xmlns:og='http://ogp.me/ns#' LPC- Lansia Preneurship Community

Sunday, 5 May 2019

[JANGAN KAGET!] Ternyata Segini Tunjangan Hidup Lansia di Jakarta dan Indonesia Saat Ini

Pendahuluan

Menjadi lansia di zaman sekarang bukan perkara mudah.

Harga kebutuhan pokok naik, biaya kesehatan semakin mahal, sementara banyak lansia sudah tidak mampu bekerja seperti dulu. Karena itulah, bantuan dan tunjangan hidup untuk lansia menjadi sangat penting.

Lansia menunggu bantuan pemerintah.

Di Jakarta maupun daerah lain di Indonesia, pemerintah sebenarnya sudah memiliki berbagai program bantuan sosial untuk warga lanjut usia. Namun banyak masyarakat masih bingung:

  • berapa besar bantuannya,
  • siapa yang bisa menerima,
  • apakah cukup untuk hidup layak,
  • dan bagaimana kenyataan kehidupan lansia saat ini.

Sebagian lansia bahkan masih bergantung pada anak atau keluarga karena bantuan yang diterima belum mampu menutup kebutuhan sehari-hari.

Artikel ini akan membahas secara tenang dan mudah dipahami mengenai kondisi tunjangan hidup lansia di Jakarta dan Indonesia saat ini.

Lansia Jakarta yang memerlukan bantuan Pemerintah Provinsi

Apa Itu Tunjangan Lansia?

Tunjangan lansia adalah bantuan yang diberikan pemerintah kepada warga lanjut usia yang membutuhkan dukungan ekonomi.

Tujuannya:

  • membantu kebutuhan makan,
  • membeli obat,
  • menjaga kesehatan,
  • dan mengurangi risiko kemiskinan pada usia tua.

Bentuk bantuannya bisa berupa:

  • uang tunai,
  • bantuan pangan,
  • layanan kesehatan,
  • hingga program sosial daerah.

Program Tunjangan Lansia di Jakarta

1. Kartu Lansia Jakarta (KLJ)

Di Jakarta, program paling dikenal adalah Kartu Lansia Jakarta atau KLJ.

Program ini diberikan kepada lansia yang tergolong kurang mampu dan terdaftar dalam data sosial pemerintah daerah.

Menurut berbagai laporan tahun 2026, besaran bantuan KLJ sekitar Rp300 ribu per bulan dan sering dicairkan sekaligus tiga bulan sehingga penerima bisa memperoleh sekitar Rp900 ribu per tahap pencairan.

Siapa yang Bisa Mendapatkan KLJ?

Umumnya penerima harus memenuhi syarat seperti:

  • berusia 60 tahun ke atas,
  • memiliki KTP Jakarta,
  • termasuk keluarga kurang mampu,
  • terdaftar dalam data kesejahteraan sosial.

Pemerintah daerah juga melakukan verifikasi agar bantuan tepat sasaran.

Apakah Bantuan Itu Cukup?

Inilah pertanyaan yang paling sering muncul.

Jawabannya: bagi sebagian lansia, bantuan tersebut sangat membantu, tetapi belum tentu cukup untuk seluruh kebutuhan hidup di kota besar.

Biaya hidup di Jakarta terus meningkat:

  • makan harian,
  • listrik,
  • transportasi,
  • kebutuhan kesehatan,
  • hingga obat rutin.

Bahkan diskusi masyarakat di Reddit menunjukkan banyak warga menganggap biaya hidup sederhana di Jakarta tetap membutuhkan pengeluaran jutaan rupiah per bulan.

Karena itu, bantuan lansia sering menjadi “penopang”, bukan sumber utama kehidupan.

Kondisi Lansia di Indonesia Secara Umum

2. Bantuan Sosial Nasional

Selain Jakarta, pemerintah pusat melalui kementerian sosial juga memiliki berbagai bantuan untuk lansia rentan.

Beberapa bentuk bantuan meliputi:

  • bantuan sembako,
  • bantuan tunai,
  • layanan kesehatan,
  • program keluarga harapan tertentu,
  • serta dukungan komunitas sosial.

