Pendahuluan
Mengapa Ada Lansia 80+ Tahun dengan Otak dan Tubuh Setara Usia 50?
Penuaan sering dianggap sebagai proses yang tak terelakkan: tubuh melemah, ingatan menurun, dan otak menyusut (atrofi). Namun, ilmu pengetahuan modern menemukan fenomena yang menggugah rasa ingin tahu—sekelompok lansia yang menentang hukum penuaan biologis. Mereka disebut Super-Agers.
![]() |
| Siapa yang akan menjadi super agers dari beberapa lansia ini?. (Sumber: foto-grup) |
Super-Agers adalah individu berusia 80 tahun ke atas yang mempertahankan fungsi kognitif, fisik, dan sosial setara dengan orang berusia 50–60 tahun. Di sisi lain, terdapat kelompok Rapid-Agers, yaitu individu yang mengalami penurunan fungsi otak dan tubuh jauh lebih cepat dari usia kronologisnya.
Apa yang membedakan keduanya? Dan mengapa otak Super-Agers tampak “kebal” terhadap penyusutan alami? Inilah misteri yang sedang diteliti para ilmuwan saraf dunia.
Apa Itu Super-Agers?
Secara ilmiah, Super-Agers didefinisikan sebagai lansia yang:
-
Berusia ≥80 tahun
-
Memiliki memori episodik setara orang usia 50–60 tahun
-
Menunjukkan ketebalan korteks otak yang relatif terjaga
-
Mempertahankan fungsi sosial, emosional, dan motorik yang baik
Penelitian dari Northwestern University Cognitive Neurology and Alzheimer’s Disease Center menunjukkan bahwa otak Super-Agers tidak mengalami atrofi signifikan, terutama pada area korteks prefrontal dan cingulate anterior—wilayah penting untuk pengambilan keputusan, empati, dan kontrol emosi.
![]() |
| Lansia yang memiliki kemampuan setara usia 50+ (Sumber: foto-grup) |
Siapa Itu Rapid-Agers?
Sebaliknya, Rapid-Agers adalah individu yang:
-
Mengalami penurunan kognitif lebih cepat dari usia biologis
-
Menunjukkan penyusutan volume otak lebih awal
-
Lebih rentan terhadap demensia, depresi, dan penyakit neurodegeneratif
-
Mengalami penurunan fungsi fisik dan sosial yang signifikan
Rapid aging sering dikaitkan dengan peradangan kronis, stres berkepanjangan, isolasi sosial, penyakit metabolik, dan gaya hidup sedentari.
Peran Misterius Sel Von Economo
Salah satu temuan paling menarik dalam penelitian Super-Agers adalah keberadaan sel Von Economo (VENs) dalam jumlah lebih banyak dibanding lansia biasa.
Apa itu Sel Von Economo?
Sel Von Economo adalah neuron besar dan langka yang berperan dalam:
-
Kecerdasan sosial
-
Empati dan intuisi
-
Kesadaran diri
-
Pengambilan keputusan cepat
Neuron ini banyak ditemukan di anterior cingulate cortex dan frontoinsular cortex, wilayah yang krusial untuk fungsi sosial tingkat tinggi.
Temuan Penting
Studi neuropatologi menunjukkan bahwa otak Super-Agers memiliki:
-
Kepadatan sel Von Economo lebih tinggi
-
Lebih sedikit akumulasi protein patologis (beta-amyloid dan tau)
-
Struktur jaringan saraf yang lebih utuh
Namun, misteri besarnya adalah:
👉 Bagaimana sel-sel ini dapat bertahan dan tidak rusak seiring usia?
Faktor yang Diduga Menjaga Otak Super-Agers
Walau belum ada jawaban tunggal, para ahli menyepakati beberapa faktor protektif utama:
1. Cadangan Kognitif (Cognitive Reserve)
Super-Agers umumnya memiliki:
-
Aktivitas mental seumur hidup
-
Rasa ingin tahu tinggi
-
Kemampuan belajar yang berkelanjutan
Cadangan kognitif memungkinkan otak menemukan jalur alternatif saat terjadi kerusakan.
2. Keterlibatan Sosial dan Emosional
Hubungan sosial yang bermakna:
-
Merangsang sel Von Economo
-
Menurunkan inflamasi otak
-
Meningkatkan hormon oksitosin dan dopamin
Ini sejalan dengan fungsi utama VENs sebagai neuron sosial.
3. Regulasi Stres yang Baik
Super-Agers cenderung:
-
Lebih resilien terhadap stres
-
Memiliki respons kortisol yang lebih stabil
-
Tidak mudah mengalami depresi kronis
Stres kronis diketahui mempercepat atrofi hippocampus dan korteks prefrontal.
4. Faktor Genetik dan Epigenetik
Beberapa individu membawa:
-
Gen pelindung neuroplastisitas
-
Respons inflamasi yang lebih rendah
Namun, epigenetika—gaya hidup yang memengaruhi ekspresi gen—diduga jauh lebih menentukan daripada genetika murni.
Implikasi bagi Kesehatan Lansia
Fenomena Super-Agers mengubah paradigma penuaan:
-
Pikun bukan takdir
-
Otak dapat dilindungi hingga usia lanjut
-
Kualitas hidup lansia bisa optimal bila faktor protektif dijaga sejak dini
Ini memberi harapan besar bagi pencegahan demensia dan penyakit neurodegeneratif.
Kesimpulan
Misteri Super-Agers vs Rapid-Agers membuka jendela baru dalam ilmu penuaan otak. Keberadaan sel Von Economo yang lebih banyak pada Super-Agers menunjukkan bahwa kecerdasan sosial, koneksi emosional, dan makna hidup mungkin sama pentingnya dengan nutrisi dan olahraga.
Meski mekanisme biologis pastinya masih diteliti, satu hal semakin jelas:
👉 Penuaan sehat adalah hasil interaksi kompleks antara otak, emosi, hubungan sosial, dan gaya hidup sepanjang hayat.
Tantangan untuk Anda:
Artikel lain yang Menarik:
Artikel Inspirasi Lansia
Sumber:
-
Rogalski, E. J., et al. (2013). Youthful memory capacity in old brains: anatomic and genetic clues from the Northwestern SuperAging Project. Journal of Cognitive Neuroscience.
-
Gefen, T., et al. (2015). Von Economo neurons in the anterior cingulate cortex of SuperAgers. Journal of Neuropathology & Experimental Neurology.
-
National Institute on Aging. (2023). Brain aging and cognitive health.
-
Stern, Y. (2012). Cognitive reserve in ageing and Alzheimer’s disease. The Lancet Neurology.
-
Northwestern University Feinberg School of Medicine. SuperAging Research Program.
.webp)




.webp)






