xmlns:og='http://ogp.me/ns#' LPC- Lansia Preneurship Community: JANGAN ASAL PIJAT! 7 Kondisi Lansia yang Justru Bisa Berbahaya Jika Dipijat

Thursday, 27 August 2026

JANGAN ASAL PIJAT! 7 Kondisi Lansia yang Justru Bisa Berbahaya Jika Dipijat

Pendahuluan

JANGAN ASAL PIJAT! Lansia Tidak Selalu Aman Dipijat

"Pinggang saya pegal."

"Kaki saya terasa berat."

"Leher saya kaku."

"Sudah, dipijat saja!"

Kalimat seperti ini sangat umum di masyarakat.

Pijat memang sudah lama digunakan untuk membantu membuat tubuh terasa lebih rileks. Dalam kondisi tertentu, terapi pijat juga dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan beberapa jenis nyeri.

Tetapi masalahnya adalah: tidak semua keluhan pada lansia berasal dari otot.

Rasa sakit atau kaki bengkak bisa saja berkaitan dengan masalah pembuluh darah. Nyeri punggung bisa berhubungan dengan tulang yang rapuh atau bahkan patah tulang. Memar yang mudah muncul bisa berkaitan dengan obat pengencer darah.

Dalam situasi seperti itu, memijat bagian yang sakit tanpa mengetahui penyebabnya bukan pilihan yang bijaksana.

Karena itu, sebelum mengatakan "pijat saja", keluarga perlu bertanya:

"Apa sebenarnya penyebab keluhannya?"

Pijat pada lansia memerlukan kehati-hatian dan kecermatan
(Sumber: foto grup ai) 

Artikel ini membahas 7 kondisi pada lansia yang membutuhkan kehati-hatian tinggi sebelum mendapatkan pijat, serta bagaimana keluarga menentukan kapan pijat mungkin aman dan kapan justru harus mencari pertolongan medis.

🔑 Catatan :
Dalam artikel ini bukan berarti semua lansia dengan kondisi tersebut sama sekali tidak boleh dipijat. Beberapa bentuk terapi manual dapat digunakan dalam kondisi tertentu, tetapi teknik, tekanan, lokasi dan waktunya harus disesuaikan dengan kondisi medis serta arahan tenaga kesehatan.

⚡ Ringkasan 30 Detik

Kondisi Lansia Tidak Boleh Dipijat
🚨 Jangan Langsung Memijat Lansia Bila Mengalami Kondisi Berikut
Kondisi
Dugaan atau diagnosis penggumpalan darah / DVT
Patah tulang atau cedera akut
Osteoporosis berat atau tulang sangat rapuh
Mengonsumsi obat pengencer darah
Baru menjalani operasi atau memiliki luka yang belum pulih
Demam, infeksi, peradangan atau kondisi akut
Penyakit jantung atau pernapasan yang sedang tidak stabil
Mengapa?
Pada kondisi tertentu, pijatan yang terlalu kuat dapat menyebabkan memar atau perdarahan, memperburuk cedera, atau tidak sesuai dengan kondisi medis yang sedang dialami. Secara medis disarankan konsultasi terlebih dahulu pada orang yang menggunakan antikoagulan, memiliki DVT, osteoporosis, tumor, perangkat medis tertentu, cedera akut, atau baru menjalani operasi.
Prinsip Pijat Lansia
Prinsip Sederhana Pijat Lansia
Kondisi Prinsip
Pegel biasa → Mungkin bisa dipertimbangkan
Nyeri baru, berat, tidak jelas penyebabnya, bengkak, demam, cedera, atau penyakit tidak stabil → Jangan asal pijat

🎬🍿Ringkasan Versi Video

Mengapa Pijat pada Lansia Harus Lebih Hati-Hati?

Tubuh lansia mengalami berbagai perubahan.

Kulit dapat menjadi lebih rapuh. Massa otot dan kekuatan tubuh dapat berkurang. Kepadatan tulang dapat menurun. Banyak lansia juga menggunakan beberapa obat sekaligus.

