xmlns:og='http://ogp.me/ns#' LPC- Lansia Preneurship Community

Monday, 27 November 2023

Lansia Berpikir Buruk Terus- Menerus, Berdampak pada Kehidupan Sehari-hari.

🌿 Pendahuluan

Mengenal Rasa Cemas di Usia Lanjut

Merasa cemas sesekali adalah hal yang wajar.
Apalagi jika sedang menghadapi masalah atau perubahan dalam hidup.

Namun, jika rasa cemas:

  • Terlalu sering muncul
  • Sulit dikendalikan
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari

maka bisa jadi itu adalah Gangguan Kecemasan Umum.

Gangguan kecemasan umum sering menimpa lansia.
(Sumber: foto pens 49 ceria)

🌼 Apa Itu Gangguan Kecemasan Umum?

Gangguan Kecemasan Umum (atau sering disebut GAD) adalah kondisi ketika seseorang merasa:

  • Khawatir berlebihan
  • Takut tanpa alasan yang jelas
  • Sulit merasa tenang

Perasaan ini bisa berlangsung lama, bahkan hingga berbulan-bulan.

Gelisah dan tegang berlebihan sepanjang hari.
(Sumber: foto canva.com)

🌿 Tanda-Tanda yang Perlu Diperhatikan

Beberapa tanda yang sering muncul pada lansia:

😟 Sering merasa gelisah

Seperti tidak bisa tenang sepanjang hari

😨 Takut akan hal yang belum tentu terjadi

Selalu membayangkan hal buruk

💭 Sulit menghentikan pikiran

Kekhawatiran terus berulang

😴 Sulit tidur

Karena pikiran tidak berhenti

💪 Keluhan fisik

Seperti:

  • Sakit kepala
  • Otot tegang
  • Berkeringat
  • Jantung berdebar
  • Pusing

🌼 Mengapa Kecemasan Bisa Muncul?

Pada lansia, kecemasan bisa dipicu oleh:

  • Kondisi kesehatan yang menurun
  • Rasa kesepian atau kurang teman
  • Masalah keuangan
  • Kehilangan orang yang dicintai
  • Perubahan hidup (misalnya pensiun)
  • Kekhawatiran tentang masa depan

Setiap orang bisa memiliki penyebab yang berbeda.

🌿 Dampak Jika Tidak Diatasi

Jika dibiarkan, kecemasan bisa:

  • Mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Menurunkan kualitas tidur
  • Membuat tubuh cepat lelah
  • Menurunkan semangat hidup

🌼 Cara Mengurangi Rasa Cemas

Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:

🌸 Tarik napas dalam-dalam

Lakukan perlahan untuk menenangkan pikiran

🚶 Tetap bergerak

Jalan santai, berkebun, atau olahraga ringan

🤝 Berbagi cerita

Bicara dengan keluarga atau teman

🧘 Lakukan relaksasi

Seperti doa, dzikir, atau meditasi ringan

📅 Atur kegiatan harian

Agar hidup lebih teratur dan tidak membingungkan

😊 Isi waktu dengan hal menyenangkan

Seperti membaca, menonton, atau hobi

🌿 Kapan Perlu Mencari Bantuan?

Segera konsultasi jika:

  • Cemas terasa sangat berat
  • Tidak bisa tidur berhari-hari
  • Sulit menjalani aktivitas
  • Merasa putus asa

Dokter atau tenaga kesehatan dapat membantu dengan:

  • Konseling
  • Terapi
  • Atau obat jika diperlukan

🌼 Pesan Penting

Rasa cemas bukan tanda kelemahan.
Ini adalah bagian dari perasaan manusia.

💬 Ingatlah:

  • Anda tidak sendirian
  • Perasaan ini bisa diatasi
  • Bantuan selalu ada
Lansia khawatir masa depannya suram.
(Sumber: foto canva.com)

🌿 Penutup

Di usia senja, yang terpenting adalah hidup dengan tenang dan damai.

