Pendahuluan
Osteomalasia sering disebut sebagai “penyakit tulang lunak”, adalah penyakit metabolisme tulang yang ditandai dengan gangguan mineralisasi, beda dengan osteoporosis yang merupakan penyakit kerangka sistemik dengan penurunan massa tulang dan perubahan mikro dan mikroarsitektur tulang, sehingga menyebabkan tulang rapuh.
![]() |
| Osteomalasia sering disebut penyakit tulang lunak dan menyerang lansia. (Sumber: foto LPC-Lansia) |
Osteomalasia merupakan suatu kondisi patologis yang ditandai dengan penurunan kepadatan mineral tulang dan gangguan mineralisasi pada matriks tulang. Keadaan ini dapat memengaruhi kualitas dan kekuatan tulang, meningkatkan risiko fraktur, dan membatasi mobilitas individu. Lansia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami osteomalasia karena berbagai faktor, baik intrinsik maupun ekstrinsik, yang mempengaruhi kesehatan tulang seiring bertambahnya usia.
Osteomalasia pada lansia dapat dijelaskan sebagai suatu gangguan metabolik tulang yang terjadi pada usia lanjut. Gangguan ini biasanya ditandai dengan penurunan kepadatan mineral tulang, terutama kalsium dan fosfor, serta gangguan dalam proses mineralisasi tulang. Akibatnya, tulang menjadi lemah, rapuh, dan rentan terhadap fraktur. Proses osteomalasia pada lansia sering kali merupakan hasil dari kumulasi perubahan terkait usia dalam metabolisme mineral dan hormonal.
Faktor yang dapat menyebabkan osteomalasia pada lansia meliputi:
Defisiensi Vitamin D:
Defisiensi vitamin D merupakan penyebab utama osteomalasia pada lansia. Vitamin D diperlukan untuk penyerapan kalsium dari usus ke dalam aliran darah, yang kemudian dibutuhkan untuk mineralisasi tulang. Lansia cenderung memiliki paparan sinar matahari yang lebih sedikit dan konversi vitamin D yang lebih rendah dalam kulit, yang dapat menyebabkan defisiensi vitamin D.Kurangnya Paparan Matahari:
Paparan sinar matahari diperlukan untuk pembentukan vitamin D di dalam tubuh. Lansia sering kali memiliki aktivitas luar ruangan yang lebih terbatas, yang dapat menyebabkan kurangnya paparan sinar matahari dan konsekuensinya, defisiensi vitamin D.![]() |
| Lansia berjemur sinar matahari agar tidak defisiensi vitamin D. (Sumber: foto canva.com) |
Penurunan Fungsi Ginjal:
Kekurangan Asupan Kalsium dan Fosfor:
Asupan kalsium dan fosfor yang tidak memadai dalam diet juga dapat menyebabkan osteomalasia pada lansia. Kalsium dan fosfor merupakan mineral penting untuk kepadatan dan kekuatan tulang.Gangguan Penyakit Kronis:
Penyakit kronis seperti penyakit ginjal, penyakit hati, atau penyakit inflamasi usus dapat mengganggu metabolisme kalsium, fosfor, dan vitamin D, yang semuanya berkontribusi pada osteomalasia pada lansia.Ciri Lansia Terkena Osteomalasia:
Nyeri Tulang dan Otot:
Nyeri tulang dan otot sering kali merupakan gejala awal osteomalasia pada lansia. Nyeri ini dapat terjadi secara difus atau lokal, terutama di daerah pinggang, panggul, dan tungkai.Lemah dan Rapuhnya Tulang:
Kekuatan dan kepadatan tulang yang menurun dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah bahkan dengan trauma ringan.Deformitas Tulang:
Osteomalasia yang parah dapat menyebabkan deformitas tulang, terutama pada tulang panggul dan tulang belakang. Deformitas ini dapat memengaruhi postur tubuh dan mobilitas individu.Fraktur yang Mudah Terjadi:
Tulang yang lemah dan rapuh meningkatkan risiko fraktur, bahkan dengan trauma ringan atau aktivitas sehari-hari.![]() |
| Tulang yang lemah dan rapuh meningkatkan risiko fraktur. (Sumber: foto canva.com) |
Kelemahan Otot:
Cara Mencegah Osteomalasia pada Lansia
Asupan Vitamin D yang Cukup:
Konsumsi Kalsium dan Fosfor yang Adekuat:
Pemantauan Kesehatan Ginjal:
Aktivitas Fisik Teratur:
Penggunaan Suplemen Vitamin D dan Kalsium:
Cara Mengobati Osteomalasia pada Lansia
Suplementasi Vitamin D:
![]() |
| Lansia dengan defisiensi vitamin D dengan suplemen vitamin D. (Sumber: foto canva,com) |
Terapi Hormon Paratiroid:
Pengobatan Penyakit Penyerta:
Terapi Fraktur:
Pemantauan Rutin dan Pengobatan Simptomatik:
Penutup
#lpclansia
Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.
#lansiaSehat
Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.
#TipsSehat
Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.

%20(1).png)
%20(1)%20(1).png)
%20(2)%20(1).png)
No comments:
Post a Comment