Salah satu yang sangat penting adalah obat antikoagulan atau pengencer darah.

Obat tersebut memang penting untuk mencegah terbentuknya atau membesarnya bekuan darah, tetapi juga dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Karena itu, tekanan pijat yang mungkin terasa biasa bagi orang muda belum tentu cocok untuk lansia.

Artikel Kesehatan
Ilustrasi gangguan Mental

Teropong Mental:
Biologis-Psikologis-Lingkungan sumber gangguan mental

Memahami ketiga pilar utama ini membantu kita mengidentifikasi risiko dan langkah penanganan yang tepat.

Baca artikel →

7 Kondisi Lansia yang Tidak Boleh Dipijat Sembarangan

1. Ada Dugaan Penggumpalan Darah di Kaki — DVT

Ini salah satu kondisi yang paling penting untuk dikenali.

Deep Vein Thrombosis (DVT) adalah terbentuknya bekuan darah di vena dalam, sering kali di tungkai.

Gejalanya dapat berupa:

  • satu kaki tiba-tiba membengkak,
  • nyeri atau terasa sakit,
  • kulit terasa hangat,
  • perubahan warna kulit,
  • atau rasa tidak nyaman pada betis.

Usia di atas 60 tahun, kurang bergerak, tirah baring, operasi dan beberapa kondisi medis meningkatkan risiko DVT.

Mengapa jangan langsung dipijat?

Karena DVT memerlukan evaluasi medis, bukan sekadar penanganan pegal.

Cleveland Clinic mencantumkan bekuan darah di kaki sebagai kondisi yang perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan sebelum terapi pijat.

Peringatan Pijat Lansia
🚨 Jangan Lakukan
Peringatan
Jangan memijat betis yang tiba-tiba bengkak dan nyeri tanpa mengetahui penyebabnya.
Jika disertai sesak napas atau nyeri dada, situasinya menjadi lebih serius dan membutuhkan pertolongan medis segera.
Catatan: Pijat sembarangan pada kondisi darurat dapat berisiko memperburuk keadaan. Segera cari evaluasi medis bila muncul gejala serius.

2. Patah Tulang atau Cedera Akut

Lansia lebih rentan mengalami patah tulang akibat jatuh, terutama bila memiliki tulang yang rapuh.

Keluhannya dapat berupa:

  • nyeri hebat,
  • bengkak,
  • sulit menggerakkan anggota tubuh,
  • bentuk anggota tubuh tampak tidak normal,
  • atau nyeri setelah jatuh.

Pada kondisi seperti ini, pijat bukan pertolongan pertama.

Cleveland Clinic menyebut patah tulang sebagai kondisi yang perlu diperhatikan sebelum terapi manual tertentu dilakukan.

Kesalahan yang sering terjadi

Lansia jatuh.

Kemudian keluarga mengatakan:

"Mungkin salah urat. Coba dipijat."

Padahal bisa saja terjadi patah tulang atau cedera jaringan.

Jika nyeri muncul setelah jatuh, jangan langsung menganggapnya sebagai salah urat.

3. Osteoporosis atau Tulang Sangat Rapuh

Osteoporosis membuat tulang lebih mudah mengalami patah.

Ini sangat penting pada lansia.

Cleveland Clinic menyarankan orang dengan osteoporosis atau gangguan tulang belakang berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum terapi pijat karena kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan terhadap patah tulang.

Apakah berarti lansia osteoporosis tidak boleh disentuh?

Tidak selalu.

Yang perlu dihindari adalah pendekatan sembarangan, terutama tekanan kuat atau manipulasi yang tidak sesuai.

Terapi harus mempertimbangkan:

  • tingkat kerapuhan tulang,
  • lokasi keluhan,
  • riwayat patah tulang,
  • kondisi tulang belakang,
  • dan teknik yang digunakan.