🌱 Dengan menjaga pikiran, tubuh, dan hubungan sosial,
kita bisa menjalani hari-hari dengan lebih nyaman dan bahagia.

Responsive Grid Lansia Premium

#lpclansia

Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.

Tonton →

#KesehatanLansia

Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.

Lihat →

#TipsLansiaSehat

Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Cek →

Jelajahi LPC Laansia

Sumber:

1.https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/generalized-anxiety-disorder 

2.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441870/

3.https://www.psychologytoday.com/us/conditions/generalized-anxiety-disorder

4.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/generalized-anxiety-disorder/symptoms-causes/syc-20360803

5.https://en.wikipedia.org/wiki/Generalized_anxiety_disorder

6.https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23940-generalized-anxiety-disorder-gad

Saturday, 25 November 2023

Pergelangan Tangan Sakit, Dampak Gerakan Berulang

         Sindrom terowongan karpal adalah suatu kondisi yang terjadi ketika saraf median yang berjalan melalui terowongan karpal di pergelangan tangan terjepit atau mengalami tekanan berlebihan. Terowongan karpal merupakan saluran sempit yang terletak di bagian bawah pergelangan tangan dan terbentuk oleh tulang-tulang pergelangan tangan dan ligamen.

CTS adalah gangguan saraf pada pergelangan tangan.
(Sumber: foto paguyuban pengawas purna)

Istilah medis untuk sindrom terowongan karpal adalah "carpal tunnel syndrome" dalam bahasa Inggris. Istilah ini juga sering disingkat menjadi CTS. Sindrom terowongan karpal adalah gangguan saraf yang melibatkan tekanan atau penyempitan pada terowongan karpal di pergelangan tangan, yang mengakibatkan kompresi pada median saraf.  Sindrom terowongan karpal dapat mempengaruhi orang dari segala rentang usia, termasuk lansia. 

Beberapa ciri sindrom terowongan karpal pada lansia yang mungkin meliputi:

Kesemutan atau Mati Rasa: 

Sensasi kesemutan atau mati rasa pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan setengah jari manis bisa menjadi ciri utama sindrom transmisi karpal.

Rasa Sakit: 

Lansia yang mengalami sindrom terowongan karpal juga dapat merasakan nyeri atau ketidaknyamanan pada pergelangan tangan, yang dapat merambat ke lengan atas.

Melemahnya Otot: 

kemungkinan adanya melemahnya otot pada tangan, terutama pada otot-otot yang dikendalikan oleh saraf median.

Melemahnya otot pada tangan ciri sindrom terowongan karpal.
(Sumber: foto canva.com)

Ketidakmampuan Menggenggam dengan Kuat: 

Menggenggam dalam atau mengendalikan benda kecil dengan tangan.

Gejala Pada Malam Hari : 

Gejala sindrom terowongan karpal sering kali lebih terasa pada malam hari, yang dapat mengganggu tidur.

Pembengkakan: 

Beberapa orang dengan sindrom terowongan karpal mungkin mengalami pembengkakan pada tangan atau jari.

Gejala Menyebar: 

Meskipun gejalanya biasanya muncul pada satu tangan lebih dulu, seiring berjalannya waktu, gejala sindrom terowongan karpal dapat menyebar ke tangan yang lain.

        Faktor-faktor yang dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko sindrom terowongan karpal pada lansia tidak jauh berbeda dengan faktor risiko pada kelompok usia lainnya. 

Beberapa faktor yang dapat berperan dalam timbulnya sindrom terowongan karpal pada lansia :

Penuaan : 

Proses penuaan dapat menyebabkan perubahan pada jaringan tubuh, termasuk ligamen dan jaringan di sekitar terowongan karpal. Hal ini dapat meningkatkan pengurangan risiko ruang di dalam terowongan karpal, yang kemudian dapat mempengaruhi saraf median.

