Pendahuluan
Telinga berdenging atau tinnitus sering kali menimbulkan kekhawatiran. Banyak orang langsung mengaitkannya dengan penyakit serius, gangguan saraf berat, atau bahkan “pertanda buruk”. Di sisi lain, ada pula anggapan bahwa tinnitus adalah kondisi sepele yang pasti akan hilang sendiri.
![]() |
| Tinnitus dapat terjadi pada orang muda maupun lansia. (Sumber: foto grup) |
Sayangnya, banyak mitos yang beredar di masyarakat justru membuat penderita salah mengambil langkah—baik terlalu panik maupun terlalu mengabaikan gejala. Artikel ini membahas mitos dan fakta seputar tinnitus berdasarkan pengetahuan medis terkini, agar Anda dapat memahami kondisi ini secara tepat dan mengambil keputusan yang bijak.
Apa Itu Tinnitus? (Pengingat Singkat)
Secara medis, tinnitus bukanlah penyakit, melainkan gejala berupa persepsi suara (denging, desis, siulan, atau gemuruh) tanpa adanya sumber suara dari luar.
Tinnitus berkaitan dengan gangguan pada:
-
Telinga dalam
-
Saraf pendengaran
-
Pusat pemrosesan suara di otak
Mitos 1: Semua Tinnitus Pasti Berbahaya
❌ Mitos
✅ Fakta:
Sebagian besar kasus tinnitus tidak berbahaya dan bersifat sementara, misalnya akibat kelelahan, stres, atau paparan suara keras. Namun, tinnitus tetap perlu dievaluasi jika berlangsung lama atau disertai gejala lain seperti pusing atau gangguan pendengaran.
Mitos 2: Tinnitus Adalah Penyakit
❌ Mitos
✅ Fakta:
Tinnitus adalah gejala, bukan penyakit. Artinya, ada kondisi lain yang mendasarinya, seperti:
-
Penurunan pendengaran
-
Infeksi telinga
-
Tekanan darah tinggi
-
Efek samping obat
Menangani penyebabnya sering kali membantu mengurangi tinnitus.
Mitos 3: Tinnitus Hanya Dialami Lansia
❌ Mitos
✅ Fakta:
Meskipun lebih sering terjadi pada lansia, tinnitus dapat dialami oleh semua usia, termasuk:
-
Remaja yang sering menggunakan earphone dengan volume tinggi
-
Pekerja di lingkungan bising
-
Individu dengan stres tinggi
Mitos 4: Tinnitus Tidak Bisa Diobati Sama Sekali
❌ Mitos
✅ Fakta:
Tidak semua tinnitus bisa “disembuhkan” sepenuhnya, tetapi banyak kasus dapat dikendalikan dan dikurangi melalui:
-
Penanganan penyebab medis
-
Terapi suara (sound therapy)
-
Manajemen stres
-
Alat bantu dengar (pada kasus tertentu)
Banyak penderita dapat hidup normal dengan tinnitus yang terkelola baik.
Mitos 5: Jika Dibiarkan, Tinnitus Akan Hilang Sendiri
❌ Mitos
✅ Fakta:
Tinnitus ringan memang bisa hilang sendiri. Namun, tinnitus yang menetap lebih dari beberapa hari hingga minggu perlu diperiksa, karena bisa menjadi tanda gangguan pendengaran atau kondisi kesehatan lain.
Mitos 6: Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud Bisa Mengatasi Tinnitus
❌ Mitos
✅ Fakta:
Membersihkan telinga dengan cotton bud justru:
-
Mendorong kotoran lebih dalam
-
Berisiko melukai saluran telinga
Jika tinnitus disebabkan oleh penumpukan serumen, pembersihan harus dilakukan oleh tenaga medis.
Mitos 7: Tinnitus Selalu Berasal dari Telinga
❌ Mitos
✅ Fakta:
Tinnitus juga dapat berasal dari:
-
Sistem saraf pusat
-
Pembuluh darah (tinnitus pulsatile)
-
Gangguan sendi rahang (TMJ)
-
Masalah leher dan postur
Artinya, sumber tinnitus tidak selalu berada di telinga.
Mitos 8: Menghindari Suara Sama Sekali Akan Menghilangkan Tinnitus
❌ Mitos
✅ Fakta:
Lingkungan yang terlalu hening justru membuat tinnitus terasa lebih jelas.
Pendekatan yang lebih efektif adalah menggunakan:
-
Suara latar lembut (white noise)
-
Musik instrumental pelan
untuk membantu otak mengalihkan fokus dari dengingan.
Kapan Tinnitus Perlu Diwaspadai?
Segera konsultasi ke dokter THT jika:
-
Tinnitus hanya terjadi di satu telinga
-
Disertai vertigo atau gangguan keseimbangan
-
Denging semakin keras
-
Tinnitus muncul setelah cedera kepala
-
Tinnitus mengganggu tidur dan kualitas hidup
Penutup
Tinnitus sering diselimuti berbagai mitos yang menyesatkan. Faktanya, tinnitus adalah gejala yang umum dan sering dapat dikelola dengan baik, terutama jika dipahami sejak awal.
Dengan membedakan mitos dan fakta, Anda dapat:
-
Menghindari kepanikan berlebihan
-
Tidak menyepelekan gejala penting
-
Mengambil langkah medis dan gaya hidup yang tepat
Pemahaman yang benar adalah langkah pertama untuk mengendalikan tinnitus dan menjaga kualitas hidup, terutama pada usia lanjut.
Artikel Populer
👉 Jangan Lewatkan Artikel IniSumber
-
Mayo Clinic.
Tinnitus: Symptoms and Causes. -
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD).
What Is Tinnitus? -
American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery.
Tinnitus Overview. -
Cleveland Clinic.
Ringing in the Ears (Tinnitus). -
World Health Organization (WHO).
Deafness and Hearing Loss.


No comments:
Post a Comment