4. Lansia yang Mengonsumsi Obat Pengencer Darah

Ini sering terlupakan.

Contohnya adalah obat antikoagulan seperti warfarin dan obat antikoagulan lainnya.

Obat tersebut mempunyai fungsi penting, tetapi dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Akibatnya, pijatan yang terlalu kuat dapat lebih mudah menyebabkan:

  • memar,
  • perdarahan jaringan,
  • atau cedera yang tidak disadari.

Cleveland Clinic secara khusus menyarankan pasien yang menggunakan obat pengencer darah membicarakan keamanan pijat dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Prinsipnya:

Minum pengencer darah ≠ otomatis tidak boleh dipijat.

Tetapi:

Minum pengencer darah = jangan asal mendapatkan pijatan kuat.

Artikel Kesehatan
Ilustrasi Organ tubuh

Telisik Organ Tubuh:
Otak-Jantung-Hati-Ginjal-Paru-paru mutlak untuk bertahan hidup

Memahami cara kerjanya,kita dapat lebih menghargai tubuh dan membangun kebiasaan hidup sehat.

Baca artikel →

5. Baru Menjalani Operasi atau Memiliki Luka

Lansia yang baru menjalani operasi membutuhkan waktu untuk pemulihan.

Area operasi mungkin masih mengalami:

  • peradangan,
  • pembengkakan,
  • luka,
  • jaringan yang sedang menyatu,
  • atau kondisi yang membutuhkan perlindungan khusus.

Cleveland Clinic mencantumkan operasi yang baru dilakukan sebagai kondisi yang perlu diperhatikan sebelum terapi pijat.

Jangan berpikir:

"Sudah pulang dari rumah sakit berarti sudah boleh dipijat."

Belum tentu.

Waktu aman dan jenis terapi sangat bergantung pada:

  • jenis operasi,
  • lokasi operasi,
  • kondisi luka,
  • komplikasi,
  • serta instruksi dokter atau fisioterapis.

6. Demam, Infeksi, Peradangan atau Cedera Akut

Jika lansia sedang mengalami:

  • demam,
  • infeksi,
  • kemerahan,
  • pembengkakan akut,
  • nyeri yang baru muncul dan berat,
  • atau cedera baru,

jangan langsung menganggapnya sebagai masalah otot.

Kondisi akut membutuhkan pencarian penyebab terlebih dahulu.

Mayo Clinic juga menyarankan kehati-hatian pada kondisi akut seperti respons peradangan, cedera atau penyakit yang tidak stabil sebelum menggunakan hidroterapi pijat.

Ingat:

Pijat bukan alat untuk mendiagnosis penyebab nyeri.

7. Penyakit Jantung atau Pernapasan yang Tidak Stabil

Lansia dengan penyakit jantung atau paru tidak otomatis dilarang mendapatkan pijat.

Namun bila kondisi sedang tidak stabil, prioritasnya adalah evaluasi medis.

Misalnya terdapat:

  • sesak napas baru atau memburuk,
  • nyeri dada,
  • pingsan,
  • kelemahan berat,
  • napas sangat cepat,
  • atau kondisi jantung yang sedang memburuk.

Dalam keadaan seperti itu, jangan menggunakan pijat sebagai pengganti pemeriksaan.

Mayo Clinic mencantumkan penyakit jantung atau neurologis yang tidak stabil sebagai kondisi yang membutuhkan kehati-hatian pada terapi hidro-pijat.

