xmlns:og='http://ogp.me/ns#' LPC- Lansia Preneurship Community: DEHIDRASI PADA LANSIA SAAT BERPUASA: Risiko Diam-Diam yang Bisa Berbahaya

Tuesday, 10 March 2026

DEHIDRASI PADA LANSIA SAAT BERPUASA: Risiko Diam-Diam yang Bisa Berbahaya

Pendahuluan

Berpuasa berarti tidak makan dan minum selama belasan jam. Pada orang muda dan sehat, tubuh biasanya mampu beradaptasi. Namun pada lansia, perubahan fisiologis membuat risiko dehidrasi meningkat secara signifikan.

Dehidrasi sering dialami oleh lansia yang berpuasa.
(Sumber: foto-grup)

Dehidrasi pada lansia dapat memicu pusing, gangguan ginjal, penurunan kesadaran, hingga risiko jatuh yang fatal.

Artikel ini membahas bagaimana puasa memengaruhi keseimbangan cairan pada lansia dan bagaimana cara mengelolanya dengan aman.

Tonton di YouTube & Subscribe

Mengapa Lansia Lebih Rentan Dehidrasi Saat Puasa?

1️⃣ Sensasi Haus Menurun

Seiring bertambahnya usia, pusat rasa haus di otak menjadi kurang sensitif. Lansia sering tidak merasa haus meski tubuh kekurangan cairan.

Saat puasa, kondisi ini makin berisiko karena tidak ada asupan cairan siang hari.

2️⃣ Fungsi Ginjal Menurun

Ginjal lansia tidak seefisien usia muda dalam mempertahankan cairan dan elektrolit.

Puasa panjang tanpa strategi hidrasi malam yang baik dapat memperberat kerja ginjal.

3️⃣ Penggunaan Obat

Banyak lansia mengonsumsi:

  • Obat tekanan darah

  • Diuretik

  • Obat jantung

Obat ini dapat meningkatkan kehilangan cairan.

Dehidrasi membuat lansia bingung.
(Sumber: foto-grup)

Tanda Bahaya Dehidrasi Saat Puasa

  • Pusing saat berdiri

  • Lemas ekstrem

  • Urine sangat pekat

  • Tekanan darah turun

  • Kebingungan mendadak

Jika muncul gejala tersebut, puasa sebaiknya dihentikan dan segera evaluasi medis.

Strategi Aman Hidrasi Saat Puasa

✅ 1. Pola Minum Terstruktur (2–4–2)

  • 2 gelas saat berbuka

  • 4 gelas antara berbuka dan tidur

  • 2 gelas saat sahur

Sesuaikan dengan kondisi medis masing-masing.

Lansia  harus minum pola struktur agar berpuasa dengan nyaman.
(Sumber: foto-grup)

✅ 2. Konsumsi Makanan Kaya Cairan

  • Sup hangat

  • Buah tinggi air (semangka, melon)

  • Sayur berkuah

✅ 3. Hindari Minuman Diuretik Berlebihan

Kopi dan teh dalam jumlah besar dapat meningkatkan produksi urin.

✅ 4. Perhatikan Warna Urine

Kuning pucat = cukup
Kuning pekat/coklat = kurang cairan

Dehidrasi dan Risiko Jatuh

Saat berpuasa, tekanan darah dapat menurun. Bila disertai dehidrasi, risiko hipotensi ortostatik meningkat—menyebabkan pusing dan jatuh.

Pada lansia, jatuh sering berujung pada patah tulang dan penurunan kualitas hidup permanen.

Kapan Lansia Tidak Dianjurkan Berpuasa?

  • Penyakit ginjal kronis

  • Gagal jantung tidak stabil

  • Diabetes dengan risiko hipoglikemia

  • Riwayat dehidrasi berat

Konsultasi dokter sangat penting sebelum memutuskan berpuasa.

Kesimpulan

Puasa pada lansia memerlukan perhatian khusus terhadap hidrasi. Penurunan rasa haus, fungsi ginjal, dan penggunaan obat meningkatkan risiko dehidrasi.

Dengan strategi minum terstruktur dan pemantauan gejala, lansia dapat berpuasa lebih aman.

Menjaga cairan tubuh berarti menjaga fungsi otak, ginjal, dan keselamatan fisik.

Artikel Populer

HATI-HATI! Diamnya Orang Tua Bisa Jadi Tanda Depresi Geriatri yang Berakibat Fatal

Gangguan kesehatan mental yang terjadi pada usia lanjut dan sering kali tidak terdiagnosis,...

Baca Selengkapnya

DARI PENJARA ke PUNCAK KUASA: Rahasia Ketabahan Anwar Ibrahim, PM Malaysia yang Bangkit di Usia Senja

Perjalanan hidupnya bukan sekadar kisah politik, melainkan kronik keteguhan, ketabahan moral,...

Baca Selengkapnya

[STOP PAKAI KERAMIK BIASA!] Ini 5 Jenis Lantai Anti-Slip TERBAIK yang Jamin Kamar Mandi Lansia 100% Bebas Cedera Fatal

Lansia adalah kelompok yang paling rentan mengalami cedera akibat jatuh di kamar mandi,...

Baca Selengkapnya

 Sumber

  1. Volkert D, et al. (2019). ESPEN guideline on clinical nutrition and hydration in geriatrics.

  2. Hooper L, et al. (2015). Water-loss dehydration and aging.

  3. Morley JE. (2012). Dehydration in older adults.

No comments:

Post a Comment