Namun besar bantuan berbeda-beda tergantung daerah dan kondisi penerima.

Mengapa Lansia Sangat Rentan Secara Ekonomi?

Ada beberapa alasan utama:

1. Sudah Tidak Produktif Secara Fisik

Banyak lansia mengalami:

  • nyeri sendi,
  • cepat lelah,
  • gangguan penglihatan,
  • penyakit kronis.

Hal ini membuat mereka sulit bekerja penuh waktu.

2. Biaya Kesehatan Semakin Tinggi

Semakin bertambah usia, kebutuhan kesehatan meningkat:

  • kontrol tekanan darah,
  • diabetes,
  • jantung,
  • obat rutin,
  • pemeriksaan laboratorium.

Kadang pengeluaran kesehatan justru lebih besar daripada biaya makan.

3. Tidak Semua Lansia Memiliki Tabungan

Generasi lama banyak yang bekerja di sektor informal:

  • petani,
  • pedagang kecil,
  • buruh harian,
  • pekerja lepas.

Akibatnya, sebagian besar tidak memiliki dana pensiun tetap.

Contoh Kasus Kehidupan Nyata

Kisah Pak Rahmat di Jakarta Timur

Pak Rahmat berusia 72 tahun dan tinggal bersama istrinya di rumah sederhana.

Ia menerima bantuan KLJ yang digunakan untuk:

  • membeli beras,
  • obat tekanan darah,
  • dan membayar listrik.

Namun karena biaya hidup terus naik, bantuan tersebut belum cukup memenuhi seluruh kebutuhan bulanan.

Untungnya anak-anaknya masih sesekali membantu.

Pak Rahmat pernah berkata:

“Bantuan ini sangat berarti. Setidaknya kami masih bisa membeli obat tanpa harus meminjam uang.”

Kisah seperti ini dialami banyak lansia di Indonesia.

Tantangan Besar Lansia Masa Kini

1. Banyak Lansia Tinggal Sendiri

Di kota besar, anak-anak sering merantau atau sibuk bekerja.

Akibatnya banyak lansia:

  • hidup sendirian,
  • kesepian,
  • dan sulit mengurus kebutuhan harian.

2. Harga Obat dan Makanan Naik

Inflasi membuat pengeluaran lansia semakin berat.

Padahal sebagian lansia memerlukan makanan khusus:

  • rendah gula,
  • rendah garam,
  • makanan lunak,
  • suplemen kesehatan.

3. Tidak Semua Lansia Paham Teknologi

Sebagian proses bantuan kini menggunakan:

  • aplikasi,
  • data online,
  • verifikasi digital.

Hal ini kadang membingungkan lansia yang tidak terbiasa menggunakan teknologi.

Hal Positif yang Mulai Berkembang

Meski masih banyak tantangan, perhatian terhadap lansia mulai meningkat.

Kini mulai banyak:

  • komunitas lansia,
  • posyandu lansia,
  • layanan kesehatan khusus usia lanjut,
  • bantuan pangan,
  • hingga program sosial daerah.

Masyarakat juga mulai sadar bahwa lansia bukan beban, melainkan generasi yang harus dihormati dan dijaga kesejahteraannya.

Pelajaran Penting untuk Keluarga

Bantuan pemerintah memang penting.

Tetapi perhatian keluarga tetap menjadi hal paling berharga bagi lansia.

Kadang yang paling dibutuhkan bukan hanya uang, melainkan:

  • ditemani berbicara,
  • diperhatikan kesehatannya,
  • dibantu membeli obat,
  • dan merasa tidak sendirian.

Karena pada usia lanjut, rasa dihargai sering lebih menenangkan daripada bantuan materi.

Penutup

Tunjangan hidup lansia di Jakarta dan Indonesia saat ini memang membantu banyak warga lanjut usia bertahan menghadapi kerasnya biaya hidup.