📊 Tabel Penyajian Data: 7 Kondisi yang Perlu Diwaspadai

Kondisi Lansia dan Risiko Pijat
🚨 Kondisi Lansia – Risiko Pijat Sembarangan
No. Kondisi Lansia Mengapa Pijat Sembarangan Berisiko? Sikap yang Lebih Aman
1 Dugaan DVT / bekuan darah Perlu evaluasi medis; pijat bukan penanganan awal Jangan pijat area yang bengkak/nyeri sebelum diperiksa
2 Patah tulang / cedera akut Dapat memperburuk cedera Stabilkan dan periksa
3 Osteoporosis berat Tulang lebih rentan patah Hindari tekanan/manipulasi kuat
4 Minum pengencer darah Risiko memar/perdarahan meningkat Konsultasikan teknik dan tekanannya
5 Baru operasi / luka Jaringan masih dalam proses penyembuhan Ikuti instruksi dokter/rehabilitasi
6 Demam / infeksi / peradangan akut Penyebab keluhan perlu diketahui Utamakan evaluasi penyebab
7 Jantung / paru tidak stabil Gejala dapat menandakan kondisi serius Utamakan pertolongan medis
Catatan: Tabel ini adalah panduan kehati-hatian, bukan daftar larangan absolut. Keamanan pijat bergantung pada diagnosis, obat, lokasi, teknik, dan kondisi masing-masing lansia.

⚠️ Checklist Sebelum Lansia Dipijat

Pertanyaan Sebelum Memijat Lansia
Sebelum Memijat Lansia, Jawab Pertanyaan Berikut
Kategori Pertanyaan
Kondisi tubuh
Kondisi tubuh
Kondisi tubuh
Kondisi tubuh
Kondisi tubuh
Kondisi tubuh
Kondisi tubuh
Kondisi tubuh
Kondisi medis
Kondisi medis
Kondisi medis
Kondisi medis
Kondisi medis
Kondisi medis
Kondisi medis
Jika banyak jawaban "YA": Jangan langsung melakukan pijat kuat. Lebih aman mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu dan, bila perlu, berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.

🔥 Mitos vs Fakta

Mitos vs Fakta Pijat Lansia
Mitos Fakta
"Semua pegal lansia pasti salah urat." Tidak. Pegal dapat mempunyai banyak penyebab.
"Kalau sakit berarti harus dipijat lebih kuat." Tidak. Tekanan lebih kuat tidak selalu lebih baik.
"Lansia yang minum pengencer darah tidak boleh disentuh." Tidak otomatis. Namun pijat perlu kehati-hatian karena risiko memar/perdarahan.
"Osteoporosis cukup dipijat supaya tulangnya kuat." Tidak. Osteoporosis membutuhkan penanganan yang sesuai dan tulang dapat lebih rentan terhadap patah.
"Kaki bengkak pasti karena capek." Tidak. Salah satu kemungkinan adalah DVT yang memerlukan evaluasi medis.
"Setelah operasi, pijat membantu semua orang." Tidak selalu. Waktu dan teknik harus disesuaikan dengan kondisi pascaoperasi.
"Kalau pijat terasa sakit berarti pijatnya berhasil." Salah. Nyeri berlebihan bukan tanda keberhasilan terapi.

🧠 Pijat Bukan Pengganti Diagnosis

Ini bagian yang sangat penting.

Pijat dapat membantu keluhan tertentu, tetapi tidak dapat menggantikan diagnosis dokter.

Misalnya:

Kaki sakit → dipijat → terasa lebih nyaman.

Itu belum membuktikan bahwa penyebabnya hanya otot.

Begitu juga:

Punggung sakit → dipijat → nyeri berkurang.

Belum tentu berarti tidak ada masalah tulang.

Karena itu, perubahan rasa sakit setelah pijat tidak selalu menunjukkan penyebab penyakit sudah teratasi.

🌿 Kapan Pijat Mungkin Lebih Aman?

Pijat ringan mungkin dapat dipertimbangkan apabila:

  • tidak ada cedera akut,
  • tidak ada pembengkakan yang mencurigakan,
  • tidak ada demam atau infeksi,
  • tidak ada luka terbuka,
  • tidak ada dugaan DVT,
  • kondisi medis relatif stabil,
  • obat-obatan sudah diperhitungkan,
  • dan teknik pijat disesuaikan dengan kondisi lansia.

