xmlns:og='http://ogp.me/ns#' LPC- Lansia Preneurship Community

Sunday, 19 February 2023

Game Over lansia

     Bermain Game untuk Lansia: Manfaat bagi Otak, Mental, dan Sosial Jika Dilakukan dengan Bijak

Banyak orang masih menganggap bermain game hanya cocok untuk anak-anak atau remaja. Padahal, penelitian modern menunjukkan bahwa beberapa jenis permainan dapat membantu menjaga fungsi otak dan kesehatan emosional pada usia lanjut.

Sumber: hybrid.co.id

Seiring bertambahnya usia, kemampuan memori, konsentrasi, dan kecepatan berpikir memang dapat mengalami penurunan secara alami. Karena itu, lansia membutuhkan aktivitas yang mampu merangsang otak secara aktif namun tetap menyenangkan. Salah satu cara yang mulai banyak direkomendasikan adalah bermain game yang tepat.

Game bukan sekadar hiburan. Jika dipilih dengan bijak, permainan dapat menjadi latihan mental yang membantu lansia tetap aktif secara kognitif, emosional, dan sosial.

Namun, penting dipahami bahwa tidak semua game cocok untuk lansia. Permainan yang terlalu rumit, terlalu cepat, atau terlalu lama dimainkan justru dapat menyebabkan kelelahan, stres, bahkan gangguan tidur.

Manfaat Bermain Game bagi Lansia

1. Membantu Melatih Fungsi Otak

Game tertentu dapat membantu merangsang kerja otak, terutama yang berkaitan dengan:

  • Daya ingat
  • Konsentrasi
  • Pemecahan masalah
  • Kecepatan berpikir
  • Kemampuan mengambil keputusan

Aktivitas mental seperti ini penting untuk membantu menjaga fungsi kognitif pada lansia.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan otak secara rutin dapat membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif akibat penuaan.

2. Mengurangi Rasa Kesepian

Banyak lansia mengalami kesepian setelah pensiun, kehilangan pasangan, atau berkurangnya aktivitas sosial.

Game dapat menjadi sarana untuk:

  • Berinteraksi dengan keluarga
  • Bermain bersama cucu
  • Bergabung dengan komunitas online
  • Menjalin komunikasi sosial

Interaksi sosial sangat penting karena berkaitan dengan kesehatan mental dan kualitas hidup lansia.

3. Membantu Mengurangi Stres dan Kecemasan

Permainan yang santai dan menyenangkan dapat membantu tubuh merasa lebih rileks.

Saat bermain game ringan:

  • Pikiran menjadi lebih fokus
  • Perasaan bosan berkurang
  • Mood dapat membaik
  • Lansia merasa lebih terhibur

Hal ini penting terutama bagi lansia yang sering merasa cemas atau mudah overthinking.

4. Membantu Koordinasi dan Motorik Halus

Beberapa game membutuhkan koordinasi tangan dan mata, misalnya:

  • Puzzle digital
  • Bowling virtual
  • Game tenis virtual
  • Permainan sentuh sederhana di ponsel

Aktivitas seperti ini dapat membantu menjaga keterampilan motorik halus dan koordinasi tubuh.

5. Membantu Menjaga Semangat Belajar

Belajar hal baru dapat membantu otak tetap aktif. Saat lansia mencoba permainan baru, otak akan bekerja untuk memahami pola, aturan, dan strategi.

Ini dapat membantu menjaga rasa percaya diri dan semangat belajar di usia lanjut.

Jenis Game yang Cocok untuk Lansia

👌 Sudoku

Sudoku melatih:

  • Logika
  • Konsentrasi
  • Ketelitian
  • Pemecahan masalah

Permainan ini sangat populer karena sederhana namun tetap menantang otak.

👌 Catur

Catur membantu melatih:

  • Strategi
  • Daya ingat
  • Kesabaran
  • Kemampuan berpikir beberapa langkah ke depan

Selain itu, catur juga dapat dimainkan bersama teman atau keluarga.

👌 Puzzle

Puzzle membantu:

  • Fokus
  • Persepsi visual
  • Ketelitian
  • Koordinasi tangan dan mata

Puzzle jigsaw sangat baik untuk aktivitas santai namun tetap merangsang otak.

👌 Game Memori

Contohnya:

  • Memory Match
  • Simon Says
  • Mencocokkan gambar

Permainan ini membantu melatih daya ingat jangka pendek dan perhatian.