Program seperti KLJ menjadi bukti bahwa pemerintah mulai memberi perhatian lebih kepada kelompok lansia rentan. Namun kenyataannya, sebagian besar bantuan masih belum sepenuhnya cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup lansia modern.

Karena itu, dukungan keluarga, masyarakat, dan lingkungan tetap sangat penting.

Sebab masa tua bukan akhir kehidupan, melainkan masa ketika seseorang paling membutuhkan rasa aman, perhatian, dan penghormatan.

Responsive Grid Lansia Premium

#lpclansia

Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.

Tonton →

#KesehatanLansia

Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.

Lihat →

#TipsLansiaSehat

Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Cek →

Jelajahi LPC Lansia

Artikel Populer

HATI-HATI! Diamnya Orang Tua Bisa Jadi Tanda Depresi Geriatri yang Berakibat Fatal

Gangguan kesehatan mental yang terjadi pada usia lanjut dan sering kali tidak terdiagnosis,...

Baca Selengkapnya

DARI PENJARA ke PUNCAK KUASA: Rahasia Ketabahan Anwar Ibrahim, PM Malaysia yang Bangkit di Usia Senja

Perjalanan hidupnya bukan sekadar kisah politik, melainkan kronik keteguhan, ketabahan moral,...

Baca Selengkapnya

[STOP PAKAI KERAMIK BIASA!] Ini 5 Jenis Lantai Anti-Slip TERBAIK yang Jamin Kamar Mandi Lansia 100% Bebas Cedera Fatal

Lansia adalah kelompok yang paling rentan mengalami cedera akibat jatuh di kamar mandi,...

Baca Selengkapnya

Sumber

  1. Program Dinas Sosial DKI Jakarta tentang Kartu Lansia Jakarta (KLJ).
  2. Informasi pencairan KLJ 2026 sebesar Rp300 ribu per bulan atau Rp900 ribu per triwulan.
  3. Diskusi masyarakat mengenai biaya hidup Jakarta tahun 2026 di Reddit.
  4. Kajian kesejahteraan lansia dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
  5. Data sosial dan program perlindungan lansia di Indonesia.











 

Saturday, 13 April 2019

Harapan Lansia Untuk Pilpres Tahun 2019, Jangan Lupakan Kami


"Tidak pernah ada hari yang sama dalam kehidupan. Hari ini berbeda dengan kemarin. Mari jadikan hari ini lebih baik." Soesilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)

Hiruk pikuk politik tahun 2019 di tanah air sangat ramai, masing-masing Pasangan Calon menyampaikan visi dan misinya, calon legislatif juga tidak ketinggalan untuk meramaikan agar mendapat simpati dan dipilih oleh masyarakat.

Ada masyarakat di Indonesia yang jumlahnya mulai naik dan perlu mendapat perhatian khusus, yaitu lansia. Jumlah lansia diperkirakan kurang lebih 23,66 juta jiwa atau 9,03% dari penduduk Indonesia. Bila perkiraan tersebut benar tentu saja lansia perlu mendapat perhatian lebih dalam melaksanakan pesta demokrasi di tanah air.


Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian  antara lain ,perlu pendampingan untuk lansia yang memiliki hambatan (penglihatan, pendengaran, dimensia dan gangguan lainnya),Sosialisasi pemilu khusus lansia,

Jarak TPS dari tempat tinggal, kertas suara yang tidak menyulitkan, gerakan yang lambat dalam pencoblosan, sarana dan prasarana yang tidak kondusif untuk lansia dan masih banyak lagi.


Menurut Undang Undang nomor 13 tahun1998 tentang kesejahteraan lanjut usia . Lanjut Usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun (enam puluh) tahun ke atas.

Pemilu Pilihan presiden  tahun 2019 sangat kebetulan salah satu dari dua pasangan calon adalah lansia, dari 01,calon wakil presiden, Ma’ruf  Amin berusia 76 tahun sedangkan dari kubu 02,calon presiden Probowo Subianto, berusia 68 tahun.

Berarti kedua orang ini adalah lansia dengan sebutan  lansia tangguh yang produktif dan potensial untuk membawa Negara tercinta ini menjadi lebih baik lagi dalam menangani para lanjut usia.