Pada lansia dengan penyakit tertentu, sebaiknya terapis mengetahui diagnosis dan obat yang sedang digunakan.

🔄 Flowchart Panduan Tindakan

LANSIA MENGELUH PEGAL/NYERI
Apakah nyeri baru, berat, atau setelah jatuh?
YA
JANGAN PIJAT DULU
Evaluasi medis
TIDAK
Apakah ada kaki bengkak mendadak,
demam, luka, sesak atau nyeri dada?
YA
SEGERA CARI PERTOLONGAN
TIDAK
Apakah lansia punya osteoporosis,
DVT, menggunakan pengencer darah,
atau baru operasi?
YA
KONSULTASI TERLEBIH DAHULU
TIDAK
Apakah kondisi stabil dan
keluhan tampak berupa ketegangan otot?
YA
Pijat ringan dengan teknik yang sesuai
Pantau respons tubuh
Jika nyeri memburuk → HENTIKAN & PERIKSA
TIDAK
Evaluasi medis terlebih dahulu

🚨 KOTAK: KAPAN HARUS KE DOKTER?

Jangan hanya dipijat jika lansia mengalami:

🔴 Nyeri dada

🔴 Sesak napas mendadak

🔴 Pingsan

🔴 Satu kaki tiba-tiba bengkak dan nyeri

🔴 Nyeri hebat setelah jatuh

🔴 Tidak mampu menggerakkan anggota tubuh

🔴 Kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh

🔴 Kebingungan mendadak

🔴 Demam disertai kondisi tubuh yang memburuk

🔴 Perdarahan atau memar luas yang tidak biasa

Pada dugaan DVT, evaluasi cepat penting karena bekuan darah dapat menimbulkan komplikasi serius.

👴 Contoh Kasus: "Pak Budi Cuma Pegal, Kok Setelah Dipijat Malah Makin Sakit?"

Pak Budi berusia 76 tahun.

Suatu pagi, betis kanannya terasa sakit dan tampak lebih bengkak daripada biasanya.

Keluarga mengira ia terlalu banyak berjalan.

"Sudah, dipijat saja."

Namun anaknya memilih tidak memijat dan membawa Pak Budi untuk diperiksa.

Keputusan tersebut penting karena bengkak dan nyeri pada satu kaki dapat merupakan gejala DVT, meskipun tentu saja tidak semua kaki bengkak berarti DVT.

Pelajaran dari kasus ini:

Jangan menentukan "salah urat" sebelum mengetahui penyebabnya.

5 Kesalahan Pijat yang Sebaiknya Dihindari pada Lansia

1. Menekan sekuat mungkin

Tekanan kuat bukan ukuran kualitas pijat.

2. Memijat area yang bengkak tanpa diagnosis

Terutama jika bengkak hanya terjadi pada satu kaki.

3. Memijat tulang belakang dengan manipulasi keras

Terutama pada lansia dengan osteoporosis atau masalah tulang belakang.

4. Mengabaikan obat yang diminum

Tanyakan apakah lansia menggunakan obat pengencer darah.

5. Menganggap semua nyeri adalah "salah urat"

Nyeri dapat berasal dari otot, sendi, saraf, tulang, pembuluh darah atau organ lain.

Bagaimana Pijat yang Lebih Ramah untuk Lansia?

Jika dokter atau tenaga kesehatan menyatakan aman, prinsipnya bukan "semakin kuat semakin baik", tetapi:

✔ Tekanan disesuaikan

Kulit, otot dan jaringan lansia perlu diperlakukan dengan lembut.

✔ Komunikasikan rasa sakit

Tanyakan secara berkala:

"Apakah tekanannya nyaman?"

✔ Hindari area yang sedang cedera

Jangan memaksakan pijatan pada bagian yang sedang mengalami masalah akut.

✔ Hentikan jika muncul keluhan baru

Misalnya:

  • pusing,
  • mual,
  • nyeri tajam,
  • sesak,
  • atau merasa sangat tidak nyaman.