👌 Game Trivia atau Kuis

Kuis pengetahuan dapat membantu:

  • Mengingat informasi lama
  • Menambah wawasan
  • Melatih konsentrasi

Game seperti ini juga menyenangkan dimainkan bersama keluarga.

👌 Game Olahraga Virtual

Contohnya:

  • Bowling virtual
  • Tenis virtual
  • Golf virtual

Game ini dapat membantu menjaga koordinasi gerak dan membuat lansia lebih aktif.

Syarat Game yang Baik untuk Lansia

🎮 Mudah Dipahami

Game harus memiliki:

  • Aturan sederhana
  • Tampilan jelas
  • Tulisan cukup besar
  • Kontrol mudah digunakan

Game yang terlalu rumit dapat membuat lansia cepat frustrasi.

🎮 Tidak Terlalu Menuntut Fisik

Permainan sebaiknya tidak membutuhkan gerakan cepat atau intens karena dapat menyebabkan kelelahan.

🎮 Tingkat Kesulitan Bisa Disesuaikan

Game yang baik memungkinkan pemain memilih tingkat kesulitan sesuai kemampuan.

Ini membantu lansia tetap tertantang tanpa merasa stres.

🎮 Merangsang Kognisi

Game sebaiknya membantu melatih:

  • Memori
  • Logika
  • Perhatian
  • Pemecahan masalah

🎮 Memberikan Umpan Balik Positif

Suara penghargaan, poin, atau tampilan kemenangan sederhana dapat meningkatkan semangat dan motivasi lansia.

🎮 Memiliki Variasi

Game yang bervariasi membantu mencegah kebosanan dan menjaga minat bermain.

🎮 Mendukung Interaksi Sosial

Permainan multiplayer atau permainan keluarga dapat membantu mempererat hubungan sosial.

Risiko Bermain Game Jika Berlebihan

Walaupun bermanfaat, bermain game tetap perlu dibatasi.

Jika dilakukan terlalu lama, lansia dapat mengalami:

  • Mata lelah
  • Nyeri leher dan pinggang
  • Gangguan tidur
  • Kecanduan ringan
  • Kurang bergerak
  • Stres akibat permainan terlalu sulit

Karena itu, durasi bermain sebaiknya dibatasi dan diselingi istirahat.

Tips Aman Bermain Game untuk Lansia

✅ Pilih game ringan dan menyenangkan
✅ Gunakan layar dengan tulisan besar
✅ Hindari bermain terlalu lama
✅ Istirahat setiap 30–60 menit
✅ Bermain bersama keluarga agar lebih menyenangkan
✅ Hindari game yang memicu emosi berlebihan
✅ Pastikan posisi duduk nyaman

Contoh Kasus

Pak Hasan, usia 68 tahun, awalnya sering merasa bosan setelah pensiun. Ia kemudian mulai bermain sudoku dan catur online bersama teman lamanya.

Setelah beberapa bulan:

  • Ia merasa pikirannya lebih aktif
  • Tidur lebih baik
  • Tidak mudah merasa kesepian
  • Lebih sering berkomunikasi dengan keluarga

Namun, saat ia mulai bermain terlalu lama hingga larut malam, tidurnya terganggu dan matanya cepat lelah. Setelah mengurangi durasi bermain, kondisinya membaik kembali.

Kasus ini menunjukkan bahwa manfaat game dapat dirasakan jika dilakukan secara seimbang.

Kesimpulan

Bermain game dapat memberikan manfaat bagi lansia jika dilakukan dengan bijak dan sesuai kemampuan.

Game tertentu dapat membantu:

  • Melatih daya ingat
  • Menjaga fungsi otak
  • Mengurangi stres
  • Mempererat hubungan sosial
  • Meningkatkan kualitas hidup

Namun, penting untuk memilih game yang tepat dan membatasi waktu bermain agar tidak menimbulkan dampak negatif.

Pada akhirnya, game bukan sekadar hiburan, tetapi juga dapat menjadi salah satu cara menjaga otak tetap aktif dan hati tetap bahagia di usia lanjut.

Responsive Grid Lansia Premium

#lpclansia

Tonton info Singkat ini. Beberapa Penyakit memiliki Tanda

Tonton →

#KesehatanLansia

Jangan Lewatkan Info Kesehatan Lansia. Agar tidak terlambat ke dokter

Lihat →

#TipsLansiaSehat

Info Organ Tubuh Lansia. Memahami yang terjadi pada tubuh.