Berharap Presiden dan wakil Presiden terpilih  mau memperhatikan secara sungguh-sungguh kesejahteraan sosial lansia. Hidup lansia  !   "lanjut tak sia-sia”

(Dikutip dari beberapa sumber)


#LPCLansia  #KesehatanLansia  #TipsLansiaSehat

Jelajahi LPC Lansia


Wednesday, 3 April 2019

Lansia Juga Butuh Teknologi Era 4.0


 Dalam usia saya yang ke 86 tahun, penggunaan
 teknologi informatika, sangat penting.

         Orang tua atau lansia memiliki prasangka terhadap teknologi digital padahal sebenarnya mereka tertinggal jauh di belakang cucunya yang generasi z. Tetapi melihat kecenderungan penggunaan telepon genggam (HP) android yang marak pada saat ini dimungkinkan dari mereka yang berusia di atas 60 menggunakan Internet, meningkat pada tahun 2019

Dan jumlahnya bahkan lebih tinggi untuk lansia yang lebih berpendidikanmakmur hidupnya atau yang mengambil pensiun dini. Seseorang yang meninggalkan dunia kerja saat ini mungkin sudah bekerja lebih dari 20 tahun dengan komputer, dan bahkan orang-orang di usia 60-an sudah banyak memiliki telepon cerdas, tablet, media sosial, dan teknologi lainnya.

Teknologi baru memudahkan orang lanjut usia untuk tetap berhubungan dengan keluarga yang jauh, hidup mandiri dan mendapatkan bantuan saat mereka membutuhkannya.
Semakin canggih, jika digunakan oleh orang muda, maka dapat digunakan oleh Lansia ,menurut Purwanto dari LPC yang menyediakan pendidikan komputer dan fotografi untuk lansia.
"Mereka menggunakannya untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman. Mereka menggunakannya dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh banyak orang muda," 

Kebutuhan teknologi pensiunan tidak jauh berbeda dari anak-anak mereka. Mereka berpartisipasi dalam media sosial, menggunakan Internet untuk penelitian, teks dan email untuk mengimbangi teman dan keluarga dan menggunakan Skype atau tatap muka untuk panggilan video.

Meskipun demikian titik kritis sekitar usia  75 atau 80 di mana mereka butuh teknologi yang lebih membantu. Teknologi memiliki potensi untuk memudahkan lansia untuk hidup mandiri, dengan perangkat yang dapat memantau manajemen pengobatan, menemukan pasien Alzheimer
yang hilang atau mendeteksi ketika seseorang terjatuh.


Perlu banyak penelitian dan minat untuk teknologi bagi manula.Biasanya dirancang untuk memastikan bahwa lansia yang hidup sendirian harus memiliki koneksi dan bantuan ketika dibutuhkan. 

Berikut adalah 9 alat teknologi untuk lansia: 

📞 Telepon Genggam (Hp)

Hp ,dengan menggunakan aplikasi yang menarik bagi segala usia, seperti email, berita cuaca dan media sosial, lansia dapat menggunakan aplikasi untuk melacak tekanan darah mereka, mengirimkan pengingat obat atau bermain game yang meningkatkan otak.

📞 Tablet dan e-reader

Tablet dan e-reader. Banyak lansia mengganti komputer mereka dengan tablet, yang memberi mereka layar lebih besar untuk konferensi video dengan keluarga,menggunakan email, berbagi foto dan melakukan penelitian melalui  internet. Membaca buku dengan tablet atau e-reader memberikan opsi untuk membuat jenisnya lebih besar.

📞 GPS

GPS. Baik itu unit mandiri atau bagian dari smartphone, teknologi Global Positioning System memudahkan para manula, seperti orang muda, untuk menemukan jalan mereka. Ini sangat membantu bagi orang-orang yang pensiun ke kota baru atau bahkan pindah ke lingkungan baru.

