xmlns:og='http://ogp.me/ns#' LPC- Lansia Preneurship Community: 8 Mitos dan Fakta Seputar Tinnitus: Jangan Salah Kaprah tentang Telinga Berdenging

Sunday, 29 March 2026

8 Mitos dan Fakta Seputar Tinnitus: Jangan Salah Kaprah tentang Telinga Berdenging

 Pendahuluan

Telinga berdenging atau tinnitus sering kali menimbulkan kekhawatiran. Banyak orang langsung mengaitkannya dengan penyakit serius, gangguan saraf berat, atau bahkan “pertanda buruk”. Di sisi lain, ada pula anggapan bahwa tinnitus adalah kondisi sepele yang pasti akan hilang sendiri.

Tinnitus dapat terjadi pada orang muda maupun lansia.
(Sumber: foto grup)

Sayangnya, banyak mitos yang beredar di masyarakat justru membuat penderita salah mengambil langkah—baik terlalu panik maupun terlalu mengabaikan gejala. Artikel ini membahas mitos dan fakta seputar tinnitus berdasarkan pengetahuan medis terkini, agar Anda dapat memahami kondisi ini secara tepat dan mengambil keputusan yang bijak.

Tonton di YouTube & Subscribe

Apa Itu Tinnitus? (Pengingat Singkat)

Secara medis, tinnitus bukanlah penyakit, melainkan gejala berupa persepsi suara (denging, desis, siulan, atau gemuruh) tanpa adanya sumber suara dari luar.
Tinnitus berkaitan dengan gangguan pada:

  • Telinga dalam

  • Saraf pendengaran

  • Pusat pemrosesan suara di otak

Mitos-dan-fakta-tentang-Tinnitus-pada-telinga
(Sumber: image-ai)

Mitos dan Fakta Seputar Tinnitus

Mitos 1: Semua Tinnitus Pasti Berbahaya

Mitos

Fakta:
Sebagian besar kasus tinnitus tidak berbahaya dan bersifat sementara, misalnya akibat kelelahan, stres, atau paparan suara keras. Namun, tinnitus tetap perlu dievaluasi jika berlangsung lama atau disertai gejala lain seperti pusing atau gangguan pendengaran.

Mitos 2: Tinnitus Adalah Penyakit

Mitos

Fakta:
Tinnitus adalah gejala, bukan penyakit. Artinya, ada kondisi lain yang mendasarinya, seperti:

  • Penurunan pendengaran

  • Infeksi telinga

  • Tekanan darah tinggi

  • Efek samping obat

Menangani penyebabnya sering kali membantu mengurangi tinnitus.

Mitos 3: Tinnitus Hanya Dialami Lansia

Mitos

Fakta:
Meskipun lebih sering terjadi pada lansia, tinnitus dapat dialami oleh semua usia, termasuk:

  • Remaja yang sering menggunakan earphone dengan volume tinggi

  • Pekerja di lingkungan bising

  • Individu dengan stres tinggi

Mitos 4: Tinnitus Tidak Bisa Diobati Sama Sekali

Mitos

Fakta:
Tidak semua tinnitus bisa “disembuhkan” sepenuhnya, tetapi banyak kasus dapat dikendalikan dan dikurangi melalui:

  • Penanganan penyebab medis

  • Terapi suara (sound therapy)

  • Manajemen stres

  • Alat bantu dengar (pada kasus tertentu)

Banyak penderita dapat hidup normal dengan tinnitus yang terkelola baik.

Mitos 5: Jika Dibiarkan, Tinnitus Akan Hilang Sendiri

Mitos

Fakta:
Tinnitus ringan memang bisa hilang sendiri. Namun, tinnitus yang menetap lebih dari beberapa hari hingga minggu perlu diperiksa, karena bisa menjadi tanda gangguan pendengaran atau kondisi kesehatan lain.


Mitos 6: Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud Bisa Mengatasi Tinnitus

Mitos

Fakta:
Membersihkan telinga dengan cotton bud justru:

  • Mendorong kotoran lebih dalam

  • Berisiko melukai saluran telinga

Jika tinnitus disebabkan oleh penumpukan serumen, pembersihan harus dilakukan oleh tenaga medis.

Mitos 7: Tinnitus Selalu Berasal dari Telinga

Mitos

Fakta:
Tinnitus juga dapat berasal dari:

  • Sistem saraf pusat

  • Pembuluh darah (tinnitus pulsatile)

  • Gangguan sendi rahang (TMJ)

  • Masalah leher dan postur

Artinya, sumber tinnitus tidak selalu berada di telinga.

Mitos 8: Menghindari Suara Sama Sekali Akan Menghilangkan Tinnitus

Mitos

Fakta:
Lingkungan yang terlalu hening justru membuat tinnitus terasa lebih jelas.
Pendekatan yang lebih efektif adalah menggunakan:

  • Suara latar lembut (white noise)

  • Musik instrumental pelan

untuk membantu otak mengalihkan fokus dari dengingan.

Kapan Tinnitus Perlu Diwaspadai?

Segera konsultasi ke dokter THT jika:

  • Tinnitus hanya terjadi di satu telinga

  • Disertai vertigo atau gangguan keseimbangan

  • Denging semakin keras

  • Tinnitus muncul setelah cedera kepala

  • Tinnitus mengganggu tidur dan kualitas hidup

Penutup

Tinnitus sering diselimuti berbagai mitos yang menyesatkan. Faktanya, tinnitus adalah gejala yang umum dan sering dapat dikelola dengan baik, terutama jika dipahami sejak awal.

Dengan membedakan mitos dan fakta, Anda dapat:

  • Menghindari kepanikan berlebihan

  • Tidak menyepelekan gejala penting

  • Mengambil langkah medis dan gaya hidup yang tepat

Pemahaman yang benar adalah langkah pertama untuk mengendalikan tinnitus dan menjaga kualitas hidup, terutama pada usia lanjut.


Artikel Populer

Peran Mikrobioma Usus sebagai “The Second Brain”

Gangguan kesehatan mental yang terjadi pada usia lanjut dan sering kali tidak terdiagnosis,...

Baca Selengkapnya

DARI PENJARA ke PUNCAK KUASA: Rahasia Ketabahan Anwar Ibrahim, PM Malaysia yang Bangkit di Usia Senja

Perjalanan hidupnya bukan sekadar kisah politik, melainkan kronik keteguhan, ketabahan moral,...

Baca Selengkapnya

[STOP PAKAI KERAMIK BIASA!] Ini 5 Jenis Lantai Anti-Slip TERBAIK yang Jamin Kamar Mandi Lansia 100% Bebas Cedera Fatal

Lansia adalah kelompok yang paling rentan mengalami cedera akibat jatuh di kamar mandi,...

Baca Selengkapnya
👉 Jangan Lewatkan Artikel Ini

Sumber

  1. Mayo Clinic.
    Tinnitus: Symptoms and Causes.

  2. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD).
    What Is Tinnitus?

  3. American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery.
    Tinnitus Overview.

  4. Cleveland Clinic.
    Ringing in the Ears (Tinnitus).

  5. World Health Organization (WHO).
    Deafness and Hearing Loss.

No comments:

Post a Comment