xmlns:og='http://ogp.me/ns#' LPC- Lansia Preneurship Community: August 2026

Sunday, 30 August 2026

JANGAN ANGGAP SEPELE! 7 Lokasi Saraf Kejepit yang Sering Terjadi pada Lansia dan Cara Membedakan Gejalanya

 Pendahuluan

 Nyeri Bukan Selalu Karena "Salah Urat"

"Pinggang saya seperti ditusuk dan nyerinya turun sampai kaki."

"Tangan saya sering kesemutan sampai ibu jari."

"Leher sakit, lalu terasa seperti aliran listrik sampai ke lengan."

Keluhan seperti ini sangat sering disebut "salah urat" atau "saraf kejepit".

Tetapi tahukah Anda?

Saraf kejepit tidak hanya terjadi di pinggang.

Saraf dapat tertekan di berbagai bagian tubuh, mulai dari leher, punggung, siku, pergelangan tangan, hingga pergelangan kaki. Tekanan tersebut dapat menimbulkan nyeri, kesemutan, mati rasa, sensasi terbakar, bahkan kelemahan otot.

Perubahan tulang dan sendi akibat penuaan dapat menimbulkan saraf kejepit.
(Sumber: foto grup)

Pada lansia, masalah ini perlu mendapat perhatian lebih. Perubahan tulang dan sendi akibat penuaan dapat mempersempit ruang tempat saraf berjalan. Risiko stenosis tulang belakang juga meningkat seiring bertambahnya usia.

Namun ada satu hal yang sangat penting:

Tidak semua nyeri, kesemutan, atau kebas berarti saraf kejepit.

Nyeri pada lansia juga dapat disebabkan oleh arthritis, neuropati akibat diabetes, gangguan pembuluh darah, cedera, penyakit tulang, atau kondisi neurologis lainnya.

Karena itu, mengenali lokasi dan pola gejala dapat membantu keluarga memahami kapan keluhan masih mungkin ditangani secara konservatif dan kapan perlu diperiksa.

⚡ Ringkasan 30 Detik

Lokasi Tekanan/Penjepitan Saraf
7 Lokasi Tekanan/Penjepitan Saraf
No. Lokasi Gejala
1LeherNyeri menjalar ke bahu/lengan/tangan
2Punggung tengahNyeri melingkar ke dada atau perut; relatif lebih jarang
3PinggangNyeri menjalar ke bokong dan kaki, sering disebut sciatica
4Pergelangan tanganKesemutan terutama ibu jari, telunjuk, dan jari tengah
5SikuKesemutan terutama jari manis dan kelingking
6Sisi luar lututKelemahan atau kesemutan pada tungkai/kaki
7Pergelangan kakiNyeri, terbakar, atau kesemutan pada telapak kaki
Yang harus diingat: lokasi gejala membantu memberi petunjuk, tetapi tidak dapat memastikan diagnosis tanpa pemeriksaan medis.

🎬🍿Ringkasan Versi Video

Apa Sebenarnya Saraf Kejepit?

Istilah saraf kejepit menggambarkan keadaan ketika saraf mendapat tekanan dari jaringan di sekitarnya, misalnya tulang, tulang rawan, diskus, otot, tendon, atau jaringan lain.

Tekanan tersebut dapat menyebabkan:

  • nyeri,
  • kesemutan,
  • rasa terbakar,
  • mati rasa,
  • penurunan sensasi,
  • kelemahan otot,
  • atau gangguan fungsi anggota tubuh.

Jika tekanan terjadi pada akar saraf di tulang belakang, istilah medis yang sering digunakan adalah radikulopati. Sementara tekanan pada saraf di luar tulang belakang dapat disebut neuropati kompresi atau entrapment neuropathy.

Jadi, "saraf kejepit" sebenarnya bukan satu penyakit saja.

Lokasinya menentukan pola gejalanya.

Artikel Kesehatan
Ilustrasi gangguan Mental

Teropong Mental:
Biologis-Psikologis-Lingkungan sumber gangguan mental

Memahami ketiga pilar utama ini membantu kita mengidentifikasi risiko dan langkah penanganan yang tepat.

Baca artikel →

7 Lokasi Saraf Kejepit yang Perlu Dikenali Lansia

1. Saraf di Leher — Cervical Radiculopathy

Saraf dari leher menuju bahu, lengan, dan tangan.

Jika akar saraf di daerah leher tertekan, keluhan dapat terasa bukan hanya di leher, tetapi juga menjalar ke bagian tubuh yang dilayani saraf tersebut.

Gejala yang dapat muncul:

  • nyeri leher,
  • nyeri menjalar ke bahu,
  • kesemutan pada lengan,
  • mati rasa pada tangan atau jari,
  • sensasi seperti tersengat listrik,
  • kelemahan lengan atau tangan.

Petunjuk penting:
Jika nyeri dimulai dari leher kemudian menjalar ke bahu atau lengan, masalah pada saraf leher perlu dipertimbangkan.

2. Saraf di Punggung Tengah — Thoracic Radiculopathy

Lokasi ini lebih jarang dibandingkan saraf terjepit di leher atau pinggang.

Saraf dari tulang belakang bagian dada dapat menimbulkan nyeri yang terasa seperti mengikuti jalur melingkar menuju:

  • dada,
  • sisi tubuh,
  • atau perut.

Karena lokasinya tidak biasa, keluhan seperti ini tidak boleh langsung dianggap sebagai saraf kejepit.

Nyeri dada pada lansia, terutama bila disertai sesak, keringat dingin, mual, atau rasa tertekan di dada, memerlukan evaluasi medis segera.

Jangan menganggap semua nyeri dada sebagai masalah saraf.

3. Saraf di Pinggang — Lumbar Radiculopathy / Sciatica

Ini adalah salah satu gambaran yang paling sering dibayangkan masyarakat ketika mendengar istilah saraf kejepit.

Saraf dari bagian bawah tulang belakang menuju tungkai. Jika akar saraf tertekan, nyeri dapat menjalar dari:

pinggang → bokong → paha → tungkai → kaki.

Gejala dapat berupa:

  • nyeri tajam,
  • rasa terbakar,
  • kesemutan,
  • mati rasa,
  • atau kelemahan pada kaki.

Nyeri punggung bawah dengan gejala pada tungkai memang sering berkaitan dengan gangguan saraf, tetapi tidak semua nyeri pinggang adalah saraf kejepit.

