xmlns:og='http://ogp.me/ns#' LPC- Lansia Preneurship Community: Obat Bekerja Berbeda pada Lansia dan Orang Muda.

Thursday, 14 March 2024

Obat Bekerja Berbeda pada Lansia dan Orang Muda.

        Obat-obatan dapat menjadi masalah bagi orang lanjut usia karena seiring bertambahnya usia, perubahan fisiologis dapat mempengaruhi cara tubuh kita menyerap, mendistribusikan, memetabolisme, dan menghilangkan obat-obatan. Perubahan fisiologis tersebut antara lain peningkatan lemak tubuh, penurunan cairan tubuh, penurunan massa otot, serta perubahan fungsi ginjal dan hati serta sistem saraf pusat.

Pengobatan untuk lansia berbeda dengan orang muda.
(Sumber: foto pens 49 ceria)

Penelitian tentang dampak pengobatan biasanya dilakukan pada orang muda. Jadi, hasil ini mungkin tidak berlaku pada orang lanjut usia karena seiring bertambahnya usia, tubuh kita bereaksi terhadap obat secara berbeda dibandingkan ketika kita masih muda.  

Pengobatan bisa berbeda antara lansia (orang tua) dan orang muda karena perbedaan dalam respons tubuh terhadap penyakit, efek samping obat, kebutuhan nutrisi, dan faktor-faktor lainnya. 

Perbedaan utama dalam pengobatan lansia dan orang muda

Metabolisme

Lansia cenderung memiliki metabolisme yang lebih lambat dibandingkan dengan orang muda. Hal ini dapat memengaruhi cara tubuh mereka memproses obat. Beberapa obat mungkin memerlukan penyesuaian dosis agar tidak menimbulkan efek samping yang berlebihan pada lansia.

Penyakit Komorbid 

Lansia seringkali menderita penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung, yang memerlukan penanganan khusus. Pengobatan harus mempertimbangkan interaksi obat antara kondisi yang berbeda dan mungkin memerlukan pendekatan yang lebih holistik.

Toleransi terhadap Efek Samping 

Lansia cenderung lebih rentan terhadap efek samping obat daripada orang muda. Oleh karena itu, dalam pengobatan lansia, perlu dipertimbangkan untuk menggunakan obat dengan efek samping yang minimal atau mengurangi dosis agar meminimalkan risiko efek samping yang tidak diinginkan.

Kebutuhan Nutrisi 

Lansia mungkin memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dibandingkan dengan orang muda. Faktor seperti penyerapan nutrisi yang berkurang atau penurunan nafsu makan dapat memengaruhi pengobatan mereka. Mungkin diperlukan suplemen atau penyesuaian diet untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi.

Keterbatasan Fisik dan Kognitif 

Lansia mungkin mengalami keterbatasan fisik dan kognitif yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengikuti regimen pengobatan dengan konsisten. Oleh karena itu, dalam merencanakan pengobatan untuk lansia, perlu mempertimbangkan kemampuan mereka untuk mengikuti pengobatan dengan benar.

Tujuan Pengobatan 

Tujuan pengobatan juga dapat berbeda antara lansia dan orang muda. Misalnya, dalam pengobatan lansia, fokus mungkin lebih pada pemeliharaan kualitas hidup dan pengelolaan gejala, sedangkan pada orang muda, tujuan pengobatan mungkin lebih pada penyembuhan atau pemulihan penuh.

        Kebutuhan unik obat untuk lansia dapat bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan mereka, tetapi ada beberapa pertimbangan umum yang perlu diperhatikan:

Penyesuaian Dosis 

Lansia umumnya membutuhkan penyesuaian dosis obat karena perubahan dalam metabolisme tubuh mereka. Karena metabolisme umumnya melambat seiring bertambahnya usia, dosis obat yang sama mungkin menyebabkan efek samping yang lebih besar atau tidak memberikan efek terapeutik yang diinginkan pada lansia.

Efek Samping

Lansia cenderung lebih rentan terhadap efek samping obat daripada orang muda. Oleh karena itu, penting untuk memilih obat dengan hati-hati dan memantau efek samping secara teratur. Dalam beberapa kasus, obat dengan risiko efek samping yang lebih rendah mungkin lebih disukai.

