Pendahuluan
Mengungkap Autoinflamasi Berat pada Laki-Laki Usia di Atas 50 Tahun
Dunia medis dikejutkan pada tahun 2020 oleh penemuan sebuah penyakit baru yang selama puluhan tahun “bersembunyi di depan mata” para dokter. Penyakit ini bernama Sindrom VEXAS, sebuah kondisi autoinflamasi berat yang hampir secara eksklusif menyerang laki-laki usia di atas 50 tahun.
Sebelum dikenali secara resmi, banyak penderita Sindrom VEXAS mengalami perjalanan medis yang panjang dan melelahkan: berulang kali dirawat karena demam misterius, ruam kulit, nyeri hebat, hingga kelainan darah—namun tanpa diagnosis yang jelas. Tidak sedikit yang salah didiagnosis sebagai rematik berat atau bahkan kanker darah.
![]() |
| Penemuan sindrom VEXAS membuka lembaran baru penyakit lansia (Sumber: foto-grup) |
Penemuan Sindrom VEXAS tidak hanya membuka lembaran baru dalam dunia penyakit autoimun dan inflamasi, tetapi juga mengubah cara kita memahami penyakit yang muncul akibat penuaan itu sendiri.
Apa Itu Sindrom VEXAS?
VEXAS adalah singkatan dari:
-
Vacuoles (vakuola pada sel darah)
-
E1 enzyme
-
X-linked
-
Autoinflammatory
-
Somatic syndrome
Sindrom ini merupakan penyakit autoinflamasi sistemik yang disebabkan oleh mutasi somatik pada gen UBA1, yaitu gen yang berperan penting dalam sistem pengaturan protein dan respons imun.
Berbeda dengan penyakit genetik klasik, mutasi pada Sindrom VEXAS tidak diwariskan, melainkan muncul secara acak seiring bertambahnya usia.
Mengapa Sindrom VEXAS Sangat Misterius?
1. Bukan Penyakit Turunan
Sebagian besar penyakit genetik diwariskan sejak lahir. Namun pada VEXAS:
-
Mutasi terjadi setelah seseorang dewasa
-
Tidak ada riwayat keluarga
-
Timbul akibat kesalahan pembelahan sel darah di sumsum tulang
Inilah yang disebut mutasi somatik, fenomena biologis yang semakin sering ditemukan pada usia lanjut.
2. Gejalanya Meniru Banyak Penyakit Lain
Sindrom VEXAS dijuluki sebagai “peniru ulung” karena gejalanya sangat mirip dengan penyakit lain, antara lain:
-
Penyakit rematik autoimun
-
Vaskulitis
-
Infeksi kronis
-
Sindrom mielodisplastik
-
Kanker darah
Akibatnya, diagnosis sering terlambat bertahun-tahun.
Gejala Klinis Sindrom VEXAS
Gejala Sindrom VEXAS bersifat sistemik dan berat, meliputi:
๐ฅ Gejala Umum
-
Demam berulang tanpa sebab jelas
-
Kelelahan ekstrem
-
Penurunan berat badan
๐ฉธ Kelainan Darah
-
Anemia yang sulit dijelaskan
-
Penurunan trombosit
-
Kelainan sumsum tulang
๐งด Manifestasi Kulit
-
Ruam inflamasi
-
Nodul nyeri
-
Peradangan pembuluh darah kulit
๐ Peradangan Tulang Rawan
-
Hidung (dapat menyebabkan deformitas)
-
Telinga
-
Saluran pernapasan atas
๐ซ Organ Lain
-
Paru-paru
-
Sendi
-
Pembuluh darah besar
Kombinasi gejala inilah yang sering membuat dokter bingung sebelum tahun 2020.
Mengapa Hampir Selalu Menyerang Laki-Laki?
Gen UBA1 terletak pada kromosom X.
Karena laki-laki hanya memiliki satu kromosom X, mutasi pada gen ini langsung berdampak besar.
Pada perempuan, keberadaan dua kromosom X memberikan efek “perlindungan”, sehingga kasus VEXAS pada perempuan sangat jarang.
![]() |
| VEXAS banyak menyerang pria dibandingkan wanita (Sumber: foto grup) |
Terobosan Ilmiah Tahun 2020
Sindrom VEXAS pertama kali diidentifikasi oleh peneliti dari National Institutes of Health (NIH), Amerika Serikat, menggunakan pendekatan yang revolusioner:
Mencari mutasi gen terlebih dahulu, baru mencocokkannya dengan gejala klinis.
Pendekatan ini membalik metode diagnosis tradisional dan menandai era baru genomics-driven medicine.
Tantangan Diagnosis dan Pengobatan
Diagnosis
-
Memerlukan kecurigaan klinis tinggi
-
Konfirmasi melalui tes genetik
-
Sering ditemukan pada pasien dengan inflamasi berat tanpa sebab jelas
Pengobatan
Hingga kini, belum ada terapi kuratif spesifik. Penanganan meliputi:
-
Kortikosteroid dosis tinggi
-
Obat imunosupresan
-
Terapi target tertentu
-
Transplantasi sumsum tulang (pada kasus terpilih)
Hal ini menunjukkan betapa serius dan kompleksnya penyakit ini.
Implikasi Besar bagi Kesehatan Lansia
Penemuan Sindrom VEXAS membawa pesan penting:
-
Tidak semua penyakit lansia adalah “penuaan biasa”
-
Mutasi genetik bisa muncul di usia lanjut
-
Penyakit misterius bisa memiliki akar biologis yang baru dipahami
Ini membuka peluang diagnosis yang lebih adil dan pengobatan yang lebih tepat bagi lansia.
Kesimpulan
Sindrom VEXAS adalah contoh nyata bahwa dunia medis masih terus belajar memahami kompleksitas tubuh manusia, terutama pada usia lanjut. Penyakit ini menegaskan bahwa penuaan bukan hanya proses penurunan, tetapi juga fase di mana perubahan genetik baru dapat memicu penyakit serius.
Dengan mengenali Sindrom VEXAS, kita tidak hanya menyelamatkan pasien dari salah diagnosis bertahun-tahun, tetapi juga membuka jalan menuju medis yang lebih presisi, manusiawi, dan berbasis sains mutakhir.
Artikel lain yang Menarik:
Artikel Inspirasi Lansia
Sumber:
-
Beck, D. B., et al. (2020). Somatic mutations in UBA1 and severe adult-onset autoinflammatory disease. New England Journal of Medicine.
-
National Institutes of Health (NIH). (2021). VEXAS Syndrome Overview.
-
The Lancet Rheumatology. (2022). Clinical spectrum and management of VEXAS syndrome.
-
Ferrada, M. A., & Grayson, P. C. (2023). VEXAS syndrome: expanding clinical insights. Nature Reviews Rheumatology.
-
McDermott, M. F. (2021). Autoinflammation and somatic mutation in aging. Science Translational Medicine.





.webp)
No comments:
Post a Comment