Pada lansia, penyebabnya dapat berkaitan dengan:

  • perubahan degeneratif tulang belakang,
  • penyempitan kanal tulang belakang,
  • perubahan diskus,
  • osteoarthritis,
  • atau masalah lainnya.

4. Pergelangan Tangan — Carpal Tunnel Syndrome

Ini adalah contoh saraf terjepit yang bukan berasal dari tulang belakang.

Saraf medianus melewati terowongan sempit di pergelangan tangan yang disebut carpal tunnel.

Jika saraf tersebut tertekan, gejalanya biasanya mengenai:

  • ibu jari,
  • telunjuk,
  • jari tengah,
  • dan sebagian jari manis.

Keluhan dapat berupa:

  • kesemutan,
  • mati rasa,
  • sensasi seperti tersengat listrik,
  • nyeri,
  • tangan terasa lemah,
  • sering menjatuhkan benda.

Gejala sering lebih terasa pada malam hari dan dapat membuat seseorang terbangun untuk menggoyang-goyangkan tangannya.

Petunjuk membedakan

Jika kesemutan terutama berada di ibu jari–telunjuk–jari tengah, carpal tunnel perlu dipertimbangkan.

Artikel Kesehatan
Ilustrasi Organ tubuh

Telisik Organ Tubuh:
Otak-Jantung-Hati-Ginjal-Paru-paru mutlak untuk bertahan hidup

Memahami cara kerjanya,kita dapat lebih menghargai tubuh dan membangun kebiasaan hidup sehat.

Baca artikel →

5. Siku — Cubital Tunnel Syndrome

Saraf ulnaris berjalan melewati bagian dalam siku.

Ketika saraf tersebut tertekan, gejala biasanya terasa pada:

  • jari kelingking,
  • jari manis,
  • dan sisi tangan.

Keluhannya dapat berupa:

  • kesemutan,
  • mati rasa,
  • rasa seperti tersengat,
  • kelemahan genggaman,
  • atau kesulitan melakukan aktivitas menggunakan tangan.

Tekanan pada saraf ulnaris di siku dikenal sebagai cubital tunnel syndrome.

Petunjuk sederhana

Kelingking + jari manis lebih mengarah ke saraf ulnaris dibandingkan carpal tunnel.

6. Sisi Luar Lutut — Peroneal Nerve Entrapment

Saraf peroneal berjalan melewati daerah dekat sisi luar lutut.

Tekanan atau cedera pada saraf ini dapat menyebabkan:

  • kesemutan pada tungkai bagian bawah,
  • mati rasa pada bagian tertentu kaki,
  • kelemahan mengangkat bagian depan kaki,
  • atau kesulitan berjalan.

Jika kelemahan cukup berat, seseorang dapat mengalami kondisi yang dikenal sebagai foot drop, yaitu bagian depan kaki sulit diangkat ketika berjalan.

Mengapa penting pada lansia?

Kelemahan kaki dapat meningkatkan risiko tersandung dan jatuh.

Karena itu, jangan hanya menganggap kaki yang sering tersandung sebagai "memang sudah tua".

7. Pergelangan Kaki — Tarsal Tunnel Syndrome

Saraf tibialis dapat mengalami tekanan ketika melewati ruang sempit di sekitar bagian dalam pergelangan kaki yang dikenal sebagai tarsal tunnel.

Keluhan dapat berupa:

  • kesemutan pada telapak kaki,
  • rasa terbakar,
  • nyeri,
  • mati rasa,
  • atau sensasi seperti tertusuk.

Tarsal tunnel syndrome merupakan salah satu contoh saraf perifer yang tertekan di daerah pergelangan kaki.

📊 Tabel 7 Lokasi Saraf Kejepit dan Cara Membedakannya

Tabel Lokasi Tekanan Saraf
Lokasi Tekanan/Penjepitan Saraf – Gejala & Petunjuk
No. Lokasi Saraf/Kondisi yang Mungkin Gejala Khas Petunjuk Sederhana
1LeherRadikulopati servikalNyeri leher menjalar ke bahu/lenganNyeri mengikuti jalur ke tangan
2Punggung tengahRadikulopati torakalNyeri melingkar ke dada/perutRelatif jarang, perlu evaluasi penyebab lain
3PinggangRadikulopati lumbal / sciaticaNyeri pinggang menjalar ke bokong/kakiNyeri mengikuti tungkai
4Pergelangan tanganCarpal tunnelKesemutan ibu jari, telunjuk, jari tengahSering lebih mengganggu malam hari
5SikuCubital tunnelKesemutan kelingking dan jari manisSering terkait posisi/tekanan siku
6Sisi luar lututKompresi saraf peronealKebas/kelemahan tungkai atau kakiBisa sulit mengangkat bagian depan kaki
7Pergelangan kakiTarsal tunnelTerbakar/kesemutan telapak kakiGejala dominan di telapak kaki
Catatan: Tabel ini adalah panduan mengenali pola, bukan alat untuk mendiagnosis sendiri. Gejala dapat tumpang tindih dengan penyakit lain, sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan.

Mengapa Lansia Lebih Perlu Memperhatikan Gejala Saraf?

Penuaan menyebabkan berbagai perubahan pada tulang, diskus, otot, dan sendi. Diskus kehilangan sebagian elastisitasnya, sementara perubahan degeneratif pada tulang belakang dapat meningkatkan kemungkinan penyempitan ruang saraf.

Selain itu, lansia dapat memiliki beberapa kondisi sekaligus, misalnya:

arthritis + diabetes + gangguan tulang belakang + penggunaan obat tertentu.

Akibatnya, kesemutan atau nyeri tidak selalu berasal dari satu penyebab.

⚠️ Saraf Kejepit atau Neuropati Diabetes?

Ini pertanyaan penting.

Keduanya dapat menimbulkan:

  • kesemutan,
  • kebas,
  • rasa terbakar,
  • atau sensasi seperti tertusuk.

Tetapi polanya bisa berbeda.

Lebih mengarah ke saraf tertekan:

Nyeri/kebas mengikuti jalur tertentu, misalnya dari pinggang turun ke satu kaki atau dari leher menuju satu lengan.

Lebih mengarah ke neuropati perifer:

Keluhan sering muncul pada kedua kaki atau kedua tangan dengan pola yang lebih menyebar.

