Pendahuluan
Depresi geriatri adalah gangguan kesehatan mental yang terjadi pada usia lanjut dan sering kali tidak terdiagnosis atau disalahartikan sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, depresi bukan kondisi wajar pada lansia dan dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup, kesehatan fisik, fungsi kognitif, hingga risiko kematian.
![]() |
| Depresi geriatri berdampak pada lansia (Sumber: foto-grup) |
i Indonesia, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia membuat depresi geriatri menjadi isu kesehatan masyarakat yang semakin penting untuk dipahami dan ditangani secara komprehensif.
Apa Itu Depresi Geriatri?
Depresi geriatri adalah kondisi depresi mayor atau subdepresi yang muncul pada usia 60 tahun ke atas. Gangguan ini ditandai oleh perubahan suasana hati, hilangnya minat, gangguan tidur, penurunan energi, dan keluhan somatik yang sering kali dominan pada lansia.
Berbeda dengan depresi pada usia muda, depresi geriatri:
-
Lebih sering muncul dalam bentuk keluhan fisik
-
Sering disertai penyakit kronis
-
Memiliki hubungan erat dengan penurunan fungsi otak dan kognitif
![]() |
| Depresi geriatri banyak muncul pada keluhan fisik (Sumber: foto-grup) |
Prevalensi dan Fakta Penting
-
WHO melaporkan sekitar 7% lansia di dunia mengalami depresi
-
Depresi pada lansia sering tidak terdiagnosis karena dianggap “wajar karena usia”
-
Lansia dengan depresi memiliki risiko demensia dan bunuh diri lebih tinggi
Penyebab Depresi Geriatri (Multifaktorial)
1. Faktor Biologis
-
Penurunan neurotransmiter (serotonin, dopamin, norepinefrin)
-
Perubahan struktur otak akibat penuaan
-
Penyakit kronis (stroke, diabetes, Parkinson, penyakit jantung)
-
Efek samping obat-obatan
2. Faktor Psikologis
-
Kehilangan pasangan hidup
-
Perasaan tidak berguna atau kehilangan peran sosial
-
Trauma masa lalu yang muncul kembali di usia tua
3. Faktor Sosial
-
Kesepian dan isolasi sosial
-
Pensiun dan penurunan pendapatan
-
Kurangnya dukungan keluarga
-
Lansia yang hidup sendiri atau tanpa anak
Gejala Depresi Geriatri yang Sering Terlewat
Depresi pada lansia sering tidak tampil sebagai kesedihan, melainkan:
-
Cepat lelah dan tidak bertenaga
-
Gangguan tidur kronis
-
Nyeri tubuh tanpa sebab medis jelas
-
Nafsu makan menurun
-
Penurunan konsentrasi dan daya ingat
-
Menarik diri dari lingkungan sosial
-
Pikiran kematian atau merasa hidup tidak bermakna
Hubungan Depresi Geriatri dengan Penyakit Lain
Depresi geriatri memiliki hubungan dua arah dengan berbagai penyakit:
-
Demensia: depresi dapat menjadi faktor risiko maupun gejala awal
-
Penyakit jantung: depresi meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular
-
Diabetes: depresi memperburuk kontrol gula darah
-
Disabilitas fisik: mempercepat penurunan fungsi
Diagnosis Depresi Geriatri
Diagnosis dilakukan melalui:
-
Wawancara klinis oleh tenaga kesehatan
-
Alat skrining seperti Geriatric Depression Scale (GDS)
-
Evaluasi kondisi medis dan obat-obatan
-
Penilaian fungsi kognitif untuk membedakan dari demensia
Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Penatalaksanaan Depresi Geriatri
1. Terapi Non-Farmakologis (Pendekatan Utama)
-
Psikoterapi (CBT, terapi suportif)
-
Aktivitas fisik ringan dan rutin
-
Terapi berbasis alam (ekopsikologi)
-
Kegiatan sosial dan spiritual
-
Dukungan keluarga dan komunitas
2. Terapi Farmakologis
-
Antidepresan dosis rendah dan bertahap
-
Pemantauan ketat efek samping
-
Penyesuaian dengan penyakit penyerta
3. Pendekatan Holistik
-
Nutrisi seimbang
-
Tidur berkualitas
-
Manajemen stres
-
Meningkatkan makna hidup (purpose in life)
![]() |
| Keluarga memiliki peran besar dalam mengetahui depresi geriatri. (Sumber: foto grup) |
Peran Keluarga dan Lingkungan
Keluarga memiliki peran krusial dalam:
-
Mengenali tanda awal depresi
-
Memberikan dukungan emosional
-
Mengurangi stigma kesehatan mental
-
Mendorong lansia tetap aktif dan terlibat
Lingkungan yang ramah lansia terbukti menurunkan risiko depresi.
Pencegahan Depresi Geriatri
Beberapa langkah pencegahan yang efektif:
-
Menjaga koneksi sosial
-
Aktivitas fisik dan kognitif rutin
-
Keterlibatan dalam kegiatan bermakna
-
Deteksi dini gangguan suasana hati
-
Edukasi kesehatan mental sejak usia pra-lansia
Penutup:
Depresi geriatri adalah masalah kesehatan mental serius yang bukan bagian normal dari penuaan. Kondisi ini bersifat multifaktorial dan memerlukan pendekatan medis, psikologis, sosial, dan spiritual secara terpadu. Dengan deteksi dini, dukungan keluarga, serta penanganan yang tepat, lansia dengan depresi tetap dapat menjalani hidup yang bermakna, produktif, dan berkualitas.
Artikel Lain:
Sumber:
-
World Health Organization. Mental health of older adults. WHO.
-
National Institute on Aging. Depression and Older Adults.
-
Alexopoulos GS. (2005). Depression in the elderly. The Lancet.
-
Fiske A, et al. (2009). Depression in older adults. Annual Review of Clinical Psychology.
-
American Psychiatric Association. DSM-5-TR.
-
Yesavage JA, et al. (1982). Development and validation of a geriatric depression screening scale. Journal of Psychiatric Research.



No comments:
Post a Comment