Interaksi Obat 

Lansia sering mengonsumsi beberapa obat untuk mengelola berbagai kondisi kesehatan. Ini meningkatkan risiko interaksi obat, di mana satu obat dapat mempengaruhi efektivitas atau keamanan obat lainnya. Penting untuk memeriksa interaksi obat dan memastikan bahwa rencana pengobatan secara keseluruhan aman.

Keterbatasan Fisik dan Kognitif 

Lansia mungkin mengalami keterbatasan fisik atau kognitif yang dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk mengonsumsi atau mengikuti regimen pengobatan dengan benar. Bentuk sediaan obat yang lebih mudah diambil atau dipantau, seperti tablet yang mudah ditelan atau kemasan blister dengan jadwal dosis yang jelas, mungkin lebih sesuai untuk lansia.

Kemampuan fisik pada lansia mempengaruhi obat yang digunakan.
(Sumber: foto canva.com)

Penyakit Komorbid: 

Lansia sering menderita beberapa kondisi kesehatan yang memerlukan pengobatan yang kompleks. Oleh karena itu, perlu mempertimbangkan interaksi antara obat-obatan yang digunakan untuk berbagai kondisi kesehatan.

Pentingnya Pemantauan: 

Lansia mungkin membutuhkan pemantauan lebih intensif terhadap respon tubuh mereka terhadap obat. Ini dapat melibatkan pemeriksaan rutin, tes darah, atau pemantauan gejala yang mungkin berkaitan dengan efek samping atau peningkatan kondisi kesehatan.

Kondisi medis pada lansia yang dapat mempengaruhi cara kerja obat 

Penyakit Jantung: 

Lansia sering mengalami penyakit jantung seperti penyakit arteri koroner, gagal jantung, atau aritmia. Penyakit jantung dapat memengaruhi sirkulasi darah dan fungsi jantung, yang dapat mempengaruhi penyerapan, distribusi, dan eliminasi obat-obatan dari tubuh.

Penyakit Ginjal: 

Penyakit ginjal seperti gagal ginjal atau penurunan fungsi ginjal yang terkait dengan usia dapat mempengaruhi pemurnian obat dari tubuh. Ini dapat menyebabkan peningkatan kadar obat dalam darah, yang dapat meningkatkan risiko efek samping atau toksisitas obat.

Penurunan fungsi ginjal dapat mempengaruhi pemurnian obat.
(Sumber: foto canva.com)

Penyakit Hati: 

Penyakit hati seperti sirosis atau hepatitis dapat mempengaruhi metabolisme obat di dalam tubuh. Fungsi hati yang terganggu dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk memetabolisme obat, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko toksisitas obat.

Diabetes: 

Diabetes adalah kondisi medis umum pada lansia. Pengelolaan diabetes dapat mempengaruhi respons tubuh terhadap obat-obatan lainnya, terutama karena penggunaan obat hipoglikemik atau insulin.

Penyakit Kronis Lainnya 

Lansia sering menderita berbagai penyakit kronis seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), osteoartritis, atau penyakit Alzheimer. Pengobatan untuk kondisi ini mungkin memiliki interaksi dengan obat-obatan lain atau memengaruhi respons tubuh terhadap obat.

Hipotiroidisme 

Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) umum pada lansia. Kondisi ini dapat mempengaruhi metabolisme obat di dalam tubuh dan mempengaruhi respons terhadap pengobatan.

Kanker 

Risiko kanker meningkat seiring bertambahnya usia, dan pengobatan kanker seperti kemoterapi atau radioterapi dapat memengaruhi respons tubuh terhadap obat-obatan lainnya.

Penyakit Psikiatrik 

Lansia juga mungkin menderita penyakit psikiatrik seperti depresi atau gangguan kecemasan, yang memerlukan penggunaan obat-obatan psikotropika. Obat-obatan ini dapat memiliki interaksi dengan obat-obatan lain atau memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan.

       Pengaruh makanan dan minuman pada pengobatan untuk lansia sangat penting dipertimbangkan karena interaksi antara makanan, minuman, dan obat-obatan dapat memengaruhi penyerapan, distribusi, metabolisme, dan eliminasi obat di dalam tubuh. 