Namun perbedaan ini tidak cukup untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan jika keluhan menetap atau memburuk.

✅ Checklist: Apakah Gejalanya Mengarah ke Saraf Tertekan?

Checklist Gejala Saraf Kejepit
Checklist Gejala Saraf Kejepit
Gejala
✔ Jika hanya 1–2 gejala → Belum tentu saraf kejepit.
✔ Jika beberapa gejala muncul bersamaan → Sebaiknya lakukan evaluasi medis, terutama bila mengganggu aktivitas.
✔ Jika disertai kelemahan yang progresif → Jangan menunda pemeriksaan.

🧠 Mitos vs Fakta

Mitos vs Fakta Saraf Kejepit
Mitos vs Fakta Saraf Kejepit
Mitos Fakta
Semua nyeri pinggang adalah saraf kejepit Tidak. Nyeri pinggang mempunyai banyak kemungkinan penyebab
Saraf kejepit hanya terjadi di pinggang Tidak. Saraf dapat tertekan di leher, pergelangan tangan, siku, pergelangan kaki, dan lokasi lain
Kesemutan pasti saraf kejepit Tidak. Diabetes dan gangguan saraf lainnya juga dapat menyebabkan kesemutan
Lansia pasti mengalami saraf kejepit Tidak. Usia dapat meningkatkan risiko beberapa masalah degeneratif, tetapi bukan berarti semua lansia mengalaminya
Kalau sakit harus dipijat kuat Tidak selalu. Penyebab nyeri harus diketahui terlebih dahulu
Kalau masih bisa berjalan berarti tidak serius Belum tentu. Gangguan saraf dapat berkembang secara bertahap
Operasi selalu diperlukan Tidak. Banyak kasus ditangani dengan pendekatan nonoperatif; operasi hanya diperlukan pada kondisi tertentu
Catatan: Sebagian kasus saraf tertekan dapat membaik dengan perawatan konservatif, tetapi tekanan yang menetap dapat menyebabkan kerusakan saraf.

🚨 Jangan Langsung Dipijat atau Diurut Kuat

Pada keluhan yang diduga saraf kejepit, tindakan yang terlalu agresif tidak selalu tepat.

Terutama jika terdapat:

  • mati rasa,
  • kelemahan,
  • nyeri hebat,
  • gejala yang semakin memburuk,
  • riwayat jatuh,
  • atau penyakit tulang belakang.

Pijat bukan pengganti diagnosis.

Jika penyebabnya ternyata bukan saraf kejepit—misalnya patah tulang, gangguan pembuluh darah, infeksi, atau masalah neurologis—penanganannya tentu berbeda.

🔎 Bagaimana Dokter Menentukan Penyebabnya?

Dokter biasanya tidak hanya bertanya, "Di mana yang sakit?"

Yang penting justru pola gejalanya.

Pemeriksaan dapat meliputi:

1. Riwayat keluhan

  • kapan mulai,
  • lokasi nyeri,
  • apakah menjalar,
  • apakah ada kebas,
  • apakah ada kelemahan.

2. Pemeriksaan saraf

Dokter dapat menilai:

  • kekuatan otot,
  • refleks,
  • sensasi,
  • koordinasi,
  • dan pola berjalan.

3. Pemeriksaan tambahan bila diperlukan

Bergantung pada kondisi, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan seperti:

  • MRI,
  • CT scan,
  • rontgen,
  • atau pemeriksaan saraf tertentu.

Tidak semua orang dengan nyeri punggung atau kesemutan otomatis membutuhkan MRI.

🔄 Flowchart Panduan Tindakan

ADA NYERI / KESEMUTAN / KEBAS?
Apakah ada kelemahan baru?
TIDAK
Perhatikan polanya
Apakah gejala menjalar mengikuti jalur tangan/kaki?
YA
SEGERA PERIKSA
YA
Mungkin melibatkan saraf tertentu
TIDAK
Cari penyebab lain bersama dokter
Apakah menetap,
berulang, atau
semakin berat?
YA
Konsultasi
dokter
TIDAK
Pantau dan
hindari pemicu
ADA GANGGUAN KENCING/BAB,
KEBAS AREA SELANGKANG,
ATAU KELEMAHAN BERAT?
YA
🚨 DARURAT MEDIS
SEGERA KE IGD

🟥 KOTAK: KAPAN HARUS KE DOKTER?

Segera cari pertolongan medis bila nyeri punggung atau tungkai disertai:

  • sulit atau tidak bisa buang air kecil,
  • kehilangan kontrol urine,
  • kehilangan kontrol buang air besar,
  • mati rasa di sekitar bokong, anus, alat kelamin, atau bagian dalam paha,
  • kelemahan kaki yang berat atau semakin cepat memburuk,
  • gangguan berjalan yang baru muncul,
  • atau nyeri/kelainan saraf pada kedua kaki yang berkembang cepat.

Kombinasi gejala tersebut dapat menjadi tanda cauda equina syndrome, kondisi yang jarang tetapi serius karena dapat menyebabkan gangguan permanen pada fungsi kandung kemih, usus, fungsi seksual, atau tungkai. Kondisi tersebut membutuhkan evaluasi darurat.

Jangan menunggu dipijat, jangan menunggu beberapa hari untuk melihat apakah membaik.

Bagaimana Cara Membantu Mencegah Saraf Tertekan?

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf:

1. Jangan berada dalam satu posisi terlalu lama

Bangun dan bergerak secara berkala.

2. Perhatikan posisi tubuh

Hindari kebiasaan membungkuk atau mempertahankan posisi yang menekan saraf dalam waktu lama.

3. Tetap aktif sesuai kemampuan

Latihan kekuatan, fleksibilitas, dan aktivitas aerobik ringan dapat membantu mempertahankan fungsi tubuh.

4. Hindari gerakan berulang berlebihan

Terutama gerakan tangan dan pergelangan yang dilakukan terus-menerus.

5. Kendalikan berat badan

Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan mekanis pada tubuh dan merupakan salah satu faktor risiko gangguan saraf tertekan.

6. Kendalikan penyakit yang mendasari

Diabetes, arthritis, gangguan tiroid, dan kondisi lain dapat meningkatkan risiko masalah saraf tertentu.

