun bukan berarti di Indonesia tidak ada kerajaan. Menurut Dra. R. Hj. R. Yani WSS Kuswodidjojo yang merupakan Pengageng Kasunanan Sumenep, MAKN(Majelis Adat Kerajaan Nusantara) akan merumuskan lima syarat utama untuk menghindari potensi kemunculan raja atau ratu yang mengaku-aku tanpa ada jejak dan sejarah kerajaannya.

"Ada rumusan penting yang harus dimiliki sebuah kerajaan dan keraton yakni adanya lima syarat pertama, ada atau memiliki istana atau keraton atau puri, lalu ada raja yang ditabalkan atau dinobatkan, syarat ketiga ada dan memiliki silsilah turun temurun, syarat keempat punya lambang pusaka atau ada situs kerajaan atau keratonnya dan kelima ada masyarakat adatnya,"
(liputan 6.com)
Candi Bajang-Jejak Kemegahan Majapahit  (suaramuslim.net)


Terakhir untuk raja dan ratu yang ada di tanah air, jangan lupa pesan Presiden RI
"Saya titip kepada para sultan, raja, pangeran, permaisuri, serta pemangku adat keraton, bersama-sama yang lainnya untuk menggalang persatuan, menjaga kerukunan, menjadi berkat kebinnekaan serta memperkokoh NKRI yang kita cintai bersama-sama," kata Jokowi.
(nasional.kompas.com)



Friday, 17 January 2020

JANGAN LANGSUNG MEMBALAS! Ini Alasan Lansia Mudah Marah dan Cara Menenangkannya Tanpa Memperkeruh Keadaan

Pendahuluan

Jika Anda tinggal bersama orang tua yang sudah lanjut usia, Anda mungkin menyadari bahwa suasana hati mereka dapat berubah sewaktu-waktu. Hari ini mereka terlihat ceria, namun besok bisa menjadi murung, sensitif, atau bahkan marah karena hal-hal yang tampaknya sepele.

Tidak sedikit anggota keluarga yang merasa bingung ketika menghadapi perubahan emosi tersebut. Padahal, di balik kemarahan seorang lansia sering kali terdapat rasa sakit, ketakutan, kesepian, atau frustrasi yang sulit mereka ungkapkan dengan kata-kata.

Memahami penyebab kemarahan pada lansia bukan hanya membantu menciptakan hubungan yang lebih harmonis, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka di masa tua.

Orang tua menjadi marah karena ada seuatu yang dirasakan.
(Sumber: foto-grup)

Kisah Nyata: Ketika Kemarahan Menjadi Teriakan Minta Tolong

Pak Ahmad, 76 tahun, mulai sering marah kepada anak-anaknya setelah mengalami stroke ringan. Ia mudah tersinggung ketika dibantu berjalan atau saat keluarganya mengingatkan untuk minum obat.

Awalnya keluarga menganggap Pak Ahmad menjadi pemarah dan keras kepala. Namun setelah berkonsultasi dengan dokter geriatri, diketahui bahwa beliau mengalami nyeri kronis, gangguan tidur, dan merasa kehilangan kemandirian setelah sakit.

Setelah nyerinya ditangani dan keluarga belajar berkomunikasi dengan lebih sabar, ledakan emosinya berkurang secara signifikan.

Kasus seperti ini sangat umum terjadi pada lansia.

Mengapa Lansia Menjadi Mudah Marah?

Marah merupakan emosi normal yang dimiliki setiap manusia. Namun pada lansia, beberapa perubahan biologis dan psikologis dapat membuat mereka lebih rentan mengalami kemarahan.

1. Perubahan Fisik dan Hormon

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan hormonal dan metabolik. Penurunan hormon tertentu dapat memengaruhi kestabilan emosi dan kemampuan mengendalikan stres.

Lansia juga lebih mudah mengalami kelelahan sehingga toleransi terhadap gangguan atau ketidaknyamanan menjadi berkurang.

2. Nyeri dan Penyakit Kronis

Penyakit seperti:

  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Penyakit jantung
  • Osteoartritis
  • Nyeri punggung kronis

dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang berlangsung terus-menerus.

Ketika seseorang hidup dengan rasa sakit setiap hari, kesabaran dan suasana hatinya dapat ikut terpengaruh.

3. Kehilangan Kemandirian

Bagi banyak lansia, ketidakmampuan melakukan aktivitas yang dahulu mudah dilakukan merupakan pukulan besar bagi harga diri mereka.

Saat harus bergantung pada anak atau cucu untuk mandi, berjalan, atau berpakaian, sebagian lansia merasa kehilangan martabat dan kontrol atas hidupnya.