Proses penuaan menyebabkan perubahan jaringan tubuh.
(Sumber: foto canva.com)

Genetika   : 

Faktor genetika atau riwayat keluarga dapat memainkan peran dalam kecenderungan seseorang untuk mengembangkan sindrom karpal.

Kondisi Kesehatan Umum: 

Beberapa kondisi kesehatan tertentu yang umum pada lansia, seperti osteoartritis atau rheumatoid arthritis, dapat berkontribusi pada penularan sindrom karpal.

Kondisi Kesehatan Terkait Hormon: 

Perubahan hormonal yang terjadi selama penuaan, seperti menopause pada wanita, juga dapat mempengaruhi jaringan dan meningkatkan risiko sindrom terowongan karpal.

Kegemukan (Obesitas): 

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan tekanan pada pergelangan tangan, yang dapat memicu atau memicu sindrom transmisi karpal.

Gaya Hidup dan Pekerjaan: 

Aktivitas yang melibatkan gerakan berulang pada pergelangan tangan atau penggunaan berlebihan pada tangan, seperti bekerja di komputer atau melakukan pekerjaan yang memerlukan tangan dalam posisi tertentu secara berulang, dapat meningkatkan risiko sindrom transmisi karpal.

 Pekerjaan berlebihan pada pergelangan tangan.
(Sumber: foto canva.com)

Cedera atau Trauma: 

Cedera atau trauma tangan dapat menjadi pemicu sindrom terowongan karpal pada lansia.

💬Sindrom terowongan karpal dapat bersifat multifaktorial, dan kombinasi beberapa faktor tersebut dapat meningkatkan risiko. 

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko sindrom pada lansia:

Ergonomi yang Baik:

Pastikan posisi duduk dan posisi kerja yang baik, terutama lansia jika banyak menghabiskan waktu di depan komputer atau melakukan pekerjaan yang melibatkan penggunaan pergelangan tangan.

Istirahat dan Peregangan:

Lakukan relaksasi dan peregangan secara teratur, terutama jika melakukan pekerjaan yang memerlukan gerakan berulang pada pergelangan tangan.

Pengelolaan Berat Badan:

Jaga berat badan dalam kisaran yang sehat, karena kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada pergelangan tangan.

Penggunaan Penyangga Pergelangan Tangan:

Bagi mereka yang memiliki risiko tinggi atau telah mengalami gejala awal, penggunaan penyangga pergelangan tangan dapat membantu mengurangi tekanan pada terowongan karpal.

Olahraga yang Tepat:

Rutin melakukan olahraga yang melibatkan gerakan pergelangan tangan dan lengan dapat membantu mempertahankan kekakuan dan kekuatan otot.

Rutin olahraga yang melibatkan pergelangan tangan.
(Sumber: foto canva.com)

Hindari Posisi yang Memicu Gejala:

Posisi yang dapat memicu gejala sindrom terowongan karpal, seperti pergelangan tangan dalam waktu yang lama.

Kontrol Kondisi Kesehatan Terkait:

Jika lansia memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes atau arthritis, pengelolaan yang baik atas kondisi ini juga dapat membantu mengurangi risiko sindrom terowongan karpal.

Perhatikan Postur Tubuh:

Postur tubuh Pastikan tubuh yang baik saat duduk atau berdiri, dan hindari posisi yang memicu tekanan berlebihan pada genggaman tangan.

Konsultasi dengan Profesional Kesehatan:

Jika ada gejala atau kekhawatiran mengenai sindrom terowongan karpal, segera berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut dan pengelolaan yang tepat.

💬Perlu diingat bahwa tindakan pencegahan ini dapat bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan individu dan tingkat risiko.

        Pengobatan sindrom terowongan karpal pada lansia dapat melibatkan berbagai pendekatan, tergantung pada tingkat keparahan gejala dan faktor-faktor khusus pada setiap individu. 