Artikel Kesehatan
Ilustrasi Organ tubuh

Misteri Kesehatan lansia:
Kejadian Aneh pada lansia Mulai Terkuak Secara Medis

Memahami peristiwa agar kita bijak bersikap dan bertindak untuk orang tua atau lansia sesuai medis

Baca artikel →

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah saraf kejepit bisa sembuh tanpa operasi?

Bisa pada banyak kasus. Penanganan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan. Sebagian kasus membaik dengan modifikasi aktivitas dan terapi konservatif, tetapi kondisi tertentu memerlukan tindakan lebih lanjut.

2. Apakah saraf kejepit selalu terasa sakit?

Tidak. Sebagian orang justru lebih dominan mengalami kesemutan, mati rasa, atau kelemahan.

3. Apakah saraf kejepit sama dengan salah urat?

Tidak persis. "Salah urat" adalah istilah masyarakat, sedangkan saraf tertekan mempunyai berbagai diagnosis medis yang lebih spesifik.

4. Mengapa tangan sering kesemutan saat tidur?

Salah satu kemungkinan adalah posisi tidur yang menekan saraf. Pada carpal tunnel, posisi pergelangan yang menekuk saat tidur dapat memperburuk tekanan pada saraf medianus.

Namun kesemutan tangan juga mempunyai banyak penyebab lain.

5. Apakah semua kesemutan kaki berasal dari pinggang?

Tidak. Kesemutan kaki dapat berasal dari saraf tulang belakang, saraf perifer, neuropati diabetes, gangguan metabolik, dan penyebab lainnya.

6. Apakah saraf kejepit boleh dipijat?

Tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua orang. Penyebab keluhan sebaiknya diketahui terlebih dahulu, terutama pada lansia dengan kebas atau kelemahan.

7. Kapan saraf kejepit menjadi berbahaya?

Risiko meningkat bila terjadi kelemahan yang progresif, gangguan berjalan, atau gangguan kandung kemih dan usus, terutama jika disertai mati rasa di area selangkangan/bokong.

📌 Ringkasan Poin Penting

Saraf Kejepit – Fakta Penting
Saraf Kejepit – Fakta Penting
Pernyataan
Saraf kejepit bukan hanya terjadi di pinggang.
Saraf dapat tertekan di leher, punggung, pergelangan tangan, siku, sekitar lutut, hingga pergelangan kaki.
Gejala khas dapat berupa nyeri menjalar, kesemutan, mati rasa, rasa terbakar, dan kelemahan.
Kesemutan tidak otomatis berarti saraf kejepit.
Diabetes dan neuropati perifer dapat memberikan gejala yang mirip.
Pada lansia, perubahan degeneratif tulang belakang dapat meningkatkan risiko beberapa gangguan saraf.
Kelemahan yang semakin berat tidak boleh dianggap sekadar efek usia.
Jangan langsung melakukan pijat atau urut kuat sebelum penyebab keluhan diketahui.
Gangguan buang air kecil/besar dan mati rasa di area selangkangan merupakan tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan segera.
Diagnosis yang tepat lebih penting daripada sekadar menghilangkan rasa sakit sementara.
Catatan: Informasi ini adalah panduan edukasi. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.

Penutup

Istilah "saraf kejepit" memang terdengar sederhana, tetapi lokasi dan penyebabnya sangat beragam.

Pada satu lansia, kesemutan ibu jari dan telunjuk mungkin berkaitan dengan carpal tunnel. Pada orang lain, nyeri yang menjalar dari pinggang ke kaki mungkin berkaitan dengan radikulopati lumbal. Sementara kelemahan kaki dapat berasal dari saraf yang tertekan di sekitar lutut atau masalah lain yang sama sekali berbeda.

Karena itu, jangan hanya bertanya:

"Di mana yang sakit?"

Tetapi tanyakan juga:

"Ke mana rasa sakitnya menjalar? Apakah ada kebas? Apakah ada kelemahan? Dan apakah gejalanya semakin memburuk?"

Bagi lansia, kemampuan mengenali pola gejala ini penting karena gangguan saraf yang tidak ditangani dapat mengganggu berjalan, menggenggam, tidur, dan kemandirian sehari-hari.

Dan satu pesan yang paling penting:

Jangan menyalahkan usia untuk setiap nyeri dan kesemutan. Tubuh yang menua memang berubah, tetapi gejala baru tetap layak diperhatikan.

Catatan kesehatan: 

Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Pada lansia, terutama bila muncul kelemahan, mati rasa yang progresif, gangguan berjalan, atau perubahan fungsi kandung kemih/usus, evaluasi medis lebih penting daripada mencoba mengobati sendiri.

Responsive Grid Lansia Premium

#lpclansia

Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.

Tonton →

#lansiaSehat

Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.

Lihat →

#TipsSehat

Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Cek →

Jelajahi LPC Lansia

Lansia Jatuh

Alat ini Dibutuhkan lansia!

Lansia Sukses
Senior Berprestasi Di Seluruh Dunia

Siapa Saja Senior Berprestasi yang Anda Kenal!

Lansia Sukses

Artikel Populer

[HACKING EMOSI] Bukan Cuma Perasaan! Ini Tombol Kimia di Otak yang 'Memaksa' Anda Terus Sedih

Kesedihan adalah emosi yang sangat manusiawi. Namun, di balik rasa perih di dada, ada cara untuk menyelesaikan...

Baca Selengkapnya

BUKAN AMBISI, TAPI TEKAD BESI: Benarkah Usia Joe Biden Justru Jadi Senjata Rahasia Kekuatan Politiknya?

Tidak semua orang menjadi besar karena hidupnya mulus, Sebagian justru tumbuh karena tekad yang membaja...

Baca Selengkapnya

[BACA SEBELUM FATAL!] 7 Penataan Furnitur yang Diam-Diam 'Mematikan' Lansia: Ubah Sekarang Juga!

Sebagian besar kasus jatuh pada lansia tidak disebabkan oleh penyakit serius, melainkan penataan furnitur...