4. Gangguan Daya Ingat dan Demensia

Penyakit Alzheimer dan berbagai bentuk demensia dapat menyebabkan:

  • Kebingungan
  • Sulit memahami situasi
  • Mudah curiga
  • Sulit mengungkapkan keinginan

Akibatnya, rasa frustrasi sering muncul dalam bentuk kemarahan atau perilaku agresif.

5. Kesepian dan Kehilangan Orang Tercinta

Banyak lansia kehilangan pasangan hidup, sahabat dekat, atau anggota keluarga yang selama puluhan tahun menemani mereka.

Kesedihan yang tidak terungkap sering kali berubah menjadi kemarahan, terutama jika mereka merasa tidak ada yang memahami perasaannya.

6. Merasa Tidak Dihargai

Kalimat seperti:

"Sudah, Ayah tidak usah ikut campur."

atau

"Ibu tidak mengerti zaman sekarang."

dapat melukai perasaan lansia lebih dalam daripada yang kita bayangkan.

Mereka tetap ingin didengar, dihormati, dan dilibatkan dalam kehidupan keluarga.

7. Pengaruh Berita dan Informasi Negatif

Lansia yang terlalu sering menyaksikan berita penuh konflik, kekerasan, atau isu yang menimbulkan kecemasan dapat mengalami peningkatan stres dan emosi negatif.

Tanda-Tanda Kemarahan Lansia yang Perlu Diwaspadai

Segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan jika kemarahan muncul bersamaan dengan:

  • Perubahan perilaku mendadak
  • Gangguan daya ingat yang semakin berat
  • Halusinasi
  • Sulit tidur berkepanjangan
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Keinginan menyakiti diri sendiri atau orang lain

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda gangguan kesehatan fisik maupun mental yang memerlukan penanganan profesional.

Cara Menghadapi Lansia yang Sedang Marah

Tetap Tenang

Jangan membalas kemarahan dengan kemarahan.

Nada suara yang lembut sering kali jauh lebih efektif dibandingkan perdebatan panjang.

Dengarkan dengan Empati

Terkadang lansia tidak membutuhkan solusi, tetapi hanya ingin didengar.

Tatap mata mereka dan dengarkan tanpa menyela.

Validasi Perasaannya

Cobalah mengatakan:

"Saya mengerti Ayah sedang tidak nyaman."

atau

"Saya paham Ibu merasa kecewa."

Kalimat sederhana ini dapat membantu meredakan ketegangan.

Cari Penyebab yang Sebenarnya

Sering kali kemarahan hanyalah gejala.

Tanyakan dengan lembut:

  • Apakah ada yang sakit?
  • Apakah kurang tidur?
  • Apakah ada hal yang mengganggu pikiran?

Berikan Waktu untuk Menenangkan Diri

Jika emosi sedang memuncak, beri ruang sejenak agar mereka dapat menenangkan diri sebelum melanjutkan percakapan.

Libatkan dalam Aktivitas yang Disukai

Aktivitas yang menyenangkan dapat membantu mengalihkan fokus dari rasa frustrasi.

Misalnya:

  • Berkebun
  • Berjalan pagi
  • Mengaji
  • Mengikuti komunitas lansia
  • Bermain permainan favorit

Makanan yang Dapat Membantu Menjaga Keseimbangan Emosi

Walaupun makanan bukan obat untuk kemarahan, beberapa nutrisi diketahui mendukung kesehatan otak dan suasana hati.

Ikan Kaya Omega-3

  • Salmon
  • Sarden
  • Tuna

Omega-3 berperan dalam fungsi otak dan kesehatan mental.

Buah dan Sayuran Berwarna Cerah

  • Jeruk
  • Stroberi
  • Blueberry
  • Bayam
  • Brokoli

Kaya antioksidan yang membantu melindungi sel-sel otak.

Kacang-Kacangan

  • Almond
  • Kenari
  • Kacang Brazil

Mengandung nutrisi penting yang mendukung produksi neurotransmiter pengatur suasana hati.

Teh Herbal

Teh chamomile, peppermint, atau lavender dapat memberikan efek relaksasi pada sebagian orang.

Cokelat Hitam

Dalam jumlah wajar, cokelat hitam dengan kandungan kakao tinggi dapat membantu meningkatkan perasaan nyaman.

Kapan Harus Membawa Lansia ke Dokter?

Jangan menganggap semua kemarahan sebagai bagian normal dari proses penuaan.

Segera konsultasikan jika:

  • Kemarahan muncul mendadak dan berat.
  • Disertai penurunan daya ingat.
  • Menjadi agresif secara fisik.
  • Menolak makan atau minum.
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penanganan dini dapat membantu menemukan penyebab medis yang mendasarinya.

