Memasuki tahap akhir bulan Ramadan, tubuh lansia sudah beradaptasi dengan pola puasa. Manfaatnya semakin terasa, tetapi ada beberapa risiko yang tetap perlu diwaspadai.
![]() |
Lansia semakin bugar menjelang berakhir puasa. (Sumber: foto Sutardi) |
Manfaat yang Semakin Terasa di Hari 26–30
💪 Stamina & Energi Stabil
Lansia yang sudah terbiasa berpuasa lebih dari tiga minggu akan merasakan energi yang lebih stabil. Tubuh telah beradaptasi dengan menggunakan lemak sebagai sumber energi, mengurangi rasa lelah atau lemas.
✨ Detoksifikasi & Regenerasi Sel Meningkat
Proses autofagi (pembersihan sel rusak) semakin optimal, membantu mengurangi peradangan dan mendetoksifikasi tubuh. Ini bisa memperlambat penuaan serta mengurangi risiko penyakit seperti Alzheimer, Parkinson, dan radang sendi.
🌟 Pencernaan Lebih Lancar
Pola makan yang lebih teratur meningkatkan fungsi pencernaan, mengurangi masalah seperti sembelit atau perut kembung. Konsumsi makanan berserat tinggi dan cukup cairan membantu menjaga kesehatan pencernaan.
😊 Kesehatan Mental & Mood Lebih Baik
Hormon endorfin dan serotonin meningkat, membuat lansia lebih bahagia dan tenang. Mereka juga lebih fokus dalam ibadah, merasa lebih dekat dengan Tuhan, dan mendapatkan kedamaian batin.
💉 Penurunan Risiko Penyakit Kronis
Tekanan darah lebih stabil, mengurangi risiko hipertensi. Lansia yang berpuasa dengan pola makan sehat juga dapat mengalami penurunan kadar gula darah, menurunkan risiko diabetes atau lonjakan gula darah setelah berbuka.
🌜 Kualitas Tidur Lebih Baik
Lansia yang menjaga pola makan dengan baik (tidak berlebihan saat berbuka) dapat merasakan tidur yang lebih nyenyak. Tidur yang cukup meningkatkan kualitas hidup, memperbaiki mood, dan memberi energi untuk hari berikutnya.
Risiko yang Mungkin Muncul di Hari 26–30
⚠ Dehidrasi Jika Kurang Minum
Lansia sering lupa minum air yang cukup antara berbuka dan sahur. Dehidrasi bisa menyebabkan pusing, lemas, mulut kering, dan gangguan pencernaan. Pastikan minum cukup air serta konsumsi makanan dengan kandungan cairan tinggi.
⚠ Kelelahan Jika Asupan Gizi Tidak Seimbang
Kurangnya karbohidrat kompleks, protein, atau vitamin dapat menyebabkan kelelahan berlebihan. Konsumsi makanan tinggi gula saat berbuka juga bisa menyebabkan lonjakan energi yang cepat tetapi cepat turun, menyebabkan tubuh kembali lelah.
⚠ Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)
Kurangnya garam sehat, kalium, atau magnesium bisa menyebabkan tekanan darah turun, yang membuat lansia merasa pusing atau lemas, terutama saat berdiri tiba-tiba.
⚠ Kram Otot & Kesemutan
Kekurangan elektrolit seperti kalium dan magnesium dapat menyebabkan kram otot atau kesemutan. Pastikan lansia mengonsumsi pisang, alpukat, dan sayuran hijau.
⚠ Asam Lambung Naik Jika Makan Berlebihan
Makan terlalu cepat atau terlalu banyak saat berbuka bisa memicu kenaikan asam lambung, terutama jika mengonsumsi makanan berlemak, pedas, atau tinggi gula.
⚠ Kelelahan Ekstrem Jika Tidur Tidak Teratur
Walaupun tidur lebih nyenyak, rutinitas Ramadan yang padat (salat malam, sahur) bisa menyebabkan kelelahan jika tidak diatur dengan baik.
Cara Mengatasi Efek Negatif Agar Lansia Tetap Sehat
💧 Pastikan Cairan Cukup
Minum 6–8 gelas air antara berbuka dan sahur.
Konsumsi makanan kaya air seperti sup, buah-buahan, dan sayuran (semangka, timun, tomat).
🍚 Konsumsi Makanan Bergizi & Seimbang
Makan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum.
Konsumsi protein sehat (ikan, ayam, telur) dan makanan kaya serat (sayuran, buah-buahan).
Jangan makan berlebihan atau terlalu cepat saat berbuka.
🛏 Atur Waktu Tidur
Tidur cukup 6–8 jam per malam.
Hindari makan besar terlalu dekat dengan waktu tidur.
🏃️♂️ Lakukan Aktivitas Ringan
Jalan kaki atau peregangan ringan setelah berbuka.
Hindari berdiri tiba-tiba dari posisi duduk untuk mencegah pusing.
⚕ Konsultasi dengan Dokter Jika Diperlukan
Jika merasa kelelahan berlebihan, pusing, atau mengalami gangguan kesehatan, segera konsultasi dengan dokter.
Jika ada masalah tekanan darah, kadar gula darah, atau gangguan pencernaan yang tidak kunjung membaik, periksakan ke tenaga medis.
Kesimpulan
Pada hari 26–30, lansia bisa merasakan manfaat besar dari puasa seperti energi stabil, pencernaan lancar, tidur lebih baik, dan pengurangan risiko penyakit kronis. Namun, risiko seperti dehidrasi, kelelahan, hipotensi, dan masalah pencernaan tetap harus diwaspadai. Dengan menjaga pola makan sehat, cukup cairan, tidur yang cukup, dan berkonsultasi dengan dokter jika perlu, lansia dapat melewati hari-hari terakhir puasa dengan lebih sehat dan bugar.
Sumber:
https://expert.taylors.edu.my/file/rems/publication/109111_7228_1.pdf
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10820472/
https://medic.upm.edu.my/upload/dokumen/2022071815315220_MJMHS_1018.pdf
https://nutritionj.biomedcentral.com/articles/10.1186/1475-2891-9-57
No comments:
Post a Comment