xmlns:og='http://ogp.me/ns#' LPC- Lansia Preneurship Community: SIAPA YANG MENYETIR? Rahasia Teori Automaticity yang Membuat Otak Anda Berjalan Tanpa Sadar!

Sunday, 8 February 2026

SIAPA YANG MENYETIR? Rahasia Teori Automaticity yang Membuat Otak Anda Berjalan Tanpa Sadar!

Pendahuluan

Bagaimana Otak Menghemat Energi dan Mengapa Kita Mudah Lupa.

Pernahkah Anda berjalan pulang tanpa sadar mengingat setiap belokan? Atau tiba-tiba lupa apa yang ingin diambil saat masuk ke sebuah ruangan? Fenomena ini bukanlah tanda kemalasan otak, apalagi “kurang fokus”, melainkan hasil dari dua sistem kerja otak yang sangat penting: Automaticity dan Working Memory.

Dalam ilmu kognitif dan neuropsikologi, kedua konsep ini menjelaskan bagaimana otak manusia mengatur perhatian, menghemat energi, serta menghadapi keterbatasan kapasitas mental, terutama seiring bertambahnya usia. Artikel ini akan mengulas secara ilmiah namun mudah dipahami tentang perbedaan, hubungan, serta implikasi praktis dari Teori Automaticity vs Working Memory.

Menyetir sambil mengobrol,bagaimana bisa terjadi.
(Sumber: foto-grup)

Apa Itu Working Memory?

Working Memory (memori kerja) adalah kemampuan otak untuk menyimpan dan memproses informasi secara sementara dalam waktu singkat. Ibarat meja kerja mental, working memory menampung informasi yang sedang digunakan “saat ini”.

Contoh Fungsi Working Memory:

  • Mengingat nomor telepon sebelum menuliskannya

  • Menghitung secara mental

  • Mengingat jumlah rakaat saat salat

  • Mengikuti instruksi bertahap

Karakteristik Working Memory:

  • Kapasitas sangat terbatas (sekitar 4–7 unit informasi)

  • Mudah terganggu oleh distraksi

  • Membutuhkan energi kognitif tinggi

  • Menurun secara alami seiring usia

Catatan ilmiah: Penurunan working memory pada lansia adalah proses biologis normal, bukan selalu tanda demensia.

Tonton di YouTube & Subscribe

Apa Itu Teori Automaticity?

Automaticity adalah kondisi ketika suatu aktivitas dapat dilakukan tanpa kesadaran penuh dan hampir tanpa usaha mental karena sudah sering diulang.

Contoh Automaticity:

  • Mengikat tali sepatu

  • Menyikat gigi

  • Berjalan

  • Membaca teks sederhana

  • Gerakan salat yang sudah sangat familiar

Aktivitas otomatis ini tidak lagi bergantung pada working memory, melainkan dijalankan oleh jaringan otak yang lebih efisien seperti basal ganglia.

Otak mengambil alih kebiasaan untuk menghemat energi
(Sumber: foto-grup)

Mengapa Otak Menciptakan Automaticity?

Karena otak adalah organ yang hemat energi. Dengan menjadikan aktivitas sebagai kebiasaan otomatis, otak:

  • Mengurangi beban kerja

  • Menghemat energi

  • Membebaskan working memory untuk tugas penting lainnya

Perbedaan Utama Automaticity vs Working Memory

AspekWorking MemoryAutomaticity
KesadaranPerlu perhatian penuhHampir tanpa sadar
Energi otakTinggiSangat rendah
KapasitasTerbatasHampir tak terbatas
Rentan lupaSangat rentanSangat stabil
Dampak usiaCepat menurunRelatif bertahan

Hubungan Keduanya: Bukan Lawan, tapi Mitra

Automaticity dan working memory bekerja saling melengkapi, bukan saling bertentangan.

  • Tahap awal belajar: Mengandalkan working memory

  • Tahap mahir: Beralih ke automaticity

Contohnya, saat belajar membaca Al-Qur’an:

  • Awalnya fokus tajwid dan huruf → working memory

  • Setelah terbiasa → membaca mengalir otomatis

Semakin banyak aktivitas yang menjadi otomatis, semakin ringan beban working memory.

Mengapa Lansia Lebih Mengandalkan Automaticity?

Secara neurologis, penuaan menyebabkan:

  • Penurunan fungsi korteks prefrontal (pusat working memory)

  • Namun jalur kebiasaan otomatis relatif lebih stabil

Akibatnya:

  • Lansia mungkin lupa hitungan

  • Tetapi tetap lancar melakukan kebiasaan lama

  • Gerakan rutin tetap presisi

Ini menjelaskan mengapa lupa bukan selalu tanda penurunan iman, kecerdasan, atau niat, melainkan dinamika kerja otak.

Implikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Bangun Rutinitas yang Konsisten

Rutinitas membantu memindahkan aktivitas dari working memory ke automaticity.

2. Kurangi Beban Kognitif

Gunakan:

  • Catatan

  • Alarm

  • Pola waktu tetap

3. Latih Otak Secara Bijak

  • Ulangi kebiasaan baik

  • Jangan memaksa multitasking berlebihan

  • Fokus pada kualitas, bukan kecepatan

Perspektif Psikologi & Neurosains Modern

Penelitian modern menunjukkan bahwa kebiasaan otomatis yang positif dapat:

  • Melindungi fungsi kognitif

  • Meningkatkan rasa percaya diri

  • Mengurangi stres mental

  • Mendukung cognitive reserve pada lansia

Dengan kata lain, kebiasaan baik yang diulang hari ini adalah investasi otak di masa depan.

Penutup

Teori Automaticity vs Working Memory membantu kita memahami bahwa otak manusia bukan mesin sempurna, melainkan sistem cerdas yang penuh strategi. Lupa sesekali bukan kelemahan, tetapi sinyal bahwa otak sedang mengatur energinya.

Dengan membangun kebiasaan otomatis yang sehat dan memahami keterbatasan working memory, kita dapat hidup lebih tenang, efektif, dan penuh penerimaan—terutama dalam proses menua yang alami.


Artikel lain yang Menarik:




Artikel Inspirasi Lansia

Sumber:

  1. Baddeley, A. (2012). Working Memory: Theories, Models, and Controversies. Annual Review of Psychology.

  2. Schneider, W., & Shiffrin, R. M. (1977). Controlled and Automatic Human Information Processing. Psychological Review.

  3. Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow. Farrar, Straus and Giroux.

  4. Norman, D. A., & Shallice, T. (1986). Attention to Action. Consciousness and Self-Regulation.

  5. Park, D. C., & Reuter-Lorenz, P. (2009). The Adaptive Brain: Aging and Neurocognitive Scaffolding. Annual Review of Psychology.

No comments:

Post a Comment