Baca Selengkapnya

📚  Sumber

  1. Mayo Clinic. Pinched nerve — Symptoms and causes. Referensi mengenai penyebab, gejala, lokasi saraf tertekan, radikulopati, carpal tunnel, cubital tunnel, dan tarsal tunnel.
  2. Mayo Clinic. Carpal tunnel syndrome — Symptoms and causes. Referensi mengenai gejala saraf medianus yang tertekan di pergelangan tangan.
  3. Mayo Clinic Orthopedics & Sports Medicine. Carpal tunnel syndrome.
  4. National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). Low Back Pain. Referensi mengenai perubahan tulang belakang dan meningkatnya risiko stenosis seiring pertambahan usia.
  5. NHS Worcestershire Acute Hospitals. Cauda Equina Syndrome. Referensi mengenai tanda bahaya gangguan saraf tulang belakang bagian bawah.
  6. Royal Free London NHS Foundation Trust. Cauda Equina Syndrome. Referensi mengenai gangguan kandung kemih, usus, sensasi area genital/bokong, dan kelemahan tungkai sebagai tanda kegawatan.
  7. Sherwood Forest Hospitals NHS. Lumbar Spine Stenosis. Referensi mengenai stenosis dan tanda neurologis yang memerlukan evaluasi segera.


Saturday, 29 August 2026

JANGAN SALAH KIRA! Bercak Hitam di Kulit Lansia Bisa Diabetes, Jamur, atau Alergi — Ini Cara Membedakannya

Pendahuluan

Bercak Hitam Tidak Selalu Berarti Jamur

Pernah melihat kulit lansia tiba-tiba tampak lebih gelap di leher, ketiak, selangkangan, atau lipatan tubuh?

Reaksi pertama biasanya sederhana:

"Mungkin jamur."

Lalu dibelikan salep antijamur.

Tetapi masalahnya, tidak semua bercak kulit disebabkan oleh jamur.

Bercak gelap yang terasa lebih tebal dan seperti beludru, misalnya, dapat merupakan acanthosis nigricans, suatu perubahan kulit yang sering berkaitan dengan resistensi insulin dan dapat ditemukan pada orang dengan pradiabetes atau diabetes tipe 2.

Sebaliknya, bercak yang gatal, bersisik, dan berbentuk melingkar lebih mengarah ke infeksi jamur seperti tinea.

Sementara itu, kulit yang sangat gatal, merah, kering, perih, pecah-pecah, atau melepuh dapat berkaitan dengan dermatitis kontak.

Jadi, warna bercak saja tidak cukup untuk menentukan penyebabnya.

Bercak hitam pada kulit lansia tanda penyakit tertentu.
(Sumber: foto grup)
Artikel ini membantu keluarga lansia mengenali perbedaannya secara sederhana—tanpa menggantikan pemeriksaan dokter.

⚡Ringkasan 30 Detik

🟢 Ringkasan 30 Detik
Tiga petunjuk yang mudah diingat:
1 Gelap + menebal + terasa seperti beludru → pertimbangkan acanthosis nigricans dan evaluasi faktor metabolik.
2 Gatal + bersisik + cenderung berbentuk cincin → pertimbangkan infeksi jamur.
3 Gatal/perih + merah + kering/pecah atau melepuh setelah paparan tertentu → pertimbangkan dermatitis kontak.
⚠️ Jangan memastikan diagnosis hanya dari penampilan kulit.
Acanthosis nigricans bukan berarti seseorang pasti menderita diabetes, sedangkan bercak jamur dapat menyerupai beberapa penyakit kulit lainnya. Pemeriksaan diperlukan bila diagnosis tidak jelas atau keluhan menetap.

🎬🍿Ringkasan Versi Video

Mengapa Bercak Kulit Lansia Sering Salah Dikenali?

Kulit yang menua mengalami berbagai perubahan. Selain itu, lansia mungkin memiliki:

  • diabetes atau pradiabetes,
  • berat badan berlebih,
  • gangguan sirkulasi,
  • kulit lebih kering,
  • penggunaan banyak obat,
  • gangguan imunitas,
  • atau beberapa penyakit kronis sekaligus.

Akibatnya, satu jenis bercak dapat terlihat berbeda pada setiap orang.

Bahkan infeksi jamur yang sudah terkena krim kortikosteroid dapat berubah penampilannya sehingga lebih sulit dikenali. Kondisi ini disebut tinea incognito.

Artikel Kesehatan
Ilustrasi gangguan Mental

Teropong Mental:
Biologis-Psikologis-Lingkungan sumber gangguan mental

Memahami ketiga pilar utama ini membantu kita mengidentifikasi risiko dan langkah penanganan yang tepat.

Baca artikel →

1. Bercak Gelap dan Menebal: Acanthosis Nigricans

Salah satu kondisi yang penting dikenali adalah acanthosis nigricans (AN).

Ciri yang sering ditemukan:

  • warna kulit menjadi cokelat hingga kehitaman,
  • kulit terasa lebih tebal,
  • permukaan seperti beludru,
  • sering muncul pada leher,
  • ketiak,
  • selangkangan,
  • dan lipatan tubuh.

Acanthosis nigricans sering berkaitan dengan resistensi insulin, dan dapat ditemukan pada orang dengan pradiabetes atau diabetes tipe 2. Namun, keberadaan bercak tersebut tidak otomatis berarti seseorang sudah terkena diabetes.

Mengapa perlu diperhatikan?

Karena pada orang tertentu, perubahan kulit tersebut dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi kondisi metabolik.

Pemeriksaan seperti HbA1c atau pemeriksaan glukosa darah dapat digunakan dokter untuk menilai kemungkinan pradiabetes atau diabetes.

Catatan penting

Tidak semua kulit gelap di lipatan adalah acanthosis nigricans.

Perubahan pigmentasi dapat memiliki banyak penyebab lain sehingga diagnosis sebaiknya tidak dibuat hanya berdasarkan foto atau warna kulit.

2. Bercak Gatal dan Bersisik: Bisa Jadi Jamur

Infeksi jamur kulit atau tinea mempunyai pola yang berbeda.

Pada tinea corporis, bercak sering:

  • berbentuk bulat atau oval,
  • perlahan melebar,
  • memiliki tepi yang lebih aktif dan bersisik,
  • terasa gatal,
  • dan kadang terlihat seperti cincin.

Namun, tidak semua jamur berbentuk cincin sempurna.

Inilah sebabnya pemeriksaan tetap penting jika gambaran kulit tidak khas.

Mengapa jamur mudah muncul?

Jamur lebih mudah berkembang pada kondisi:

  • lembap,
  • banyak berkeringat,
  • kulit sering bergesekan,
  • pakaian terlalu ketat,
  • atau terdapat infeksi jamur di bagian tubuh lain.