Pengaruh makanan dan mnuman yang perlu diperhatikan:

Interaksi Obat-Makanan 

Beberapa obat dapat berinteraksi dengan makanan atau minuman tertentu, yang dapat mempengaruhi efektivitas atau keamanan pengobatan. Contohnya, makanan yang mengandung tinggi lemak atau kalsium dapat mengurangi penyerapan obat tertentu. Alkohol juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, meningkatkan risiko efek samping atau menurunkan efektivitas pengobatan.

Waktu Konsumsi Obat 

Beberapa obat harus dikonsumsi dengan makanan untuk meningkatkan penyerapan atau mengurangi iritasi lambung. Di sisi lain, ada juga obat-obatan yang harus dikonsumsi dengan perut kosong untuk menghindari interaksi dengan makanan tertentu. Penting untuk mengikuti instruksi dokter atau petunjuk penggunaan obat dengan cermat.

Efek Samping 

Beberapa makanan atau minuman dapat memperburuk atau mengurangi efektivitas obat serta meningkatkan risiko efek samping. Sebagai contoh, makanan yang mengandung tiramin seperti keju tua atau anggur merah dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu yang menghambat enzim monoamin oksidase.

Kondisi Kesehatan yang Mendasari

Lansia sering menderita berbagai kondisi kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, atau hipertensi, yang mungkin memerlukan diet khusus. Pola makan yang sehat dan sesuai dengan kondisi kesehatan mereka dapat memengaruhi pengobatan dan kesehatan secara keseluruhan.

Interaksi dengan Suplemen Makanan 

Lansia sering mengonsumsi suplemen makanan untuk mendukung kesehatan mereka. Namun, beberapa suplemen dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi suplemen baru, terutama jika sedang mengonsumsi obat resep.

Kemampuan Menelan atau Memproses Makanan

Lansia mungkin mengalami kesulitan menelan atau mencerna makanan, yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengonsumsi obat dengan benar. Pilihan formulasi obat seperti sirup, kapsul mudah ditelan, atau obat cair mungkin lebih cocok untuk lansia dengan masalah ini.

Pengobatan lansia adalah berkonsultasi dengan profesional kesehatan, komunikasi terbuka tentang riwayat kesehatan dan pengobatan, pemantauan teratur terhadap respons tubuh, penyesuaian dosis yang tepat, pemilihan obat dengan hati-hati, edukasi pasien dan keluarga, menjaga pola makan dan gaya hidup sehat, serta memperhatikan interaksi obat-makanan untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan pengobatan.

Responsive Grid Lansia Premium

#lpclansia

Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.

Tonton →

#KesehatanLansia

Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.

Lihat →

#TipsLansiaSehat

Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Cek →

Jelajahi LPC Lansia

Artikel Populer

[HACKING EMOSI] Bukan Cuma Perasaan! Ini Tombol Kimia di Otak yang 'Memaksa' Anda Terus Sedih

Kesedihan adalah emosi yang sangat manusiawi. Namun, di balik rasa perih di dada, ada cara untuk menyelesaikan...

Baca Selengkapnya

BUKAN AMBISI, TAPI TEKAD BESI: Benarkah Usia Joe Biden Justru Jadi Senjata Rahasia Kekuatan Politiknya?

Tidak semua orang menjadi besar karena hidupnya mulus, Sebagian justru tumbuh karena tekad yang membaja...

Baca Selengkapnya

[BACA SEBELUM FATAL!] 7 Penataan Furnitur yang Diam-Diam 'Mematikan' Lansia: Ubah Sekarang Juga!

Sebagian besar kasus jatuh pada lansia tidak disebabkan oleh penyakit serius, melainkan penataan furnitur...

Baca Selengkapnya

Sumber:

1.https://www.healthinaging.org/medications-older-adults/medications-work-differently-older-adults

2.https://academic.oup.com/gerontologist/article/42/1/92/641498

3.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7404696/

4.https://www.msdmanuals.com/home/older-people%E2%80%99s-health-issues/aging-and-medications/aging-and-medications

5.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1884408/


No comments:

Post a Comment