✔ Kenali kondisi medis

Terapis perlu mengetahui kondisi kesehatan dan obat yang digunakan.

Artikel Kesehatan
Ilustrasi Organ tubuh

Misteri Kesehatan lansia:
Kejadian Aneh pada lansia Mulai Terkuak Secara Medis

Memahami peristiwa agar kita bijak bersikap dan bertindak untuk orang tua atau lansia sesuai medis

Baca artikel →

❓ FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah semua lansia boleh dipijat?

Tidak ada satu aturan yang berlaku untuk semua lansia. Kondisi kesehatan, obat, cedera dan jenis pijat harus dipertimbangkan.

2. Apakah pijat bisa membantu nyeri otot?

Pada kondisi tertentu, terapi pijat dapat membantu mengurangi ketegangan atau keluhan nyeri tertentu. Namun pijat bukan pengganti diagnosis dan pengobatan penyakit yang mendasarinya.

3. Apakah lansia yang minum pengencer darah boleh dipijat?

Tidak otomatis dilarang, tetapi harus lebih hati-hati karena risiko memar dan perdarahan dapat meningkat. Konsultasikan terlebih dahulu, terutama jika pijat yang direncanakan cukup kuat.

4. Apakah osteoporosis berarti sama sekali tidak boleh dipijat?

Tidak selalu. Namun osteoporosis meningkatkan perhatian terhadap risiko cedera, sehingga teknik dan tekanannya perlu disesuaikan.

5. Bolehkah kaki lansia yang bengkak dipijat?

Jangan langsung. Cari tahu terlebih dahulu penyebab pembengkakan, terutama jika hanya satu kaki dan disertai nyeri atau rasa panas.

6. Bolehkah pijat setelah operasi?

Tergantung jenis operasi dan kondisi pemulihan. Jangan menentukan sendiri kapan aman; ikuti arahan dokter atau tim rehabilitasi.

7. Kalau setelah dipijat rasa sakit hilang, apakah berarti sudah sembuh?

Belum tentu. Pijat dapat mengurangi sensasi nyeri sementara, tetapi penyebab penyakit mungkin masih ada.

8. Apa tanda pijat harus dihentikan?

Hentikan jika muncul nyeri tajam atau semakin berat, pusing, sesak, mual, kelemahan, atau keluhan baru yang tidak biasa.

🌟 Pesan Penting untuk Keluarga

Jangan menjadikan pijat sebagai respons otomatis setiap kali lansia mengeluh sakit.

Biasakan menggunakan urutan sederhana:

KENALI → PERIKSA → BARU TENTUKAN

Bukan:

SAKIT → LANGSUNG PIJAT

Pijat yang tepat dapat menjadi bagian dari perawatan yang bermanfaat. Namun pada lansia dengan kondisi medis tertentu, kehati-hatian justru merupakan bentuk kasih sayang.

📌 Ringkasan Poin Penting

1 Tidak semua nyeri lansia adalah salah urat.
2 Pijat dapat membantu sebagian keluhan, tetapi bukan pengganti diagnosis medis.
3 DVT atau dugaan bekuan darah membutuhkan perhatian khusus.
4 Jangan memijat area yang nyeri setelah jatuh sebelum kemungkinan patah tulang diperiksa.
5 Lansia dengan osteoporosis memerlukan teknik yang sangat hati-hati.
6 Penggunaan obat pengencer darah meningkatkan perhatian terhadap risiko memar dan perdarahan.
7 Setelah operasi, pijat harus mengikuti kondisi dan instruksi tim medis.
8 Demam, infeksi, cedera akut dan kondisi medis tidak stabil bukan waktu yang tepat untuk mencoba pijat sebagai solusi utama.
9 Kaki bengkak sebelah, nyeri dada dan sesak napas bukan keluhan yang sebaiknya "dicoba dipijat".
10 Pada lansia, pijat yang aman bukan yang paling kuat, tetapi yang paling sesuai dengan kondisi tubuh.