Peran Keluarga Sangat Menentukan

Merawat lansia memang membutuhkan kesabaran ekstra.

Di balik sikap rewel, mudah tersinggung, atau kemarahan yang meledak, sering kali terdapat rasa takut menjadi beban, kehilangan kemandirian, atau kesedihan yang sulit diungkapkan.

Ketika keluarga hadir dengan empati, penghargaan, dan kasih sayang, lansia akan merasa lebih aman secara emosional.

Penutup

Kemarahan pada lansia bukan selalu pertanda sifat yang berubah menjadi buruk. Sering kali itu merupakan sinyal bahwa ada kebutuhan fisik, emosional, atau sosial yang belum terpenuhi.

Dengan memahami penyebabnya, mendengarkan dengan penuh empati, serta memberikan dukungan yang tepat, keluarga dapat membantu lansia menjalani masa tua dengan lebih tenang, bermartabat, dan bahagia.

Ingatlah bahwa dahulu mereka dengan sabar merawat kita ketika masih kecil. Kini, giliran kita memberikan perhatian, kesabaran, dan kasih sayang terbaik kepada mereka.

Jelajahi LPC Lansia

Sumber

  1. World Health Organization (WHO). Ageing and Health. 2024.
  2. National Institute on Aging. Coping With Agitation and Aggression in Alzheimer's Disease. 2024.
  3. American Psychological Association. Understanding Anger and Emotional Regulation in Older Adults. 2023.
  4. Alzheimer's Association. Behavioral and Psychological Symptoms of Dementia. 2024.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia. 2023.
  6. Mayo Clinic. Healthy Aging: Managing Stress and Emotions in Older Adults. 2024.
  7. Harvard Health Publishing. The Connection Between Chronic Pain and Mood Disorders. 2023.



Sunday, 12 January 2020

Makanan Untuk Lansia , Jangan Asal Makan


   

        Makanan yang baik untuk lansia (lanjut usia) adalah makanan yang kaya nutrisi dan membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan. 

Berikut adalah beberapa contoh makanan yang direkomendasikan untuk lansia:


🍎 Buah-buahan dan sayuran:

Buah-buahan dan sayuran segar mengandung serat, vitamin, dan mineral penting. Pilih berbagai jenis buah-buahan dan sayuran dengan warna yang berbeda untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

🍎 Ikan:

Ikan seperti salmon, tuna, dan sarden mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan otak. Konsumsi ikan dua kali seminggu dapat memberikan manfaat yang baik.

🍎  Bijian utuh:

Pilih sereal, roti, dan pasta yang terbuat dari bijian utuh seperti gandum utuh, beras merah, atau oatmeal. Bijian utuh mengandung serat, vitamin B, dan mineral yang membantu menjaga pencernaan dan kesehatan jantung.

🍎 Protein sehat: 

Pilih sumber protein sehat seperti daging tanpa lemak, unggas, kacang-kacangan, dan produk kedelai seperti tahu dan tempe. Protein membantu menjaga massa otot dan kekuatan tubuh. 

🍎 Produk susu rendah lemak: 

Pilih susu rendah lemak, yoghurt rendah lemak, atau keju rendah lemak sebagai sumber kalsium dan protein. Kalsium penting untuk menjaga kesehatan tulang.

🍎 Minyak sehat: 

Gunakan minyak zaitun, minyak kanola, atau minyak kedelai dalam masakan Anda. Minyak sehat ini mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung.

 🍎 Air :

Selain makanan, penting juga bagi lansia untuk menjaga hidrasi yang cukup dengan minum air yang cukup sepanjang hari
 

🍎 Pola makan lansia

Aturan pola makan lansia yang paling penting adalah mencukupi kebutuhan nutrisi dan gizinya. Mengonsumsi makanan kaya gizi dan nutrisi akan membantu lansia mendapatkan vitamin, mineral, protein, karbohidrat, serta lemak yang mereka butuhkan. 

Asupan yang dibutuhkan lansia, antara lain:

  • Karbohidrat, seperti: oatmeal, roti  gandum, beras merah atau beras tumbuk
  • Protein, misal: tahu, tempe, ikan dan susu rendah lemak
  • Lemak sehat, contoh: kacang-kacangan, minyak kedelai, minyak jagung
  • Sayuran berwarna hijau atau jingga, misal: bayam, kangkung, wortel, brokoli, labu kuning, labu siam dan tomat
  • Buah-buahan,terdiri dari: pepaya, pisang, jeruk,  apel, semangka dan lain-lain

     Sedapat mungkin lansia mendapatkan makanan segar dan menghindari makanan yang menggunakan pengawet.

#LPCLansia  #KesehatanLansia  #TipsLansiaSehat

Jelajahi LPC Lansia