Tinea juga dapat menular melalui kontak langsung atau benda tertentu yang terkontaminasi.

3. Bercak Merah dan Sangat Gatal: Bisa Jadi Dermatitis

Dermatitis kontak terjadi ketika kulit mengalami iritasi atau reaksi alergi terhadap sesuatu yang bersentuhan dengannya.

Pemicu dapat berupa:

  • sabun,
  • deterjen,
  • parfum,
  • kosmetik,
  • bahan logam tertentu,
  • produk perawatan kulit,
  • bahan kimia,
  • atau berbagai zat lainnya.

Gejalanya dapat berupa:

  • gatal hebat,
  • kemerahan,
  • rasa terbakar atau perih,
  • kulit kering,
  • pecah-pecah,
  • bengkak,
  • lepuhan,
  • atau kulit mengeluarkan cairan.

Menariknya, reaksi alergi tidak selalu muncul segera setelah kontak. Pada sebagian kasus, ruam baru muncul beberapa jam atau bahkan beberapa hari kemudian.

📊 Tabel Perbedaan Bercak: Diabetes/Resistensi Insulin, Jamur, dan Alergi

No. Ciri Acanthosis Nigricans Infeksi Jamur Dermatitis Kontak
1 Warna Cokelat hingga kehitaman Merah, cokelat, abu-abu, atau lebih gelap pada sebagian warna kulit Sering merah; dapat meninggalkan perubahan warna
2 Tekstur Tebal, seperti beludru Bersisik, kadang berbatas tegas Kering, pecah-pecah, dapat melepuh atau berair
3 Gatal Biasanya bukan keluhan utama Sering gatal Sering sangat gatal
4 Bentuk Menyebar pada lipatan Sering bulat/oval atau seperti cincin Tidak beraturan, sesuai pola paparan
5 Lokasi khas Leher, ketiak, selangkangan Tubuh, lipatan, kaki, selangkangan, dan area lain Area yang terpapar pemicu, tetapi bisa lebih luas
6 Faktor terkait Resistensi insulin dan kondisi tertentu lainnya Infeksi dermatofit Iritasi atau alergi terhadap bahan tertentu
7 Perjalanan Cenderung perlahan Dapat melebar Dapat membaik bila pemicu dihindari
8 Pemeriksaan Evaluasi klinis dan, bila perlu, pemeriksaan metabolik Pemeriksaan kulit; dapat dilakukan kerokan/KOH Riwayat paparan dan pemeriksaan kulit; patch test pada kasus tertentu
9 Apakah pasti diabetes? Tidak Tidak Tidak
10 Apakah perlu dokter? Bila baru muncul/tidak jelas atau ada faktor risiko Bila tidak jelas, luas, berulang, atau tidak membaik Bila menetap, berat, berulang, atau penyebab tidak diketahui

Sumber: AAD, CDC, dan DermNet.

⚠️ Jangan Menggunakan "Tes Salep" untuk Menentukan Diagnosis

Ada kebiasaan yang cukup berisiko:

"Coba salep antijamur dulu. Kalau sembuh berarti jamur."

Masalahnya, perbaikan atau tidak adanya perbaikan setelah beberapa hari tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Bercak dapat mengalami perubahan alami, sementara beberapa penyakit kulit dapat menyerupai jamur.

CDC juga menjelaskan bahwa gejala ringworm dapat menyerupai kondisi kulit lainnya dan pemeriksaan dapat diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Artikel Kesehatan
Ilustrasi Organ tubuh

Telisik Organ Tubuh:
Otak-Jantung-Hati-Ginjal-Paru-paru mutlak untuk bertahan hidup

Memahami cara kerjanya,kita dapat lebih menghargai tubuh dan membangun kebiasaan hidup sehat.

Baca artikel →

🚨 Hati-Hati dengan Krim Steroid Sembarangan

Ini salah satu bagian terpenting.

Krim kortikosteroid memang digunakan untuk beberapa kondisi peradangan kulit, tetapi bukan berarti aman digunakan pada semua bercak.

Jika ternyata bercak tersebut adalah jamur, steroid dapat mengubah tampilannya dan membuat infeksi semakin sulit dikenali serta dapat meluas.

Karena itu:

Bercak yang belum jelas penyebabnya sebaiknya tidak asal diberi krim steroid.

🔎 Bagaimana Dokter Menentukan Penyebabnya?

Dokter biasanya tidak hanya melihat warna bercak.

Beberapa hal yang dapat dinilai:

1. Riwayat penyakit

Misalnya:

  • diabetes,
  • obesitas,
  • penyakit kronis,
  • gangguan imunitas,
  • atau riwayat alergi.

2. Obat yang digunakan

Termasuk obat resep, obat bebas, dan produk yang baru digunakan pada kulit.

3. Bentuk dan lokasi bercak

Dokter melihat:

  • tepi,
  • sisik,
  • ketebalan,
  • pola penyebaran,
  • dan lokasi.

4. Pemeriksaan jamur

Jika dicurigai tinea, dokter dapat mengambil kerokan kulit untuk pemeriksaan mikroskopis atau pemeriksaan jamur tertentu.

5. Pemeriksaan gula darah

Jika terdapat kecurigaan resistensi insulin atau diabetes, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan glukosa darah atau HbA1c.

CDC mencantumkan HbA1c 5,7–6,4% sebagai rentang pradiabetes dan ≥6,5% sebagai rentang diabetes, tetapi interpretasi hasil tetap harus dilakukan dalam konteks klinis dan sesuai penilaian tenaga kesehatan.

