Pendahuluan
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis paling umum pada lansia dan sering menjadi pemicu penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. Namun yang jarang disadari, proses diagnosis hipertensi tidak selalu sederhana. Banyak lansia memiliki tekanan darah yang berubah-ubah tergantung lingkungan, stres, dan aktivitas harian.
Dua fenomena yang paling sering terlewat dalam praktik klinis adalah White Coat Hypertension (WCH) dan Masked Hypertension (MH). Keduanya dapat mengarah pada diagnosis yang salah, penggunaan obat yang tidak tepat, dan peningkatan risiko komplikasi serius. Karena itu, memahami WCH dan MH menjadi kunci dalam manajemen hipertensi lansia yang lebih akurat dan aman.
![]() |
| Fenomena-WCH-dan-MH-pada-lansia (Sumber: foto grup) |
Apa Itu White Coat Hypertension (WCH)?
White Coat Hypertension adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang tinggi saat di klinik, tetapi normal saat diperiksa di rumah atau dalam situasi santai. Fenomena ini terjadi karena kecemasan saat bertemu tenaga medis (white coat effect).
Ciri-ciri WCH
-
Tekanan darah di klinik: tinggi
-
Tekanan darah di rumah: normal
-
Lansia tampak gelisah saat pemeriksaan
-
Tidak menunjukkan gejala hipertensi saat sehari-hari
Dampak pada Lansia
-
Risiko Pengobatan Berlebihan (Over-treatment)
Dokter dapat mengira pasien mengalami hipertensi berat padahal tidak, lalu memberikan obat anti-hipertensi berlebih yang akhirnya menyebabkan:-
pusing
-
kelelahan
-
hipotensi
-
risiko jatuh
-
-
Penurunan kualitas hidup
Lansia yang tidak butuh obat justru mengalami efek samping yang mengganggu aktivitas harian.
![]() |
| WCH-hasil pengukuran-tensi-tinggi-di-klinik-dan-tensi-normal-di-rumah (Sumber: foto-grup) |
Apa Itu Masked Hypertension (MH)?
Masked Hypertension adalah kebalikan dari WCH: tekanan darah normal di klinik, tetapi tinggi saat lansia beraktivitas di rumah. Fenomena ini berbahaya karena tidak terdiagnosis, sehingga hipertensi tetap merusak organ tubuh secara diam-diam.
Ciri-ciri MH
-
Tekanan darah di klinik: normal
-
Tekanan darah di rumah: tinggi
-
Tekanan naik saat aktivitas, stres, atau malam hari
-
Sering tidak bergejala
Dampak MH pada Lansia
-
Risiko Kardiovaskular Tinggi
Penelitian menunjukkan bahwa penderita MH memiliki risiko serangan jantung dan stroke setara dengan hipertensi nyata. -
Kerusakan Organ Diam-diam (Silent Organ Damage)
Karena tidak diobati, MH mempercepat kerusakan:-
ginjal
-
pembuluh darah kecil (microvascular disease)
-
otak (meningkatkan risiko gangguan kognitif)
-
-
Diagnosis Terlambat
MH sering tidak terdeteksi selama bertahun-tahun karena pemeriksaan di klinik saja tidak cukup.
![]() |
| MH-hasil-pengukuran-tensi-normal di-rumah-dan-tensi-tinggi-di-klinik (Sumber: foto-grup) |
WCH vs MH: Tabel Perbedaan Penting
| Aspek | WCH | MH |
|---|---|---|
| Tekanan darah di klinik | Tinggi | Normal |
| Tekanan darah di rumah | Normal | Tinggi |
| Risiko penyakit jantung | Rendah–sedang | Tinggi |
| Risiko over-treatment | Sangat tinggi | Rendah |
| Risiko under-treatment | Rendah | Sangat tinggi |
| Terjadi akibat | Cemas di klinik | Aktivitas/stres harian |
Mengapa Lansia Lebih Rentan Mengalami WCH dan MH?
Beberapa faktor meningkatkan kerentanan lansia:
-
Sensitivitas stres meningkat
-
Variabilitas tekanan darah harian lebih tinggi
-
Pembuluh darah lebih kaku
-
Pola aktivitas dan tidur berubah
-
Sering memiliki penyakit penyerta (diabetes, penyakit ginjal, aritmia)
Fenomena ini membuat lansia tidak bisa hanya dinilai dari satu kali pemeriksaan tekanan darah di klinik.
Solusi Jarang Dilakukan: Pemantauan Tekanan Darah di Rumah (HBPM/ABPM)
1. HBPM (Home Blood Pressure Monitoring)
Metode pengukuran harian di rumah menggunakan alat tensi digital.
Keunggulan:
-
Data lebih stabil
-
Menghindari efek kecemasan
-
Bisa melihat pola pagi–malam
2. ABPM (Ambulatory Blood Pressure Monitoring)
Alat dipakai 24 jam untuk merekam tekanan darah sepanjang aktivitas dan tidur.
Keunggulan:
-
Satu-satunya cara mendeteksi MH dengan akurat
-
Menilai pola tekanan darah malam (nocturnal hypertension)
-
Standar emas dalam diagnosis hipertensi sulit
Masalahnya:
Masih banyak dokter dan fasilitas kesehatan yang belum menyediakan atau belum meminta pasien lansia melakukan pemantauan ini.
