Pendahuluan
Dalam dunia kesehatan dan psikologi klinis, banyak diagnosis terlambat bukan karena kurangnya teknologi, melainkan karena penyakit tidak selalu muncul dengan gejala “buku teks”. Fenomena ini dikenal sebagai presentasi atipikal — kondisi ketika suatu penyakit atau gangguan menampilkan tanda dan gejala yang berbeda dari pola umum yang selama ini diajarkan.
Presentasi atipikal sering terjadi pada lansia, anak-anak, perempuan, dan pasien dengan penyakit kronis, sehingga kerap menyesatkan tenaga kesehatan maupun keluarga. Akibatnya, penanganan menjadi terlambat dan risiko komplikasi meningkat.
![]() |
| Presentasi atipikal sering terjadi pada lansia sehingga penanganan menjadi terlambat. (Sumber: foto-grup) |
Artikel ini akan membahas secara komprehensif apa itu presentasi atipikal, mengapa bisa terjadi, contoh kasus nyata, serta implikasinya dalam praktik kesehatan modern.
Apa Itu Presentasi Atipikal?
Presentasi atipikal adalah kondisi ketika suatu penyakit tidak menunjukkan gejala khas atau klasik sebagaimana yang umum dijumpai pada mayoritas pasien.
Sebagai contoh:
-
Serangan jantung biasanya ditandai nyeri dada hebat
-
Namun pada lansia, bisa hanya muncul sebagai lemas, kebingungan, atau sesak ringan
-
Tanpa nyeri dada sama sekali
Dengan kata lain, penyakitnya sama — cara tubuh “bercerita” yang berbeda.
Mengapa Presentasi Atipikal Bisa Terjadi?
1. Perubahan Fisiologis Akibat Usia
Pada lansia, sistem saraf dan respon inflamasi mengalami penurunan. Akibatnya:
-
Rasa nyeri berkurang
-
Demam sering tidak muncul
-
Respons tubuh lebih “diam”
2. Perbedaan Jenis Kelamin
Banyak penelitian menunjukkan perempuan sering mengalami:
-
Gejala jantung tanpa nyeri dada
-
Keluhan tidak spesifik seperti mual, lelah ekstrem, atau pusing
3. Penyakit Penyerta (Komorbiditas)
Pasien dengan diabetes, stroke, atau gangguan saraf sering mengalami:
-
Gangguan persepsi nyeri
-
Gejala yang tumpang tindih dan membingungkan
![]() |
| Penyakit penyerta menimbulkan gejala tumpang tindih. (Sumber: image ai) |
4. Adaptasi Otak dan Tubuh
Pada kondisi kronis, otak dapat “menormalkan” sinyal bahaya sehingga gejala berat terasa ringan atau bahkan diabaikan.
Contoh Presentasi Atipikal yang Sering Terjadi
1. Infeksi pada Lansia
-
Tanpa demam
-
Hanya tampak bingung, mengantuk, atau jatuh mendadak
-
Sering disalahartikan sebagai “pikun biasa”
2. Depresi pada Usia Lanjut
Bukan sedih, tetapi:
Penurunan fungsi kognitif
Menarik diri
Nyeri badan tanpa sebab
3. Serangan Jantung
Keluhan:
Nyeri rahang atau punggung
Mual
Sesak napas
Tanpa nyeri dada klasik
![]() |
| Keluhan jantung tanpa nyeri dada klasik (Sumber: image ai) |
4. Gangguan Psikologis
Kecemasan muncul sebagai:
Detak jantung tidak nyaman
Pusing kronis
Gangguan pencernaan
Risiko Besar Jika Presentasi Atipikal Tidak Dikenali
❌ Salah diagnosis
❌ Penundaan pengobatan
❌ Peningkatan angka rawat inap
❌ Risiko kematian lebih tinggi
❌ Beban keluarga dan sistem kesehatan meningkat
Banyak kasus “mendadak memburuk” sebenarnya telah menunjukkan sinyal awal — namun tidak dikenali karena atipikal.
Pendekatan Klinis yang Lebih Aman
1. Berpikir Di Luar Gejala Klasik
Tenaga kesehatan perlu bertanya:
“Apa perubahan fungsi, bukan hanya apa keluhannya?”
2. Mengutamakan Perubahan Perilaku
Pada lansia:
-
Perubahan nafsu makan
-
Pola tidur
-
Aktivitas harian
Sering lebih bermakna daripada keluhan verbal.
3. Pendekatan Holistik
Menggabungkan:
-
Pemeriksaan medis
-
Riwayat sosial
-
Lingkungan
-
Dukungan keluarga
Peran Keluarga dan Caregiver
Keluarga adalah detektor dini terbaik presentasi atipikal. Mereka paling tahu:
-
Apa yang “tidak biasa” dari kebiasaan harian
-
Perubahan kecil yang luput dari pemeriksaan singkat
Edukasi keluarga tentang presentasi atipikal terbukti menurunkan keterlambatan penanganan.
![]() |
| Pentingnya edukasi keluarga tentang presentasi atipikal (Sumber: image ai) |
Implikasi dalam Dunia Kesehatan Modern
Presentasi atipikal menuntut:
-
Pendidikan klinis berbasis realitas, bukan hafalan
-
Panduan diagnosis yang lebih inklusif
-
Pendekatan personal (personalized medicine)
Di era populasi menua, presentasi atipikal bukan pengecualian — melainkan norma baru.
Penutup
Presentasi atipikal mengajarkan satu hal penting:
Tubuh manusia tidak selalu mengikuti buku teks.
Mengenali variasi cara penyakit muncul adalah kunci keselamatan, terutama pada kelompok rentan seperti lansia. Dengan pemahaman yang lebih luas, empati klinis, dan keterlibatan keluarga, keterlambatan diagnosis dapat dicegah.
Karena dalam banyak kasus, yang tampak “ringan” justru menyimpan bahaya besar.
Artikel lain yang Menarik:
Artikel Inspirasi Lansia
Sumber:
-
Clegg, A., & Young, J. (2011). Which medications to avoid in people at risk of delirium. Age and Ageing.
-
Resnick, B., et al. (2012). Geriatric syndromes and atypical disease presentation. Journal of the American Geriatrics Society.
-
American Heart Association. (2023). Heart Attack Symptoms in Older Adults and Women.
-
Inouye, S. K. (2006). Delirium in older persons. New England Journal of Medicine.
-
WHO. (2022). Integrated care for older people (ICOPE).







.webp)




.webp)