☑️ Checklist: Perhatikan Bercak Kulit Lansia

Gunakan checklist ini sebagai petunjuk awal, bukan alat diagnosis.
Kemungkinan perlu evaluasi resistensi insulin/acanthosis nigricans
Kemungkinan infeksi jamur
Kemungkinan dermatitis kontak

🧠 Mitos vs Fakta

Mitos Fakta
Semua bercak hitam berarti diabetes. Tidak. Acanthosis nigricans dapat berkaitan dengan resistensi insulin, tetapi bercak gelap memiliki banyak kemungkinan penyebab.
Kalau gatal berarti pasti jamur. Tidak. Dermatitis juga dapat menyebabkan gatal yang sangat kuat.
Jamur selalu berbentuk cincin sempurna. Tidak selalu. Penampilan tinea dapat bervariasi.
Krim steroid bisa dipakai untuk semua bercak gatal. Tidak. Steroid dapat memperburuk atau menyamarkan infeksi jamur.
Acanthosis nigricans berarti pasti sudah diabetes. Tidak. Kondisi ini merupakan petunjuk yang dapat mendorong evaluasi metabolik, bukan diagnosis diabetes dengan sendirinya.
Kalau tidak sakit berarti tidak perlu diperiksa. Tidak selalu. Bercak tanpa nyeri pun dapat menjadi petunjuk kondisi yang perlu dievaluasi.
Bercak kulit dapat didiagnosis hanya dari foto. Foto dapat membantu sebagai informasi awal, tetapi diagnosis tertentu memerlukan pemeriksaan langsung dan kadang pemeriksaan tambahan.

🔄 Flowchart Panduan Tindakan

ADA BERCAK PADA KULIT LANSIA
Apakah muncul mendadak?
YA
Periksa lebih cepat
TIDAK
Amati cirinya
Apakah sangat gatal/
bersisik/berbentuk cincin?
YA
Pertimbangkan
infeksi jamur
TIDAK
Apakah gelap,
tebal & beludru
di lipatan?
Konsultasi
bila perlu
YA
Evaluasi
faktor metabolik
TIDAK
Pertimbangkan
penyebab lain
YA
Evaluasi
faktor metabolik
Bercak menetap,
meluas, berulang,
atau tidak jelas?
YA
PERIKSA
KE DOKTER
TIDAK
Pantau dan
rawat kulit
Prinsip utama: jangan menentukan diagnosis hanya berdasarkan warna bercak.

🚨 KOTAK KAPAN HARUS KE DOKTER?

Segera cari pertolongan medis jika bercak disertai:

  • bengkak pada wajah atau bibir,
  • kesulitan bernapas,
  • lepuhan luas,
  • luka atau kulit mengelupas luas,
  • demam dan kondisi tubuh memburuk,
  • nyeri berat,
  • tanda infeksi seperti nanah atau kemerahan yang cepat meluas.

Buat janji pemeriksaan jika:

  • bercak terus bertambah luas,
  • bercak muncul tanpa penyebab jelas,
  • bercak tidak membaik,
  • sering kambuh,
  • diagnosis tidak jelas,
  • terdapat diabetes atau faktor risiko diabetes,
  • atau perubahan kulit muncul secara mendadak dan tidak biasa.

Acanthosis nigricans yang muncul secara mendadak tanpa faktor risiko yang lazim juga layak mendapat evaluasi dokter karena, meskipun jarang, dapat berhubungan dengan kondisi lain yang lebih serius.

👴 Mengapa Masalah Ini Penting pada Lansia?

Pada lansia, jangan hanya bertanya:

"Bercaknya apa?"

Tetapi juga:

"Mengapa bercak ini muncul sekarang?"

Perubahan kulit terkadang merupakan petunjuk bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh.

Misalnya, bila ditemukan gambaran yang sesuai dengan acanthosis nigricans, dokter mungkin mempertimbangkan evaluasi faktor metabolik.

Sebaliknya, bila bercak gatal dan bersisik, pemeriksaan mungkin diarahkan pada infeksi kulit.

Dengan pendekatan seperti ini, keluarga tidak hanya mengobati bercaknya, tetapi juga berusaha menemukan penyebabnya.

🍽️ Jika Bercak Berkaitan dengan Risiko Diabetes

Jangan langsung menyimpulkan:

"Kulit hitam berarti gula darah tinggi."

Lebih tepat mengatakan:

"Perubahan kulit tertentu dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi risiko gangguan metabolisme gula."

Jika dokter menyarankan pemeriksaan, HbA1c merupakan salah satu tes yang dapat membantu mengetahui rata-rata kadar gula darah sekitar 2–3 bulan terakhir.

Pada lansia, hasil pemeriksaan juga harus dipertimbangkan bersama:

  • usia,
  • kondisi kesehatan,
  • obat yang digunakan,
  • berat badan,
  • riwayat keluarga,
  • dan penyakit lain.

🌿 Cara Menjaga Kesehatan Kulit Lansia

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu:

1. Jaga kulit tetap bersih dan kering

Terutama pada:

  • ketiak,
  • selangkangan,
  • bawah payudara,
  • sela jari,
  • dan lipatan tubuh.

2. Hindari menggaruk

Menggaruk dapat memperburuk iritasi dan merusak lapisan kulit.

3. Hindari produk yang mengiritasi

Jika muncul ruam setelah menggunakan sabun, parfum, lotion, atau produk tertentu, hentikan sementara produk yang dicurigai dan konsultasikan bila keluhan menetap.

4. Jangan berbagi handuk

Jika benar-benar terdapat infeksi jamur, kebiasaan berbagi barang pribadi dapat meningkatkan risiko penularan.

5. Jangan asal mencampur krim

Terutama krim yang mengandung steroid tanpa mengetahui penyebab bercak.

Artikel Kesehatan
Ilustrasi Organ tubuh

Misteri Kesehatan lansia:
Kejadian Aneh pada lansia Mulai Terkuak Secara Medis

Memahami peristiwa agar kita bijak bersikap dan bertindak untuk orang tua atau lansia sesuai medis

Baca artikel →

❓ FAQ

1. Apakah bercak hitam di leher pasti diabetes?

Tidak. Salah satu kemungkinan adalah acanthosis nigricans yang sering berkaitan dengan resistensi insulin, tetapi perubahan warna kulit memiliki banyak penyebab.

2. Apakah jamur selalu terasa gatal?

Gatal merupakan gejala yang umum pada tinea, tetapi gejalanya dapat bervariasi. Bentuk dan pemeriksaan kulit juga penting.

3. Apakah bercak jamur boleh diberi krim steroid?

Jangan menggunakan steroid sebagai pengobatan sendiri jika bercak mungkin merupakan jamur. Steroid dapat menyamarkan dan memperburuk infeksi jamur.

4. Apakah acanthosis nigricans bisa hilang?

Penanganannya bergantung pada penyebab yang mendasari. Karena itu, dokter perlu menilai kondisi secara keseluruhan.

5. Apakah dermatitis menular?

Dermatitis kontak bukan infeksi dan tidak menular.