Cek →

Jelajahi LPC Lansia

Sumber

  1. National Institute on Aging. “Cognitive Health and Older Adults.”
  2. Harvard Health Publishing. “Can Brain Games Improve Memory?”
  3. Mayo Clinic. “Healthy Aging and Brain Activities.”
  4. American Psychological Association (APA). “Video Games and Older Adults.”
  5. Frontiers in Aging Neuroscience. “Cognitive Benefits of Digital Games in Older Adults.”
  6. AARP Research Report on Gaming and Older Adults.



Popok untuk lansia

          Saat melakukan perjalanan jauh, lansia mungkin akan sulit untuk menemukan toilet secara teratur. Selain itu, perjalanan jauh dapat memperburuk kondisi inkontinensia dan membuat lansia merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, menggunakan popok sekali pakai atau kain dapat membantu mengatasi masalah ini dan menjaga kenyamanan selama perjalanan.

Tidak semua lansia membutuhkan popok saat melakukan perjalanan. Namun, jika lansia mengalami inkontinensia atau kesulitan untuk mengontrol kandung kemih mereka, maka menggunakan popok saat melakukan perjalanan dapat membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan mereka.

Penyebab Inkontinensia pada lansia

Inkontinensia adalah kondisi di mana seseorang kehilangan kendali atas kandung kemih atau rektum mereka, sehingga menyebabkan kebocoran urine atau tinja. Lansia lebih rentan mengalami inkontinensia karena beberapa alasan, antara lain:

👴 Menurunnya otot-otot panggul: 

Otot-otot panggul dapat melemah seiring bertambahnya usia, terutama pada wanita setelah menopause. Ini dapat menyebabkan kesulitan untuk mengontrol kandung kemih atau rektum.

👴 Kehilangan elastisitas kulit: 

Kulit di sekitar uretra dan anus juga dapat kehilangan elastisitasnya seiring bertambahnya usia, yang dapat menyebabkan kebocoran urine atau tinja.

👴 Penyakit atau kondisi medis:

Beberapa penyakit atau kondisi medis seperti diabetes, stroke, demensia, infeksi saluran kemih, atau operasi panggul dapat menyebabkan inkontinensia.

👴 Efek samping obat-obatan: Beberapa obat-obatan tertentu, seperti diuretik atau obat penenang, dapat menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil atau inkontinensia.

👴 Gaya hidup: Kebiasaan hidup seperti merokok, minum alkohol, atau konsumsi kafein dapat meningkatkan risiko inkontinensia

Sumber: grid.co.id

Pemilihan Popok Lansia

Popok untuk lansia biasanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka yang mungkin mengalami inkontinensia atau kesulitan untuk mengontrol kandung kemih mereka. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih popok untuk lansia adalah:

👵 Jenis popok: 

Ada beberapa jenis popok yang tersedia, termasuk popok sekali pakai, popok kain, dan celana dalam penuh. Popok sekali pakai biasanya lebih mudah digunakan dan lebih nyaman bagi banyak lansia, sementara popok kain dan celana dalam penuh dapat lebih tahan lama dan ramah lingkungan.

👵 Ukuran: 

Popok harus dipilih dengan ukuran yang sesuai agar pas di tubuh lansia dan tidak menyebabkan kebocoran. Beberapa produsen popok memiliki ukuran yang berbeda, jadi pastikan untuk memeriksa petunjuk ukuran pada kemasan.

👵 Kapasitas penyerapan: 

Popok yang baik untuk lansia harus dapat menyerap banyak cairan agar dapat digunakan dalam waktu yang lama dan mencegah kebocoran. Pastikan untuk memeriksa kapasitas penyerapan popok sebelum membelinya.

👵 Kualitas bahan: 

Bahan popok harus nyaman untuk digunakan dan tidak mengiritasi kulit. Pilih popok yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

👵 Kemudahan penggunaan: Popok harus mudah digunakan dan diubah oleh lansia atau perawat yang merawat mereka.

      Namun, keputusan untuk menggunakan popok saat melakukan perjalanan sepenuhnya tergantung pada kondisi lansia dan kebutuhan mereka.

Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis terkait sebelum memutuskan untuk menggunakan popok. Selain itu, pastikan untuk membawa popok yang cukup selama perjalanan dan menggantinya secara teratur untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan selama perjalanan.Selamat bersenang-senang bertamasya tanpa repot dengan masalah pipis.



Sumber:

https://nafc.org/preventing-incontinence-before-starts/


Tahun Poltik untuk Lansia

     Tahun 2023 sampai tahun 2024 merupakan tahun yang penuh gejolak politik, para politikus bermanuver dengan strateginya untuk mendapat kemenangan. Semua potensi dikerahkan untuk mencapai tujuan antara lain dengan pemilih lansia.