Beberapa metode umum yang digunakan untuk mengobati sindrom terowongan karpal:

Istirahat dan Perubahan Aktivitas:

Memberikan istirahat pada tangan dan menghindari aktivitas yang memicu atau meringankan gejala sindrom terowongan karpal dapat membantu dalam proses penyembuhan.

Pemakaian Penyangga Pergelangan Tangan:

Menggunakan penyangga pergelangan tangan dapat membantu menjaga posisi yang baik dan mengurangi tekanan pada terowongan karpal.

Fisioterapi:

Terapi fisik dapat membantu dengan latihan untuk memperkuat otot-otot sekitar tangan, meningkatkan kenyamanan, dan mengurangi gejala.

Obat Pereda Nyeri dan Anti Inflamasi:

Penggunaan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau naproxen dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan.

Injeksi Kortikosteroid:

Dalam beberapa kasus, dokter dapat memberikan suntikan kortikosteroid di sekitar terowongan karpal untuk mengurangi peradangan dan gejala.

Manajemen Kondisi Kesehatan Terkait:

Jika sindrom terowongan karpal terkait dengan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes atau arthritis, manajemen yang baik atas kondisi tersebut dapat membantu mengurangi gejala.

Terapi Okupasi:

Terapis okupasi dapat memberikan saran mengenai modifikasi pekerjaan dan teknik yang dapat membantu mengurangi tekanan pada pergelangan tangan.

Pemakaian Sinar Laser atau USG:

Beberapa terapi menggunakan sinar laser atau ultrasound untuk meredakan gejala sindrom terowongan karpal.

Bedah Intervensi:

Jika pengobatan konservatif tidak efektif dan gejala terus berlanjut, dokter dapat mengizinkan operasi untuk membebaskan saraf median dengan membuka terowongan karpal.

Rencana pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi spesifik dan kebutuhan individu. Konsultasi dengan profesional kesehatan, seperti dokter atau ahli ortopedi, diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana pengobatan yang sesuai. Tindakan yang diambil sejak dini sering kali memberikan hasil yang lebih baik.


Sumber:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/carpal-tunnel-syndrome/symptoms-causes/syc-20355603

https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/carpal-tunnel-syndrome/

https://www.nhs.uk/conditions/carpal-tunnel-syndrome/

https://www.ninds.nih.gov/health-information/disorders/carpal-tunnel-syndrome

https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/carpal-tunnel-syndrome

Teknik Pengendalian Diri, Kesehatan Lansia

        Pengendalian diri pada lansia merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengatur dan mengendalikan perilaku, emosi, dan reaksi terhadap tertentu. Mencakup keterampilan untuk menahan diri dari tindakan atau respons impulsif, mengelola emosi dengan baik, dan mengambil keputusan yang baik. Pengendalian diri sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama ketika menghadapi tantangan atau perubahan dalam kondisi kesehatan dan lingkungan.

Pengendalian diri penting untuk menghadapi tantangan.
(Sumber: foto paguyuban pengawas purna )

Istilah medis yang sering digunakan untuk merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri atau diri pengendalian diri adalah "self-control" atau "self-regulation" dalam bahasa Inggris. Dalam konteks medis atau psikologis, ini merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengelola emosi, perilaku, dan tanggapan terhadap situasi tertentu.

Teori pengendalian diri di usia tua menyatakan bahwa proses pengendalian diri mencakup kemampuan manusia dalam melakukan pengendalian diri untuk mengatasi berbagai jenis keinginan, nafsu, dan godaan. Teori ini berpendapat bahwa orang dewasa yang lebih tua memiliki variasi dalam penerapan pengendalian diri tergantung pada motivasi pribadi mereka. 

Teori ini juga berasumsi bahwa penerapan pengendalian diri menghasilkan kepuasan hidup karena menunjukkan pengendalian diri dikaitkan dengan sejumlah hasil kehidupan yang positif. Literatur yang ada menyatakan bahwa pengendalian diri merupakan elemen penting untuk mencapai tujuan, sukses dalam usaha, dan melawan sifat egois dan dorongan hati yang berpotensi merugikan. Karena hasrat dan godaan selalu ada, kita perlu menerapkan pengendalian diri.

