Hari Lebaran adalah momen penuh kebahagiaan, tetapi bagi lansia, momen ini juga bisa membawa tantangan tersendiri. Setelah sebulan berpuasa, tubuh lansia merasakan banyak manfaat, namun ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai.
![]() |
Remaja SMA tahun 80-an (Sumber: foto Dwipatri) |
Berikut adalah dampak positif dan negatif yang bisa muncul pada lansia saat Lebaran:
Dampak Positif Hari Lebaran bagi Lansia
✅ Kebahagiaan & Keceriaan Psikologis Bertemu keluarga dan sanak saudara membawa kebahagiaan serta memberikan dampak positif bagi kesehatan mental lansia. Aktivitas berkumpul dan berbagi kebahagiaan membantu mengurangi stres serta rasa kesepian.
✅ Kualitas Tidur Meningkat Setelah sebulan berpuasa, tubuh lansia lebih bisa beradaptasi, sehingga tidur menjadi lebih nyenyak. Tidur yang cukup membantu mengurangi kelelahan dan meningkatkan kesejahteraan fisik serta mental.
✅ Interaksi Sosial Lebih Aktif Lebaran memberikan kesempatan bagi lansia untuk bertemu dengan keluarga dan teman yang jarang dijumpai. Interaksi sosial ini meningkatkan kebahagiaan dan mencegah isolasi sosial.
✅ Meningkatnya Rasa Spiritual Lebaran memberikan kedamaian spiritual, terutama bagi lansia yang menjalani ibadah dengan khusyuk. Momen ini memperkuat rasa syukur dan kedekatan dengan Tuhan.
Dampak Negatif yang Muncul untuk Lansia
⚠ Kelelahan Fisik Akibat Aktivitas Berlebih Berkunjung ke rumah keluarga, menerima tamu, atau memasak dapat menyebabkan kelelahan fisik. Jika tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup, dapat memicu pusing dan lemas.
⚠ Gangguan Pencernaan Akibat Pola Makan Berlebihan Makanan khas Lebaran sering kali tinggi lemak, pedas, atau kaya gula, yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti asam lambung naik dan perut kembung.
⚠ Peningkatan Tekanan Darah Makanan asin dan berlemak dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, terutama bagi lansia dengan riwayat hipertensi, yang meningkatkan risiko stroke dan masalah jantung.
⚠ Dehidrasi Karena Kurang Minum Dalam kesibukan Lebaran, lansia bisa lupa minum air yang cukup, yang berisiko menyebabkan pusing, kelelahan, atau bahkan infeksi saluran kemih.
⚠ Risiko Jatuh & Cedera Aktivitas berlebih, seperti bergerak cepat saat berkunjung atau menerima tamu, dapat meningkatkan risiko jatuh dan cedera.
Cara Mengatasi Dampak Negatif di Hari Lebaran
💧 Pastikan Asupan Cairan Cukup
✅ Minum air putih yang cukup, hindari minuman berkafein atau terlalu manis.
✅ Konsumsi makanan dengan kadar air tinggi seperti buah-buahan dan sayuran.
🍽 Jaga Pola Makan Seimbang
✅ Pilih makanan sehat dan bergizi, hindari makanan berlemak, pedas, atau terlalu manis.
✅ Makan dalam porsi kecil namun sering untuk mencegah gangguan pencernaan.
✅ Makan dengan perlahan agar tubuh lebih mudah mencerna makanan.
🛏 Istirahat Cukup
✅ Beri waktu istirahat yang cukup setelah aktivitas padat.
✅ Hindari berdiri atau berjalan terlalu lama tanpa duduk sejenak.
🧑⚕️ Kontrol Kesehatan Secara Berkala
✅ Lansia dengan hipertensi, diabetes, atau masalah jantung sebaiknya memantau tekanan darah dan kadar gula secara rutin.
✅ Konsultasikan dengan dokter jika muncul gejala yang mengkhawatirkan seperti pusing, mual, atau nyeri dada.
🚶♂️ Lakukan Aktivitas Ringan
✅ Jika ingin berkunjung, lakukan dengan perlahan dan hindari aktivitas fisik yang terlalu melelahkan. ✅ Jangan memaksakan diri jika tubuh merasa lelah.
Kesimpulan
Hari Lebaran membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi lansia melalui interaksi sosial, waktu bersama keluarga, dan kedekatan spiritual. Namun, tetap perlu menjaga pola makan, hidrasi, dan istirahat agar terhindar dari kelelahan atau gangguan kesehatan. Dengan perhatian yang baik, lansia dapat menikmati Lebaran dengan sehat dan bahagia.
Sumber:
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8449521/
https://www.alzheimers.org.uk/blog/ramadan-and-dementia-care