WHO membagi lanjut usia menurut tingkatan umur lansia, yaitu: 
1) Usia pertengahan (middle age) antara 45-59 tahun 
2) Usia lanjut (elderly) 60-70 tahun
3) Usia lanjut (old) antara 75-90 tahun 
4) Usia sangat tua (very old) di atas 90 tahun

Undang-undang Kesejahteraan Lansia No.13 tahun 1998, disebutkan, yang termasuk kategori kelompok lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas. 

Dalam Undang-undang yang sama, lanjut usia dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu lanjut usia potensial dan lanjut usia tidak potensial. 

Lanjut usia potensial adalah lanjut usia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan atau
kegiatan yang dapat menghasilkan barang dan atau Jasa. Sementara lanjut usia tidak potensial adalah
lanjut usia yang tidak berdaya mencari nafkah sehingga hidupnya tergantung pada bantuan orang lain. 

Sumber: antaranews


Lansia harus memiliki beberapa sikap agar terjadi peningkatan kesejahteraan lansia :

✌ Sikap lansia dalam pemilihan presiden sebaiknya sama dengan sikap masyarakat pada umumnya, yaitu berdasarkan pada pertimbangan pemilihan calon presiden yang terbaik untuk negara dan masyarakat. Sebagai warga negara yang dewasa, lansia memiliki hak yang sama dengan generasi lainnya dalam memilih pemimpin yang akan memimpin negara. 

✌ Sebagai generasi yang lebih berpengalaman dan lebih banyak mengalami berbagai fase dalam hidup, lansia bisa memberikan kontribusi yang berharga dalam memilih pemimpin yang tepat. Dalam memilih calon presiden, lansia sebaiknya melakukan evaluasi terhadap rekam jejak calon presiden dalam memimpin dan merealisasikan visi dan misinya. 

✌ Lansia juga bisa melihat kemampuan calon presiden dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat yang lebih tua, seperti memberikan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik dan memperjuangkan hak-hak sosial ekonomi bagi lansia. ðŸ‘´ðŸ‘µ

✌ Lansia juga cenderung memilih calon presiden yang memperjuangkan hak-hak sosial dan ekonomi bagi lansia, seperti akses pelayanan kesehatan yang lebih baik dan perlindungan bagi warga lanjut usia.

✌ lansia mungkin juga cenderung memilih calon presiden yang memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan generasi muda dan mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan bagi masa depan generasi mendatang.

✌ Setiap lansia memiliki pandangan yang berbeda-beda, tergantung pada latar belakang, pengalaman hidup, dan nilai-nilai pribadi masing-masing.

Berikut adalah beberapa aspek mental yang perlu diperhatikan dalam pemilihan:
👳 Keterbukaan:
Lansia perlu memiliki sikap terbuka terhadap informasi baru dan perubahan. Mereka harus siap untuk menerima pembaruan dan mempelajari hal-hal baru yang terkait dengan pemilihan yang mereka hadapi.

👳 Ketegasan: 
Lansia perlu memiliki kejelasan dan ketegasan dalam membuat keputusan. Mereka harus memahami tujuan dan preferensi mereka sendiri, serta mampu mengambil keputusan dengan penuh keyakinan.

👳 Kepercayaan diri:
 Penting bagi lansia untuk memiliki kepercayaan diri dalam kemampuan mereka untuk membuat pilihan yang tepat. Ini melibatkan menghargai pengetahuan, pengalaman, dan intuisi mereka sendiri.

👳 Ketahanan emosional: 
Lansia perlu memiliki ketahanan emosional untuk menghadapi stres atau ketidakpastian yang mungkin timbul selama proses pemilihan. Mereka perlu mampu mengelola emosi mereka dengan baik dan tetap tenang dalam menghadapi situasi yang menantang.

        Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap lansia untuk melakukan penelitian dan evaluasi terhadap calon presiden sebelum membuat keputusan dalam memilih calon presiden yang tepat sesuai dengan nilai-nilai dan kepentingan pribadinya.
Namun, terlepas dari sikap politik pribadi masing-masing, lansia harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

Setelah pemilihan selesai, lansia sebaiknya tetap mendukung keputusan rakyat dan memperkuat persatuan sebagai satu kesatuan bangsa untuk mencapai kemajuan bersama, khususnya kesejahteraan lansia.

Sumber: