xmlns:og='http://ogp.me/ns#' LPC- Lansia Preneurship Community: Sindrom Stockholm, Disakiti, Simpati Pada Pelaku., Gangguan Psikologis yang Mengerikan.

Tuesday, 5 December 2023

Sindrom Stockholm, Disakiti, Simpati Pada Pelaku., Gangguan Psikologis yang Mengerikan.

🌿 Mengenal Sindrom Stockholm dengan Bahasa Sederhana

Pernahkah kita mendengar tentang seseorang yang justru merasa dekat atau sayang kepada orang yang menyakitinya?

Kondisi ini dikenal sebagai Sindrom Stockholm.

Sindrom Stockholm terjadi karena korban dan pelaku saling terjalin.
(Sumber: foto pens 49 ceria)

🌼 Apa Itu Sindrom Stockholm?

Sindrom Stockholm adalah kondisi ketika seseorang yang menjadi korban kekerasan atau perlakuan buruk justru:

  • Merasa simpati kepada pelaku
  • Membela pelaku
  • Bahkan merasa bergantung atau “dekat” dengan pelaku

Hal ini bisa terjadi sebagai cara tubuh dan pikiran bertahan dalam keadaan sulit.

Tawanan perang terdampak dengan Sindrom Stockholm
(Sumber: foto canva.com) 

🌿 Mengapa Bisa Terjadi?

Saat seseorang berada dalam situasi yang menekan atau menakutkan,
pikiran akan mencari cara agar tetap merasa aman.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini:

  • Takut akan ancaman atau kekerasan
  • Merasa tidak punya jalan keluar
  • Bergantung pada pelaku
  • Jarang berhubungan dengan orang lain (terisolasi)
  • Kadang mendapat perlakuan baik di tengah perlakuan buruk

Akibatnya, korban bisa merasa:
“Dia tidak sepenuhnya jahat” atau “Saya harus tetap bersamanya.”

Lansia sering menjadi korban perawat atau anggota keluarga.
(Sumber: foto canva.com)

🌼 Apakah Bisa Terjadi pada Lansia?

Ya, kondisi ini juga bisa terjadi pada lansia.

Misalnya:

  • Lansia yang bergantung pada perawat atau anggota keluarga
  • Lansia yang mengalami kekerasan tetapi tetap membela pelakunya
  • Lansia yang merasa takut kehilangan orang yang merawatnya

Dalam kondisi seperti ini, lansia bisa merasa:

  • Tidak berdaya
  • Takut ditinggalkan
  • Lebih memilih bertahan daripada melawan

🌿 Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda yang bisa terlihat:

  • Membela orang yang menyakitinya
  • Tidak mau melapor atau bercerita
  • Merasa kasihan kepada pelaku
  • Tidak berusaha menjauh
  • Lebih setia kepada pelaku daripada kepada diri sendiri

🌼 Mengapa Hal Ini Terjadi?

Kondisi ini sering terjadi karena:

💭 Rasa takut
Takut jika melawan akan mendapat perlakuan lebih buruk

🔒 Ketergantungan
Merasa tidak bisa hidup tanpa pelaku

🌫️ Kebingungan pikiran
Sulit membedakan mana yang benar dan salah

❤️ Harapan kecil
Saat pelaku bersikap baik sesekali, korban merasa itu cukup

🌿 Cara Membantu dengan Bijak

Jika ada lansia yang mengalami kondisi ini, penting untuk membantu dengan cara yang lembut:

🤝 Dengarkan tanpa menghakimi
Biarkan mereka bercerita dengan tenang

💛 Berikan rasa aman
Tunjukkan bahwa mereka tidak sendirian

🗣️ Ajak bicara perlahan
Jangan langsung menyalahkan atau memaksa

Tanyakan dengan lembut
Bantu mereka berpikir tanpa menekan

👨‍⚕️ Libatkan tenaga profesional
Jika perlu, minta bantuan psikolog atau tenaga kesehatan

🌼 Pesan Penting

Sindrom Stockholm bukanlah kelemahan,
melainkan cara tubuh bertahan dalam situasi sulit.

💬 Ingatlah:

  • Tidak ada yang pantas diperlakukan buruk
  • Setiap orang berhak merasa aman dan dihargai
  • Bantuan selalu ada

Berdayakan korban untuk membuat keputusan sendiri.
(Sumber: foto canva.com)

🌿 Penutup

Di usia senja, setiap orang berhak hidup dengan tenang, aman, dan penuh kasih sayang.

Jika ada tanda-tanda hubungan yang tidak sehat,
jangan ragu untuk mencari bantuan.

🌱 Karena hidup yang damai adalah hak setiap manusia, di usia berapa pun.


Sumber:

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22387-stockholm-syndrome

https://www.forbes.com/health/mind/stockholm-syndrome/

https://www.goodtherapy.org/blog/why-stockholm-syndrome-happens-and-how-to-help-0926184

https://health.onehowto.com/article/how-to-treat-stockholm-syndrome-7546.html

https://www.abc.net.au/news/2023-08-23/is-stockholm-syndrome-a-myth/102738084



No comments:

Post a Comment