Pendahuluan
Mengungkap Akar Penyakit Misterius Lansia dari Dalam Usus
Dalam beberapa dekade terakhir, ilmu kedokteran mengalami pergeseran paradigma besar: usus tidak lagi dipandang sekadar organ pencernaan, melainkan pusat kendali kesehatan yang memiliki hubungan erat dengan otak. Usus kini dijuluki sebagai “The Second Brain” atau otak kedua.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa banyak kondisi misterius pada lansia—seperti depresi yang muncul tiba-tiba, penurunan imunitas, kelelahan kronis, hingga gangguan kognitif ringan—ternyata memiliki keterkaitan kuat dengan perubahan mikrobioma usus. Seiring bertambahnya usia, keseimbangan dan keragaman bakteri usus menurun drastis, memicu rangkaian gangguan sistemik yang menjalar hingga ke otak.
![]() |
| Lansia berkumpul dengan keluarga besar menghilangkan kesedihan. (Sumber: foto-grup) |
Pernah bertanya, mengapa sebagian lansia tiba-tiba mudah sedih, cepat lelah, atau sering sakit padahal tidak ada penyakit berat yang jelas?
Jawabannya mungkin bukan di kepala, melainkan di usus.
Ilmu kesehatan modern menemukan fakta mengejutkan: usus bertindak seperti otak kedua (the second brain). Apa yang terjadi di dalam usus ternyata bisa memengaruhi suasana hati, daya tahan tubuh, bahkan kejernihan pikiran di usia tua.
Triliunan “Makhluk Kecil” yang Menentukan Sehat atau Tidak
Di dalam usus kita hidup triliunan bakteri baik yang disebut mikrobioma usus. Jangan bayangkan bakteri sebagai musuh—justru merekalah “pekerja senyap” yang:
-
Membantu pencernaan
-
Menguatkan sistem kekebalan tubuh
-
Membantu tubuh memproduksi hormon bahagia
-
Menjaga kesehatan otak
Fakta menariknya, sebagian besar hormon serotonin (hormon suasana hati) diproduksi di usus, bukan di otak.
![]() |
| Perubahan mikrobioma pada lansia sangat mempengaruhi lansia. (Sumber: foto-grrup) |
Mengapa Usia Tua Sering Disertai Masalah “Misterius”?
Seiring bertambahnya usia, jumlah dan jenis bakteri baik di usus menurun drastis. Akibatnya, keseimbangan usus terganggu.
Inilah yang sering terjadi pada lansia:
-
Mudah sedih atau depresi tanpa sebab jelas
-
Daya tahan tubuh menurun
-
Mudah lelah
-
Pikiran terasa “berkabut”
-
Lebih sering sakit meski hasil pemeriksaan normal
Bukan karena “kurang kuat”, tetapi karena ekosistem usus tidak lagi seimbang.
![]() |
| Mikrobioma usus merupakan otak kedua yang mempengaruhi emosi. (Sumber: foto-grup) |
Jalur Rahasia: Usus Berbicara dengan Otak
Usus dan otak terhubung lewat jalur khusus yang disebut gut–brain axis.
Artinya:
-
Usus sehat → sinyal baik ke otak
-
Usus bermasalah → sinyal stres ke otak
Saat bakteri usus tidak seimbang, tubuh memproduksi peradangan ringan tapi terus-menerus. Peradangan ini bisa “naik” ke otak dan memengaruhi:
-
Emosi
-
Daya ingat
-
Konsentrasi
-
Kualitas tidur
Inilah sebabnya masalah mental pada lansia sering tidak selalu berakar dari pikiran, melainkan dari tubuh.
Depresi Lansia: Tidak Selalu Soal Pikiran
Depresi pada usia lanjut sering berbeda dari depresi usia muda.
Pada lansia:
-
Tidak selalu dipicu masalah hidup
-
Bisa muncul tiba-tiba
-
Sering disertai gangguan fisik
Penelitian menunjukkan bahwa ketidakseimbangan bakteri usus dapat menurunkan produksi hormon bahagia dan meningkatkan zat pemicu peradangan. Akibatnya, suasana hati ikut turun.
![]() |
| Ketidakseimbangan bakteri usus dapat menurunkan produksi hormon bahagia. (Sumber: foto-grup) |
Mengapa Lansia Lebih Mudah Sakit?
Sekitar 70% sistem kekebalan tubuh berada di usus.
Jika bakteri baik berkurang:
-
Tubuh lebih mudah terkena infeksi
-
Penyembuhan lebih lambat
-
Mudah kambuh sakit
Itulah sebabnya menjaga usus sama pentingnya dengan menjaga jantung atau otak.
Apakah Ada “Resep” Bakteri Sehat untuk Lansia?
Jawabannya: belum ada satu resep yang sama untuk semua orang.
Setiap orang memiliki mikrobioma yang unik—dipengaruhi oleh:
-
Pola makan seumur hidup
-
Lingkungan
-
Riwayat obat
-
Gaya hidup
Namun, para ahli sepakat pada satu hal penting:
👉 Semakin beragam bakteri usus, semakin baik kesehatan di usia tua.
Pesan Penting untuk Lansia dan Keluarga
Jika lansia mengalami:
-
Mudah sedih
-
Cepat lelah
-
Daya tahan tubuh turun
-
Keluhan “aneh” yang sulit dijelaskan
Jangan hanya melihat gejala di permukaan.
Perhatikan juga kesehatan usus.
Usus yang sehat membantu:
-
Pikiran lebih tenang
-
Tubuh lebih kuat
-
Usia tua lebih nyaman dan bermakna
Penutup
Usus bukan sekadar tempat mencerna makanan.
Ia adalah otak kedua yang memengaruhi emosi, kekebalan tubuh, dan kualitas hidup lansia.
Meski ilmu masih meneliti “komposisi bakteri ideal” untuk usia tua, satu hal sudah pasti:
👉 Merawat usus berarti merawat otak dan jiwa.
Penuaan sehat tidak hanya soal umur panjang, tetapi tentang hidup yang tetap jernih, tenang, dan bermakna.
Artikel Lain:
Sumber:
-
Cryan, J. F., & Dinan, T. G. (2012). Mind-altering microorganisms: the impact of the gut microbiota on brain and behaviour. Nature Reviews Neuroscience.
-
O’Toole, P. W., & Jeffery, I. B. (2015). Gut microbiota and aging. Science.
-
National Institute on Aging. (2023). The gut microbiome and healthy aging.
-
Carabotti, M., et al. (2015). The gut-brain axis: interactions between enteric microbiota, central and enteric nervous systems. Annals of Gastroenterology.
-
The Lancet Healthy Longevity. (2021). Inflammaging and the gut microbiome in older adults.










.webp)
.webp)