Kesimpulan

Pijat memang dapat menjadi cara untuk membantu relaksasi, mengurangi ketegangan otot dan memberikan rasa nyaman pada sebagian orang. Namun pijat bukan tindakan yang selalu aman untuk semua kondisi lansia.

Lansia dengan dugaan DVT, cedera atau patah tulang, osteoporosis, penggunaan pengencer darah, kondisi pascaoperasi, infeksi atau peradangan akut, serta penyakit jantung atau pernapasan yang tidak stabil membutuhkan kehati-hatian khusus.

Yang paling penting bukanlah "boleh atau tidak boleh dipijat" secara mutlak.

Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

"Apa penyebab keluhan lansia ini, dan apakah pijat aman untuk kondisi tersebut?"

Dengan cara berpikir seperti ini, keluarga tidak hanya menghindari pijat yang berisiko, tetapi juga belajar mengenali tanda penyakit yang mungkin selama ini dianggap sekadar "pegal karena sudah tua."

No. Catatan
1 Artikel ini bersifat edukasi kesehatan dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Pada lansia dengan penyakit kronis, penggunaan obat pengencer darah, riwayat operasi, osteoporosis, atau keluhan baru yang berat, keputusan mengenai pijat sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan yang mengetahui kondisi pasien.
2 IHC RSPP menjadi member Mayo Clinic Care Network pertama dari Indonesia.
3 Secara fisik belum ada cabang Cleveland Clinic di Indonesia.
Responsive Grid Lansia Premium

#lpclansia

Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.

Tonton →

#lansiaSehat

Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.

Lihat →

#TipsSehat

Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Cek →

Jelajahi LPC Lansia

Lansia Jatuh

Alat ini Dibutuhkan lansia!

Lansia Sukses
Senior Berprestasi Di Seluruh Dunia

Siapa Saja Senior Berprestasi yang Anda Kenal!

Lansia Sukses

Artikel Populer

HATI-HATI! Diamnya Orang Tua Bisa Jadi Tanda Depresi Geriatri yang Berakibat Fatal

Gangguan kesehatan mental yang terjadi pada usia lanjut dan sering kali tidak terdiagnosis,...

Baca Selengkapnya

DARI PENJARA ke PUNCAK KUASA: Rahasia Ketabahan Anwar Ibrahim, PM Malaysia yang Bangkit di Usia Senja

Perjalanan hidupnya bukan sekadar kisah politik, melainkan kronik keteguhan, ketabahan moral,...

Baca Selengkapnya

[STOP PAKAI KERAMIK BIASA!] Ini 5 Jenis Lantai Anti-Slip TERBAIK yang Jamin Kamar Mandi Lansia 100% Bebas Cedera Fatal

Lansia adalah kelompok yang paling rentan mengalami cedera akibat jatuh di kamar mandi,...

Baca Selengkapnya

📚  Sumber

  1. Cleveland Clinic. Massage Therapy. Informasi mengenai manfaat, kondisi yang memerlukan konsultasi sebelum pijat, termasuk antikoagulan, DVT, osteoporosis, tumor, cedera akut dan pascaoperasi.
  2. Cleveland Clinic. Myofascial Release Therapy. Informasi risiko dan kehati-hatian pada patah tulang, DVT, luka dan penggunaan pengencer darah.
  3. Mayo Clinic. Deep Vein Thrombosis (DVT): Symptoms & Causes. Faktor risiko dan gejala DVT.
  4. Mayo Clinic. Deep Vein Thrombosis: Diagnosis & Treatment. Pentingnya evaluasi dan penanganan DVT.
  5. Mayo Clinic. Warfarin: Side Effects and Interactions. Risiko perdarahan dan kehati-hatian pada pengguna warfarin.
  6. Mayo Clinic. Exercising with Osteoporosis. Prinsip kehati-hatian pada tulang yang rapuh dan risiko patah tulang. 

No comments:

Post a Comment