6. Apakah bercak kulit bisa menentukan seseorang terkena diabetes?

Tidak. Diagnosis diabetes memerlukan pemeriksaan kadar glukosa darah atau HbA1c sesuai penilaian medis.

7. Apakah boleh mencoba obat antijamur sendiri?

Beberapa infeksi jamur kulit dapat ditangani dengan obat antijamur yang tersedia tanpa resep, tetapi tidak semua bercak adalah jamur. Jika diagnosis tidak jelas, terutama pada lansia atau bercak luas/berulang, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

8. Mengapa bercak tidak kunjung sembuh meski sudah memakai obat?

Kemungkinannya antara lain diagnosis awal tidak tepat, obat tidak sesuai, penggunaan tidak tepat, infeksi berulang, atau terdapat kondisi kulit lain. Pemeriksaan ulang dapat membantu menentukan penyebab.

📌 Ringkasan Poin Penting

📌 Ringkasan Poin Penting
1 Bercak hitam pada lansia tidak otomatis berarti diabetes.
2 Acanthosis nigricans biasanya berupa kulit lebih gelap, menebal, dan seperti beludru, terutama pada lipatan.
3 Acanthosis nigricans sering berkaitan dengan resistensi insulin, tetapi bukan diagnosis diabetes dengan sendirinya.
4 Jamur sering menimbulkan gatal, sisik, dan bercak yang dapat berbentuk cincin.
5 Dermatitis kontak sering menyebabkan gatal, kemerahan, perih, kering, pecah-pecah, atau lepuhan.
6 Jangan menggunakan krim steroid sembarangan pada bercak yang belum jelas penyebabnya karena dapat memperburuk atau menyamarkan infeksi jamur.
7 Pemeriksaan gula darah atau HbA1c dapat membantu mengevaluasi diabetes atau pradiabetes bila ada indikasi.
8 Bercak yang cepat berubah, menyebar, berulang, luas, atau disertai gejala lain sebaiknya diperiksa.
9 Warna bercak saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis.
10 Pada lansia, tujuan terbaik bukan sekadar menghilangkan bercak, tetapi menemukan penyebabnya dan mencegah masalah yang lebih serius.

Kesimpulan

Bercak kulit pada lansia memang sering terlihat sederhana. Namun, bercak hitam, bercak gatal, dan ruam merah dapat memiliki penyebab yang sangat berbeda.

Kulit yang gelap dan menebal seperti beludru di lipatan dapat mengarah pada acanthosis nigricans dan menjadi alasan untuk mengevaluasi risiko metabolik. Bercak gatal dan bersisik berbentuk cincin lebih sesuai dengan kemungkinan tinea, sedangkan ruam gatal, merah, perih, kering, atau melepuh dapat terjadi pada dermatitis kontak.

Jangan buru-buru menyebut semua bercak sebagai jamur.

Dan yang tidak kalah penting:

Jangan hanya mengobati warna kulitnya. Cari tahu mengapa perubahan itu terjadi.

Bagi keluarga lansia, perhatian kecil terhadap perubahan kulit dapat menjadi langkah awal untuk menemukan masalah kesehatan lebih dini.

Catatan : Artikel ini merupakan materi edukasi kesehatan untuk membantu pembaca mengenali kemungkinan penyebab bercak kulit. Artikel tidak menggantikan diagnosis dokter, terutama pada lansia dengan penyakit kronis, penggunaan banyak obat, atau perubahan kulit yang cepat dan tidak biasa.
Responsive Grid Lansia Premium

#lpclansia

Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.

Tonton →

#lansiaSehat

Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.

Lihat →

#TipsSehat

Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Cek →

Jelajahi LPC Lansia

Lansia Jatuh

Alat ini Dibutuhkan lansia!

Lansia Sukses
Senior Berprestasi Di Seluruh Dunia

Siapa Saja Senior Berprestasi yang Anda Kenal!

Lansia Sukses

Artikel Populer

[HACKING EMOSI] Bukan Cuma Perasaan! Ini Tombol Kimia di Otak yang 'Memaksa' Anda Terus Sedih

Kesedihan adalah emosi yang sangat manusiawi. Namun, di balik rasa perih di dada, ada cara untuk menyelesaikan...

Baca Selengkapnya

BUKAN AMBISI, TAPI TEKAD BESI: Benarkah Usia Joe Biden Justru Jadi Senjata Rahasia Kekuatan Politiknya?

Tidak semua orang menjadi besar karena hidupnya mulus, Sebagian justru tumbuh karena tekad yang membaja...

Baca Selengkapnya

[BACA SEBELUM FATAL!] 7 Penataan Furnitur yang Diam-Diam 'Mematikan' Lansia: Ubah Sekarang Juga!

Sebagian besar kasus jatuh pada lansia tidak disebabkan oleh penyakit serius, melainkan penataan furnitur...

Baca Selengkapnya

📚Sumber

  1. American Academy of Dermatology (AAD). Contact Dermatitis: Signs and Symptoms.
  2. American Academy of Dermatology (AAD). Contact Dermatitis: Causes.
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Ringworm Basics. 2026.
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diabetes Testing.
  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). A1C Test for Diabetes and Prediabetes.
  6. DermNet. Acanthosis Nigricans: Causes, Diagnosis and Treatment.
  7. DermNet. Tinea Corporis.
  8. DermNet. Tinea Incognito.
  9. American Diabetes Association. Diabetes-Related Common Terms.
  10. American Diabetes Association (ADA).Skin Complications of Diabetes. Diabetes.org.
  11. Mayo Clinic Staff.Acanthosis Nigricans: Symptoms and Causes. Mayo Clinic.
  12. Cleveland Clinic.Acanthosis Nigricans: Causes, Diagnosis & Treatment. Clevelandclinic.org.
  13. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK).Symptoms & Causes of Diabetes. U.S. Department of Health & Human Services.
  14. Centers for Disease Control and Prevention (CDC).Diabetes and Skin Complications. cdc.gov.
  15. Bolognia, J. L., Schaffer, J. V., & Cerroni, L. (2018).
  16. Dermatology (4th ed.). Elsevier.
  17. Habif, T. P. (2017).Clinical Dermatology: A Color Guide to Diagnosis and Therapy (6th ed.). Elsevier.
  18. World Allergy Organization (WAO).Allergic Skin Disorders and Management. Worldallergy.org.