📞  Skype atau Facetime

Skype atau Facetime. Aplikasi panggilan video sangat populer di kalangan manula yang memiliki cucu dan keluarga lain yang tinggal jauh.Interaksi ini tidak menggantikan interaksi tatap muka tetapi mereka dapat mengobati kerinduan dengan anak cucu. 

📞 Pelacak Kebugaran

Pelacak kebugaran. Monitor kebugaran yang dapat dikenakan memudahkan orang dewasa yang lebih tua untuk memantau aktivitas dan tidur, memastikan mereka cukup
berolahraga.

Semakin banyak orang yang mengetahui tentang kesehatan dan kesejahteraan mereka sendiri, semakin baik keputusan yang mereka buat untuk diri
mereka sendiri.

📞 Monitor Obat

Monitor obat-obatan. Sistem pengobatan baru memberi tahu pengguna ketika saatnya minum obat, ulangi peringatan jika obat tidak diminum dalam waktu tertentu dan panggil pengasuh jika lebih banyak waktu berlalu.

Beberapa digabungkan dengan sistem peringatan medis yang menggunakan teknologi ponsel dan pertama-tama menghubungi orang yang lebih tua, kemudian seorang teman atau anggota keluarga  yang telah diprogram sebelumnya dan kemudian tanggap darurat. Ini masalah penting untuk lansia.

 ðŸ“ž Jam Tangan Pintar

Jam tangan pintar. Misalnya, tidak hanya merupakan tombol alarm, tetapi juga termasuk pengingat obat, pelacak kebugaran, sensor aktivitas opsional untuk rumah dan akan dipasangkan dengan ponsel untuk digunakan jauh dari rumah.

📞  Aplikasi Transportasi

Aplikasi transportasi. Layanan berbagi perjalanan Go-Jek dan Grab dirancang untuk membantu lansia untuk menyelesaikan setiap masalah dengan aplikasi ponsel cerdas. Tetapi mereka juga bisa sangat berharga bagi manula yang tidak lagi mengemudi. 

Di Indonesia, belum ada startup baru yang memposisikan dirinya sebagai layanan
berbagi perjalanan bagi para lansia, mempekerjakan para profesional medis dan mahasiswa serta melatih mereka untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang lebih tua.

📞 Sol GPS

Sol GPS. Produk baru yang disebut GPS SmartSole adalah insole yang dapat digunakan oleh penderita Alzheimer sehingga ia dapat dengan mudah ditemukan jika ia bepergian. 

 Anda dapat mengatur perimeter dan mendapatkan pemberitahuan jika orang tersebut meninggalkan area itu, ditambah melacaknya melalui GPS di sol. Teknologi serupa ada di jam tangan, tetapi orang dengan Alzheimer atau jenis demensia lainnya sering kali kebal terhadap perangkat baru yang harus mereka kenakan.

📞    Asisten Virtual

Asisten virtual seperti Google Assistant atau Amazon Alexa dapat membantu lansia dalam menjawab pertanyaan, memberikan informasi, mengingatkan jadwal, dan bahkan membantu mengendalikan peralatan rumah tangga secara suara.

📞Teknologi Kesehatan

Lansia dapat memanfaatkan teknologi kesehatan seperti alat pemantau tekanan darah digital, termometer tanpa kontak, atau alat EKG portable untuk memantau kondisi kesehatan mereka sendiri di rumah.

📞 Sistem Keamanan Rumah Cerdas

Sistem keamanan rumah yang terhubung dengan teknologi IoT dapat memberikan perlindungan tambahan bagi lansia. Misalnya, sensor gerak atau kamera pengawas dapat membantu memantau keamanan rumah dan memberikan notifikasi jika terjadi kejadian yang mencurigakan.

📞 Robotika Asisten

Robot asisten seperti Pepper atau Zora dapat digunakan untuk memberikan interaksi sosial dan bantuan fisik bagi lansia. Mereka dapat membantu dalam kegiatan sehari-hari seperti mengingatkan minum obat, membantu dalam aktivitas fisik, atau menjadi teman berbincang.

#LPCLansia  #KesehatanLansia  #TipsLansiaSehat

Jelajahi LPC Lansia




Sumber: