Pendahuluan
Menjadi tua adalah anugerah yang tidak semua orang dapatkan. Namun, bertambahnya usia juga membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel dan melawan penyakit secara alami akan menurun. Akibatnya, berbagai penyakit kronis menjadi lebih sering muncul pada kelompok lansia.
Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa menua bukan berarti pasti sakit. Banyak lansia yang tetap sehat, aktif, dan mandiri hingga usia 80, 90, bahkan lebih dari 100 tahun. Kuncinya adalah memahami risiko kesehatan yang mungkin muncul sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal.
| Sumber: BPS |
Artikel ini membahas berbagai penyakit yang paling sering ditemukan pada lansia berdasarkan kelompok usia, mulai dari usia 60 tahun hingga mencapai usia satu abad.
Usia 60 Tahun ke Atas: Awal Meningkatnya Risiko Penyakit Kronis
Memasuki usia 60 tahun, tubuh mulai mengalami perubahan yang cukup signifikan. Pada usia ini, beberapa penyakit kronis mulai lebih sering ditemukan.
1. Penyakit Jantung
Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada lansia di seluruh dunia.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Nyeri atau rasa tertekan di dada
- Sesak napas
- Mudah lelah
- Jantung berdebar tidak teratur
- Pembengkakan pada kaki
Faktor risiko utama meliputi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, merokok, dan kurang aktivitas fisik.
2. Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes tipe 2 menjadi semakin umum setelah usia 60 tahun.
Gejalanya meliputi:
- Mudah haus
- Sering buang air kecil
- Cepat lelah
- Berat badan turun tanpa sebab jelas
- Penglihatan kabur
Jika tidak dikendalikan, diabetes dapat merusak jantung, ginjal, mata, dan saraf.
3. Kanker
Risiko kanker meningkat seiring bertambahnya usia karena akumulasi kerusakan sel selama puluhan tahun.
Jenis kanker yang sering ditemukan pada lansia meliputi:
- Kanker prostat
- Kanker payudara
- Kanker usus besar
- Kanker paru-paru
- Kanker hati
4. Osteoporosis
Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita pascamenopause, tetapi juga dapat menyerang pria.
5. Stroke
Risiko stroke meningkat secara signifikan setelah usia 60 tahun.
Gejala stroke yang harus segera dikenali:
- Wajah mencong
- Bicara pelo
- Lengan atau kaki mendadak lemah
- Gangguan penglihatan mendadak
Stroke merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan pertolongan segera.
Usia 65 Tahun ke Atas: Ancaman pada Otak dan Sendi Mulai Meningkat
Selain penyakit yang telah disebutkan sebelumnya, usia 65 tahun ke atas mulai menghadapi risiko gangguan fungsi otak dan persendian.
1. Penyakit Alzheimer
Alzheimer merupakan penyebab paling umum dari demensia.
Gejala awalnya sering berupa:
- Mudah lupa
- Sulit mengingat nama atau tempat
- Sering mengulang pertanyaan yang sama
- Kesulitan mengatur aktivitas sehari-hari
2. Arthritis (Radang Sendi)
Arthritis menyebabkan:
- Nyeri sendi
- Kekakuan saat bangun pagi
- Pembengkakan sendi
- Kesulitan bergerak
Lutut, pinggul, dan tangan merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena.
Usia 70 Tahun Ke Atas: Risiko Kecacatan Semakin Besar
Pada usia ini, penyakit kronis yang sudah ada biasanya semakin memengaruhi kualitas hidup.
Penyakit yang sering ditemukan meliputi:
- Penyakit jantung
- Diabetes tipe 2
- Kanker
- Osteoporosis
- Alzheimer
- Stroke
Pada kelompok usia ini, risiko jatuh, patah tulang, dan kehilangan kemandirian juga meningkat.
Usia 75 Tahun Ke Atas: Waspadai Parkinson
Selain berbagai penyakit kronis sebelumnya, risiko gangguan saraf semakin meningkat.
Penyakit Parkinson
Parkinson merupakan gangguan saraf progresif yang memengaruhi gerakan tubuh.
Gejala yang sering muncul:
- Tangan gemetar saat istirahat
- Gerakan melambat
- Tubuh kaku
- Sulit menjaga keseimbangan
- Tulisan tangan menjadi lebih kecil
Penyakit ini berkembang perlahan selama bertahun-tahun.
Usia 80 Tahun Ke Atas: Demensia Semakin Sering Ditemukan
Semakin panjang usia seseorang, semakin tinggi risiko gangguan fungsi otak.
Demensia
Demensia bukan penyakit tunggal, melainkan kumpulan gejala yang menyebabkan penurunan:
- Daya ingat
- Kemampuan berpikir
- Kemampuan mengambil keputusan
- Kemampuan berkomunikasi
Tidak semua lansia mengalami demensia, tetapi risikonya meningkat tajam setelah usia 80 tahun.
Usia 85 Tahun Ke Atas: Tantangan Menjaga Kemandirian
Pada kelompok usia ini, penyakit yang sering ditemukan meliputi:
- Demensia
- Penyakit jantung
- Stroke
- Osteoporosis
- Parkinson
- Kanker
Fokus utama kesehatan pada usia ini bukan hanya memperpanjang usia, tetapi juga mempertahankan kualitas hidup dan kemandirian sehari-hari.