Beberapa aspek pengendalian diri pada lansia meliputi:

Pengelolaan Emosi: 

Kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi dengan efektif. Ini termasuk kemampuan untuk tetap tenang dalam situasi stres, menghindari respons impulsif, dan menanggapi tantangan dengan kepala dingin.

Penyusunan Tujuan dan Prioritas: 

Lansia perlu memiliki kejelasan mengenai tujuan dan prioritas mereka, serta kemampuan untuk mengatur waktu dan sumber daya mereka secara efektif.

Kemampuan Menggunakan Keputusan:

Kemampuan untuk membuat keputusan yang baik dan berpikir kritis. Ini termasuk mempertimbangkan pro dan kontra, memikirkan konsekuensi dari keputusan yang diambil, dan memilih solusi terbaik.

Berpikir kritis untuk mempertimbangkan pro dan kontra.
(Sumber: foto canva.com)
Pengelolaan Konflik: 

Kemampuan untuk mengelola konflik dengan baik, baik dalam hubungan interpersonal maupun dalam situasi lainnya. Ini melibatkan keterampilan komunikasi yang efektif dan kemampuan untuk menemukan solusi yang memuaskan.

Pengelolaan Stres:

Keterampilan untuk mengatasi stres dan tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Lansia yang memiliki pengendalian diri yang baik dapat mengidentifikasi strategi pengelolaan stres yang sesuai untuk mereka.

Pengaturan Diri: 

Kemampuan untuk mengatur diri sendiri, termasuk disiplin diri, kemandirian, dan kemampuan untuk memotivasi diri sendiri.

💬 Kemampuan pengendalian diri dapat berbeda-beda antar individu dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kesehatan fisik dan mental, dukungan sosial, dan lingkungan sekitar.  

        Teknik pengendalian diri pada lansia melibatkan berbagai strategi yang dapat membantu mereka mengelola emosi, merespons situasi dengan tenang, dan mengambil keputusan yang baik.  

Beberapa teknik yang dapat membantu lansia dalam pengendalian diri:

Latihan Pernapasan: 

Latihan pernapasan yang dalam dan terkendali dapat membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi stres. Teknik pernapasan dalam juga dapat membantu meningkatkan fokus dan keseimbangan emosi.

Latihan pernafasan meningkatkan fokus.
(Sumber: foto canva.com)

Perhatian dan Meditasi: 

Latihan mindfulness atau meditasi dapat membantu lansia meningkatkan kesadaran diri, mengurangi stres, dan meningkatkan konsentrasi. Teknik ini dapat membantu mereka tetap tenang di tengah-tengah tantangan.

Manajemen Stres: 

Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan stres dan menemukan cara untuk mengelolanya. Ini bisa mencakup penggunaan teknik relaksasi, berbicara dengan seseorang, atau membutuhkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menenangkan.

Pendekatan Proaktif terhadap Konflik: 

Belajar mengelola konflik dengan pendekatan proaktif, termasuk penggunaan komunikasi yang efektif dan mencari solusi yang memuaskan bagi semua pihak.

Penyusunan Tujuan yang Realistis: 

Tetapkan tujuan yang realistis dan spesifik, dan lakukan langkah-langkah perencanaan untuk mencapainya. Ini dapat membantu lansia tetap fokus dan termotivasi.

Teknik Visualisasi:

Gunakan teknik visualisasi untuk membayangkan hasil yang positif atau membayangkan kenangan yang indah. Ini dapat membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi kecemasan.

Membayangkan hasil positif mengurangi kecemasan.
(Sumber: foto canva.com)

Latihan Fisik: 

Aktivitas fisik teratur dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan kesehatan fisik, dan merangsang pelepasan endorfin, hormon yang meningkatkan suasana hati.