Manfaat Diagnosis Akurat bagi Lansia
-
Mencegah pengobatan berlebihan (pada WCH)
-
Mencegah under-treatment (pada MH)
-
Menurunkan risiko stroke dan gagal jantung
-
Memastikan terapi lebih personal dan aman
-
Meningkatkan kualitas hidup lansia secara signifikan
Cara HBPM (Home Blood Pressure Monitoring)
Metode ini adalah satu-satunya cara paling akurat bagi Anda untuk mendeteksi apakah seseorang mengalami White Coat Hypertension (WCH) atau Masked Hypertension (MH) tanpa harus menggunakan alat pantau 24 jam yang mahal.
![]() |
| Lansia melakukan pengukuran tensi pada pagi dan sore hari (Sumber: foto-grup) |
Berikut penjelasannya mengapa waktu pagi dan malam sangat krusial:
1. Mendeteksi White Coat Hypertension (WCH)
WCH adalah kondisi di mana tensi tinggi di RS/Klinik (karena cemas bertemu dokter), tapi normal di rumah.
Manfaat Ukur Pagi/Malam: Jika hasil rata-rata tensi di rumah pada pagi dan malam hari secara konsisten berada di bawah 135/85 mmHg, namun di dokter selalu di atas 140/90 mmHg, maka ini konfirmasi jelas adanya WCH.
Pentingnya: Mencegah lansia diberikan obat darah tinggi yang sebenarnya tidak mereka butuhkan (mencegah risiko jatuh akibat tensi terlalu rendah/hipotensi).
2. Mendeteksi Masked Hypertension (MH)
Ini jauh lebih berbahaya. MH adalah kondisi di mana tensi normal di RS/Klinik, tapi sebenarnya tinggi di rumah atau saat aktivitas.
Manfaat Ukur Pagi/Malam: Banyak lansia mengalami "Morning Surge" (lonjakan tensi saat bangun tidur) atau tensi yang tetap tinggi di malam hari (non-dipping). Jika Anda hanya cek di dokter pada siang hari, kondisi ini tidak akan ketahuan.
Pentingnya: MH sering kali tidak terobati dan meningkatkan risiko stroke atau kerusakan ginjal secara diam-diam.
Jadwal Pengukuran yang Disarankan (Aturan 7-7-2)
Untuk mendapatkan data yang valid bagi dokter, para ahli merekomendasikan protokol berikut selama 7 hari berturut-turut:
| Waktu | Cara Mengukur |
| Pagi Hari | 1 jam setelah bangun tidur, sebelum makan, dan sebelum minum obat. Lakukan 2 kali pengukuran dengan jeda 1 menit. |
| Malam Hari | Sebelum tidur, saat tubuh sudah rileks. Lakukan 2 kali pengukuran dengan jeda 1 menit. |
Mengapa Harus Pagi dan Malam?
Irama Sirkadian: Tekanan darah manusia mengikuti siklus 24 jam. Pagi hari adalah saat risiko serangan jantung dan stroke paling tinggi karena adanya lonjakan hormon stres alami.
Efektivitas Obat: Mengukur sebelum minum obat (pagi) dan saat obat sudah mulai habis masanya (malam) membantu dokter mengetahui apakah dosis obat yang diberikan sudah cukup untuk meng-cover seluruh 24 jam.
Catatan Penting: Abaikan hasil pengukuran di hari pertama (biasanya masih tinggi karena faktor adaptasi dengan alat). Gunakan rata-rata dari hari ke-2 hingga hari ke-7 untuk dibawa ke dokter.
![]() |
| Kualitas lansia sehat tanpa cemas dengan WCH dan MH (Sumber: foto-grup) |
Penutup
White Coat Hypertension (WCH) dan Masked Hypertension (MH) adalah dua fenomena penting namun sering luput dalam diagnosis hipertensi pada lansia. Keduanya memiliki dampak besar terhadap keputusan pengobatan serta risiko komplikasi jangka panjang.
WCH dapat menyebabkan pengobatan berlebihan, sementara MH dapat menyebabkan kerusakan organ yang tidak terdeteksi. Oleh karena itu, pemantauan tekanan darah di rumah (HBPM/ABPM) menjadi langkah utama untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan aman bagi lansia.
Dengan pendekatan yang tepat, pengobatan hipertensi dapat menjadi lebih efektif, personal, dan aman bagi populasi lanjut usia.
Tantangan untuk Anda:
Lakukan pengukuran tensi di rumah pada pagi dan malam hari ! Apakah hasil tensinya sama atau berbeda ! Tulis dalam kolam komentar !
Artikel lain yang Menarik:
Sumber:
-
American Heart Association. “White Coat Hypertension and Masked Hypertension in Older Adults.”
-
European Society of Hypertension Guidelines (ESH, 2023).
-
Journal of Hypertension. “Prevalence and Outcomes of Masked and White Coat Hypertension.”
-
Mayo Clinic. “Home Blood Pressure Monitoring for Accurate Diagnosis.”
-
National Institute on Aging. “Blood Pressure Variability in Older Adults.”
-
Cleveland Clinic. “Masked Hypertension: Silent but Serious Risk Factor.”








No comments:
Post a Comment