Usia 90 Tahun Ke Atas: Waspadai Pneumonia
Pneumonia (Radang Paru)
Pneumonia menjadi salah satu penyebab utama perawatan dan kematian pada lansia sangat tua.
Gejalanya antara lain:
- Batuk
- Sesak napas
- Demam
- Lemah mendadak
- Nafsu makan menurun
Pada lansia, pneumonia kadang tidak disertai demam tinggi sehingga sering terlambat dikenali.
Usia 95 Tahun Ke Atas: Tubuh Menjadi Sangat Rentan
Pada usia ini biasanya ditemukan kombinasi beberapa kondisi berikut:
- Demensia
- Osteoporosis
- Penyakit jantung
- Stroke
- Pneumonia
- Kanker
Namun perlu diingat, banyak lansia usia 95 tahun yang tetap mampu beraktivitas dan menikmati hidup dengan dukungan keluarga serta perawatan kesehatan yang baik.
Bagaimana dengan Lansia yang Berusia 100 Tahun?
Mencapai usia 100 tahun merupakan pencapaian luar biasa.
Menariknya, banyak penelitian menemukan bahwa sebagian centenarian (orang yang berusia 100 tahun atau lebih) justru memiliki ketahanan biologis yang lebih baik dibandingkan sebagian orang yang lebih muda.
Meski demikian, beberapa masalah kesehatan tetap sering ditemukan.
1. Gangguan Penglihatan
Seperti:
- Katarak
- Glaukoma
- Degenerasi makula
Gangguan ini dapat mengurangi kemampuan membaca, berjalan, dan melakukan aktivitas sehari-hari.
2. Kehilangan Pendengaran
Penurunan fungsi pendengaran sangat umum terjadi akibat proses penuaan saraf pendengaran.
3. Gangguan Saluran Pencernaan
Misalnya:
- Sembelit kronis
- Diare berulang
- Gangguan penyerapan nutrisi
4. Demensia
Risikonya meningkat seiring pertambahan usia, meskipun tidak semua centenarian mengalami demensia.
Contoh Kasus
Pak Ahmad berusia 68 tahun dan memiliki tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol selama bertahun-tahun.
Karena merasa sehat, ia jarang memeriksakan diri ke dokter.
Pada usia 72 tahun, beliau mengalami stroke ringan yang menyebabkan kelemahan pada tangan kanan.
Setelah kejadian tersebut, Pak Ahmad mulai rutin mengontrol tekanan darah, berolahraga ringan setiap hari, mengikuti kegiatan Posyandu Lansia, serta memperbaiki pola makan.
Kini pada usia 80 tahun, beliau masih mampu berjalan mandiri, berkebun, dan aktif mengikuti kegiatan sosial.
Kisah Pak Ahmad menunjukkan bahwa penyakit kronis dapat dikendalikan apabila terdeteksi dan ditangani sejak dini.
Cara Menurunkan Risiko Penyakit pada Lansia
Beberapa langkah sederhana yang terbukti bermanfaat:
✓ Rutin berolahraga sesuai kemampuan
✓ Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
✓ Mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol
✓ Berhenti merokok
✓ Tidur yang cukup
✓ Menjaga berat badan ideal
✓ Tetap aktif secara sosial
✓ Melakukan pemeriksaan kesehatan berkala
✓ Aktif mengikuti Posyandu Lansia
Kebiasaan-kebiasaan ini dapat membantu memperlambat penurunan fungsi tubuh dan meningkatkan kualitas hidup.
Penutup
Bertambahnya usia memang meningkatkan risiko berbagai penyakit. Namun usia tua bukanlah vonis untuk hidup dalam kondisi sakit.
Penyakit jantung, diabetes, kanker, osteoporosis, stroke, Alzheimer, Parkinson, demensia, hingga pneumonia memang lebih sering ditemukan pada lansia. Akan tetapi, banyak di antaranya dapat dicegah, dideteksi lebih awal, atau dikendalikan dengan baik.
Kunci utama penuaan sehat bukan sekadar hidup lebih lama, melainkan hidup lebih mandiri, lebih aktif, dan lebih bermakna.
Karena itu, jangan menunggu sakit untuk mulai menjaga kesehatan. Semakin dini upaya pencegahan dilakukan, semakin besar peluang menikmati masa tua yang sehat, produktif, dan bahagia.
#lpclansia
Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.
#KesehatanLansia
Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.
#TipsLansiaSehat
Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.
Jelajahi LPC Lansia
Sumber
- World Health Organization (WHO). Ageing and Health.
- National Institute on Aging (NIA). Health and Aging.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Healthy Aging.
- Alzheimer's Association. 2025 Alzheimer's Disease Facts and Figures.
- American Heart Association. Heart Disease and Stroke Statistics.
- International Osteoporosis Foundation. Osteoporosis in Older Adults.
- American Diabetes Association. Standards of Care in Diabetes.
- World Stroke Organization. Stroke Prevention Guidelines.
- United Nations Decade of Healthy Ageing 2021–2030.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Kesehatan Lansia.
No comments:
Post a Comment