Berpikir Jaringan Dukungan: 

Membangun dan memelihara jaringan sosial yang solid dapat memberikan dukungan emosional dan praktis, membantu lansia mengatasi kesulitan dan menjaga kesejahteraan mereka.

Keterlibatan dalam Aktivitas Positif: 

Menemukan kegiatan yang memberikan kepuasan dan kegembiraan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan emosional dan memberikan pengalaman positif.

Berbicara dengan Profesional Kesehatan: 

Jika lansia mengalami kesulitan mengendalikan diri atau merasa kesulitan mengatasi situasi tertentu, berkonsultasilah dengan profesional kesehatan, seperti psikolog atau konselor, untuk mendapatkan dukungan dan bimbingan lebih lanjut.

💬Penting untuk menyesuaikan teknik-teknik ini dengan kebutuhan dan preferensi individu, dan dalam beberapa kasus, bantuan dari profesional kesehatan atau spesialis psikologi mungkin diperlukan.

       Lansia, seperti halnya kelompok usia lainnya, dapat memperoleh manfaat yang signifikan dari latihan pengendalian diri. 

Beberapa situasi di mana lansia mungkin perlu latihan pengendalian diri, meliputi:

Tantangan Emosional: 

Lansia sering menghadapi tantangan emosional, seperti perubahan dalam kesehatan fisik, kehilangan teman atau pasangan hidup, atau perubahan dalam kehidupan sosial. Latihan pengendalian diri dapat membantu mereka mengelola emosi dan merespons perlawanan ini dengan cara yang sehat.

Lansia sering menghadapi tantangan emosional.
(Sumber: canva.com)

Penurunan Kesehatan Mental: 

Kondisi seperti depresi atau kecemasan dapat mempengaruhi kesejahteraan mental lansia. Latihan pengendalian diri, seperti teknik relaksasi atau meditasi, dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kesejahteraan mental.

Perubahan Kesehatan Fisik: 

Lansia mungkin menghadapi perubahan dalam kesehatan fisik mereka, termasuk penurunan mobilitas, kelelahan, atau penyakit kronis. Pengendalian diri dapat membantu mengatasi perubahan ini dengan memberikan kerangka kerja yang positif dan proaktif.

Keterbatasan Fisik: 

Batasan fisik, seperti penurunan kekuatan otot atau kematian, mungkin memerlukan pengendalian diri dalam melakukan aktivitas sehari-hari atau berpartisipasi dalam aktivitas fisik tertentu.

Adaptasi terhadap Perubahan Hidup:

Perubahan kehidupan seperti pensiun atau kehilangan teman-teman memerlukan kemampuan pengendalian diri untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ini dan menjaga keseimbangan emosional.

Manajemen Stres:

Lansia dapat menghadapi stres dari berbagai sumber, termasuk stres terkait kesehatan, masalah keuangan, atau perubahan dalam lingkungan mereka. Latihan pengendalian diri dapat membantu mereka mengelola dan mengurangi stres.

Meningkatkan Kesejahteraan Umum:

Latihan pengendalian diri dapat meningkatkan kesejahteraan umum lansia dengan memberikan alat dan strategi untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan cara yang positif dan terarah.

Meningkatkan Kualitas Hidup: 

Dengan mempelajari keterampilan pengendalian diri, lansia dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, mengatasi tantangan, dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Pengendalian diri adalah keterampilan yang dapat ditingkatkan melalui latihan dan kesadaran diri. Membangun keterampilan ini dapat membantu lansia untuk menghadapi perubahan dan tantangan dengan lebih baik, meningkatkan kesejahteraan mental dan fisik mereka.


Sumber:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10353651/

https://he01.tci-thaijo.org/index.php/JRTAN/article/view/251338

https://www.psychologytoday.com/us/blog/managing-your-memory/201802/why-self-control-fails-in-dementia

https://www.understood.org/en/articles/self-control-what-it-means-for-kids

https://thenoteninjas.com/blog/f/self-regulation-in-older-adults?blogcategory=documentation