Pendahuluan
Di masyarakat, istilah “kesurupan” sering dikaitkan dengan hal-hal gaib. Banyak yang percaya bahwa seseorang yang kesurupan sedang dimasuki makhluk halus.
![]() |
| Kesurupan apakah masalah medis atau bukan (Sumber: foto-grup) |
Namun, dalam dunia medis dan psikologi, fenomena ini memiliki penjelasan yang berbeda. Terutama pada lansia, kondisi yang terlihat seperti kesurupan sering kali berkaitan dengan gangguan psikologis atau tekanan emosional yang tidak tertangani.
Memahami hal ini sangat penting agar penanganannya tidak salah arah.
Apa Itu Kesurupan Secara Ilmiah?
Dalam ilmu psikologi, kesurupan sering dikaitkan dengan kondisi yang disebut:
π Gangguan disosiatif
Ini adalah kondisi ketika seseorang mengalami “pemutusan sementara” antara kesadaran, ingatan, dan identitas dirinya.
Akibatnya, seseorang bisa:
- Bertindak di luar kendali
- Berbicara dengan cara berbeda
- Tidak mengingat apa yang terjadi setelahnya

Kesurupan dapat menimpa lansia.
(Sumber: foto-grup)
Mengapa Kesurupan Bisa Terjadi pada Lansia?

(Sumber: foto-grup)
1. Tekanan Emosional yang Terpendam
Lansia sering menyimpan perasaan sedih, kesepian, atau kehilangan tanpa diungkapkan.
2. Kesepian dan Kurangnya Dukungan Sosial
Perasaan ditinggalkan atau tidak diperhatikan dapat memicu stres psikologis.
3. Pengaruh Kepercayaan dan Budaya
Jika sejak muda percaya hal mistis, otak bisa “menerjemahkan” stres menjadi pengalaman kesurupan.
4. Masalah Kesehatan Otak
Beberapa kondisi seperti Demensia atau gangguan neurologis bisa memicu perubahan perilaku.
5. Stres Mendadak atau Trauma
Kejadian mengejutkan bisa memicu reaksi ekstrem pada pikiran.
Gejala yang Sering Terlihat
Beberapa tanda yang sering dianggap kesurupan:
- Berteriak atau menangis tanpa sebab jelas
- Bicara dengan suara atau gaya berbeda
- Tatapan kosong atau tidak fokus
- Tidak merespons saat diajak bicara
- Lupa kejadian setelahnya
Perbedaan Kesurupan vs Penyakit Medis Lain
Penting untuk membedakan dengan kondisi lain seperti:
- Stroke
- Kejang
- Gangguan saraf
- Infeksi otak
π Jika ada gejala fisik berat (lemah separuh tubuh, kejang, tidak sadar lama), segera ke rumah sakit.
Mengapa Tidak Boleh Salah Penanganan?
Banyak kasus lansia justru dibawa ke pengobatan non-medis terlebih dahulu.
Risikonya:
- Penyakit utama tidak tertangani
- Kondisi memburuk
- Trauma psikologis bertambah
- Terjadi eksploitasi atau penipuan
Cara Penanganan yang Tepat
1. Tenangkan Lingkungan
Hindari keramaian dan kepanikan.
2. Ajak Bicara dengan Lembut
Gunakan suara pelan dan menenangkan.
3. Segera Konsultasi Medis
Dokter atau psikolog dapat menentukan penyebab sebenarnya.
4. Cari Akar Masalah Emosi
Apakah ada kesedihan, trauma, atau tekanan?
5. Dukungan Keluarga
Kehadiran keluarga sangat membantu pemulihan.
Peran Keluarga Sangat Penting
Keluarga harus:
- Tidak langsung menganggap gaib
- Memberikan rasa aman
- Mendampingi saat pemeriksaan
- Menghindari menyalahkan
Pendekatan yang penuh empati lebih efektif daripada ketakutan.
Apakah Bisa Dicegah?
Bisa, dengan cara:
- Menjaga kesehatan mental lansia
- Memberikan perhatian dan komunikasi
- Mengurangi stres
- Aktivitas sosial ringan
- Pemeriksaan kesehatan rutin
Kesimpulan
Kesurupan pada lansia bukanlah fenomena gaib, melainkan kondisi yang bisa dijelaskan secara ilmiah.
Memahami hal ini sangat penting agar penanganan tidak salah arah. Dengan pendekatan medis, dukungan keluarga, dan pemahaman yang benar, lansia dapat ditangani dengan aman dan bermartabat.
Ingat, yang terlihat “misterius” sering kali hanyalah cara tubuh dan pikiran meminta pertolongan.
#lpclansia
Tonton info singkat kesehatan lansia. Kenali tanda penyakit sebelum terlambat.
#KesehatanLansia
Jangan lewatkan info kesehatan lansia agar lebih cepat memahami gejala tubuh.
#TipsLansiaSehat
Pelajari perubahan organ tubuh lansia dengan penjelasan yang mudah dipahami.
Jelajahi LPC Lansia
⚠️ Banyak lansia tidak sadar tanda ini…
π BACA PENJELASAN LENGKAPNYA DI SINIArtikel Populer
Sumber
- World Health Organization (WHO). (2022). Mental Health and Older Adults
- American Psychiatric Association. (2013). DSM-5: Dissociative Disorders
- Kementerian Kesehatan RI. (2023). Kesehatan Jiwa Lansia
- National Institute on Aging. (2021). Cognitive and Mental Health
- Mayo Clinic. (2022). Dissociative Disorders Overview

No comments:
Post a Comment